10 Senjata Tradisional Sumatera Utara yang Perlu Anda Ketahui - Travel - www.indonesiana.id
x

Senjata Adat Sumatera Utara

amelia sarah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 November 2019

Jumat, 7 Februari 2020 14:52 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • 10 Senjata Tradisional Sumatera Utara yang Perlu Anda Ketahui

    Dibaca : 444 kali

    Provinsi Sumatera Utara  ini berbatasan langsung dengan provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Provinsi ini dikenal dengan sebutan atau sebagai provinsi yang mempunyai berbagai penduduk dari berbagai macam suku. Dengan membicarakan mengenai suku rasanya tidak lengkap jika tidak membahas mengenai adat dan juga kebudayaan dari masing-masing suku tersebut.

    Salah satu kebudayaan dari provinsi Sumatera Utara yang ada hingga saat ini adalah tari tradisional, rumah adat, senjata tradisional dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai Senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Utara.

    Berikut ini macam-macam senjata tradisional yang berasal dari provinsi Sumatera Utara.

    1. SENJATA TRADISIONAL HUJUR SIRINGIS

    Senjata tradisional yang pertama adalah senjata Hujur Siringis. Menurut penelusuran sejarah yang pernah dilakukan, didapatkan informasi jika senjata Hujur Siringis ini merupakan senjata dari Sumatera Utara yang pertama kali ditemukan. Bentuk dari senjata ini sendiri menyerupai tombak yang diyakini menjadi senjata utama oleh para prajurit kerajaan Batak pada zaman dahulu. Hujur Siringis ini terbuat dari kayu yang ringan namun kuat yang dilengkapi dengan sebilah pisau yang runcing pada bagian ujungnya.

    2. SENJATA TRADISIONAL PISO GAJAH DOMPAK

    Senjata tradisional yang kedua ini merupakan senjata yang berasal dari suku Toba yang mana menempati daerah Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, dan Simalungun. Piso gajah dompak ini berasal dari bahasa Batak, yakni kata piso yang berarti pisau sedangkan untuk kata gajah dompak berarti ukiran gajah yang ada pada senjata tersebut. Senjata ini mempunyai filosofi yang gagah dan melambangkan keperkasaan. Piso Gajah Dompak ini biasanya hanya dimiliki oleh orang-orang yang merupakan keturunan raja.

    Sehingga dapat dibayangkan jika jumlah senjata tradisional ini sangat terbatas.mPiso Gajah Dompak ini diyakini sebagai pusaka kerajaan Batak pada masa pemerintahan Raja Sisingamaraja I. Piso Gajah ini diyakini mempunyai kekuatan supranatural yang dapat memberikan kekuatan spiritual kepada pemiliknya.Belum ada catatan mengenai sejarah kapan tepatnya senjata tradisional menjadi pusaka dari kerajaan Batak. Namun, menurut penelusuran sejarah yang telah dilakukan, Piso Raja Dompak memang sangat berkaitan dengan masa kepemimpinan Raja Sisingamangaraja I.

    Hal ini sudah berdasar pada kepercayaan masyarakat mengenai mitos-mitos yang beredar serta tradisi lisan yang tercatat didalam aksara. Senjata Piso Gajah ini memang sama sekali tidak dimiliki oleh orang lainnya di luar lingkup raja-raja. Untuk masyarakat biasanya menggunakan senjata lainnya yaitu seperti piso Karo, Piso Sanelenggam, Piso Gading dan masih banyak lainnya.

    3. SENJATA TRADISIONAL PISO KARO

    Senjata tradisional selanjutnya adalah senjata Piso Karo. Piso Karo merupakan senjata yang berasal dari provinsi Sumatera Utara. Bentuk dari senjata ini hampir sama dengan Piso Gading, hanya ada beberapa perbedaannya salah satunya adalah pada bagian gagangnya. Jika pada Piso Gading, gagangnya terbuat dari ukiran gading gajah. Sedangkan untuk Piso Karo pada bagian gagangnya hanya terbuat dari kayu tanpa dilengkapi dengan ukiran. Kunikan dari senjata tradisional ini adalah pada bagian ujung pengangannya yang bercabang, serta pada bagian sarung yang dilengkapi dengan suasa dan juga perak sebagai pamor.

    4. SENJATA TRADISIONAL PISO SITULU SASARUNG

    Senjata tradisional yang keempat adalah senjata Piso Situlu Sasarung. Senjata ini merupakan senjata yang berasal dari provinsi Sumatera Utara. Piso Situlu Sasarung merupakan sebuah pisau dimana yang ada didalam satu sarung terdapat tiga mata pisau. Pisau ini merupakan lambang dari kehidupan masayarakat suku Batak yang menyatukan tiga benua, yakni Benua Tonga, Benua Atas dan juga Benua Bawah.

    5. SENJATA TRADISIONAL PISO GADING

    Senjata tradisional yang kelima adalah senjata Piso Gading. Senjata Piso Gading ini merupakan salah satu senjata tradisional yang berasal dari provinsi Sumatera Utara, atau lebih tepatnya senjata ini berasal dari daerah Toba. Senjata Piso Gading ini diperkirakan dibuat ketika pada abad ke-19. Senjata ini dibuat dari bahan kayu, rotan dan gading. Untuk ukuran panjang dari senjata ini sendiri mencapai 66 cm dan untuk ukuran panjang pisaunya adalah sekitar 48 cm.

    Lihat juga: Senjata Tradisional Kalimantan Barat

    6. SENJATA TRADISIONAL PISO TOBA

    Senjata tradisional yang keenam adalah senjata Piso Toba. Sesuai dengan namanya, senjata tradisional Piso Toba ini berasal dari provinsi Sumatera Utara atau lebih tepatnya berasal dari kebudayaan suku Batak Toba. Bentuk dari senjata Piso Toba ini memang lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis Piso Batak lainnya. Bentuk dari gagang yang melengkung ke dalam, sehingga memudahkan saat memegang senjata tradisional ini.

    7. SENJATA TRADISIONAL TUMBUK LADA

    Senjata tradisional yang ketujuh adalah senjata Tumbuk Lada. Senjata Tumbuk Lada ini merupakan senjata tradisional yang berasal dari provinsi Sumatera Utara. Senjata tradisional Karo ini sering digunakan dalam peperangan atau pertempuran, terutama jika jarak dekat. Senjata tradisional ini dapat dipegang dengan dua jenis genggaman yakni dengan mata kebawah ataupun dengan mata ke atas.

    Akan tetapi, pada zaman sekarang ini kebanyakan tumbuk lada digunakan sebagai perhiasan ataupun menjadi pusaka yang digunakan dalam upacara adat. Menurut beberapa informasi, senjata ini sering kali dijadikan sebagai jimat maupun diisi dengan racun.

    8. SENJATA TRADISIONAL PISO SILIMA SARUNG

    Senjata tradisional yang kedelapan adalah senjata Piso Silima Sarung.Senjata ini merupakan senjata yang berasal dari provinsi Sumatera Utara.Mengapa senjata ini disebut dengan Piso Silima Sarung?. Disebut dengan Piso Silima Sarung karena didalam 1 sarung terdapat 5 mata pisau. Didalam pisau ini terdapat kehidupan manusia, yang mana menurut kepercayaan masyarakat suku Batak, manusia yang lahir ke dunia mempunyai 4 roh, kelima badan atau wujud. Maka didalam ilmu meditasi, jika ingin mendekatkan diri kepada Mulajadi Nabolon ( Tuhan YME) tentu terlebih dahulu harus menyatukan 4 roh, kelima badan.

    9. SENJATA TRADISIONAL PISO SANALEGGAM

    Senjata tradisional berikutnya adalah senjata Piso Sanaleggam. Senjata ini merupakan senjata yang berasal dari provinsi Sumatera Utara. Piso Sanaleggam merupakan sejenis senjata pisau yang mana pada bagian gagangnya menggambarkan sosok pria dengan mata dihiasi kepala tertunduk. Menggunakan motif melingkar atau melilit dibagian leher. Dan pada bagian bawah terdapat cincin yang terbuat dari kawat yang digulung.

    10. SENJATA TRADISIONAL TUNGGAL PANALUAN

    Senjata tradisional yang terakhir adalah senjata Tunggal Panaluan. Senjata ini berbentuk seperti tongkat yang sering digunakan oleh suku Batak dan diyakini memiliki kekuatan gaib agar dapat menurunkan hujan, mengobati penyakit, menolak bala, menangkap pencuri, serta membantu dalam pertempuran. Senjata tongkat ini mempunyai ukiran relief-relief patung dan juga dihiasi dengan bulu-bulu halus.

    Secara fisik, serangan menggunakan senjata ini memang dapat memberikan dampak yang serius saat digunakan untuk menyerang lawan. Namun, masyarakat Batak Toba menyakini jika raja-raja sebelumnya menggunakan senjata ini untuk melumpuhkan lawan menggunakan kekuatan mistis yang ada di Tunggal Panaluan.

    Baca juga: 11 Tarian Kalimantan Selatan

    Itulah penjelasan mengenai beberapa macam senjata tradisional yang ada di provinsi Sumatera Utara. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia terutama mengenai senjata tradisional.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Nabil Irhamsyah

    Rabu, 12 Februari 2020 10:01 WIB

    Surga Bawah Laut Itu Bernama Berau

    Dibaca : 248 kali



    Oleh: Nabil Irhamsyah

    Rabu, 12 Februari 2020 09:59 WIB

    Jalur Trekking Baru di Labuan Cermin

    Dibaca : 262 kali