Dunia Artis dan Lingkaran Korupsi - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Merupakan sketsa yang kerapkali digunakan sebagai simbol penolakan terhadap korupsi

Muwaffiq Jufri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Februari 2020

Senin, 16 Maret 2020 05:55 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Dunia Artis dan Lingkaran Korupsi

    Pengakuan Jennifer Dunn seolah melengkapi kasus-kasus yang selama ini lekat dengan dunia keartisan, mulai dari kasus narkoba, perselingkuhan, penipuan, dan artispun tidak luput dari cengkeraman korupsi.

    Dibaca : 1.101 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pengakuan Jennifer Dunn yang menerima aliran dana hasil korupsi pada persidangan terpidana kasus korupsi dengan terdakwa Tubagus Chairi Wardana (Wawan) pada 12 Maret 2012 kemarin semakin menguatkan dugaan publik atas keterlibatan artis dalam beberapa kasus korupsi.

    Dalam kesaksiannya Jennifer mengakui adanya dana korupsi Wawan yang mengalir kepadanya. Jennifer pun tidak segan mengakui bentuk pemberian itu yang diantaranya berupa Mobil Toyota Vellfire seharga Rp. 910 Juta, Kartu Kredit, dan fasilitas tiket konser serta fasilitas pembelian perlengkapan kosmetik yang nilainya mencapai jutaan rupiah..

    Pengakuan Jennifer ini seolah melengkapi kasus-kasus yang selama ini lekat dengan dunia keartisan, mulai dari kasus narkoba, perselingkuhan, penipuan, dan artis pun tidak luput dari cengkeraman korupsi.

    Lingkaran Korupsi Artis

    Selain Jennifer Dunn, artis-artis lainnya yang diduga menerima cipratan dana korupsi Wawan ini, antara lain, Catherine Wilson yang diduga menerima satu unit Nissan Elgrand seharga Rp. 650 Juta; Reny Yuliani yang diduga menerima satu unit Mercedes Benz C200 seharga Rp. 575 Juta; Rebecca Soedjati yang diduga menerima Honda CRV dan Aima Diaz yang juga diduga menerima BMW 320i (Tempo, 19/10/19).

    Terpisah dari kasus Wawan, pada kasus korupsi daging sapi yang dilakukan oleh Achmad Fathanah juga menyeret banyak nama artis yang diduga mendapat kucuran dana dari hasil korupsinya. Beberapa artis  tersebut seperti Ayu Azhari dan Vitalia Shesya (Tempo, 06/05/13).

    Selain nama-nama di atas, ada juga nama artis yang juga terlibat dalam pusaran korupsi seperti Korupsi yang menyeret Inneke Koesherawati dalam perkara suap terhadap Wahid Husen yang saat itu menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamismin Bandung pada tahun 2018.

    Ada juga nama Herman Felani yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut kasus korupsi penayangan iklan pada Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2011. Pada kasus ini, Herman divonis Pidana Penjara selama 4 tahun.

    Korupsi tidak hanya menyeret beberapa artis yang berada di luar jalur politik, para artis yang aktif di dunia politik juga terpapar virus ini, mereka yang terpapar antara lain: Pertama: Zumi Zola yang terbukti melakukan korupsi pada sejumlah proyek strategis di Provinsi Jambi. Saat diamankan KPK, Zola sedang menjabat sebagai Gubernur Jambi.

    Kedua, Kasus korupsi pada proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna di Palembang antara tahun 2010 hingga 2011, yang melibatkan Angelina Sondakh. Pada kasus ini vonis terakhir yang diterima Anggie (panggilan akrabnya) adalah pidana penjara selama 10 tahun. Vonis ini lebih ringan dibanding vonis sebelumnya pada tingkat kasasi dengan vonis pidana penjara selama 12 tahun.

    Beberapa nama yang terseret di atas merupakan tanda bahwa korupsi telah menggerogoti kehidupan para artis. Artis yang seharusnya menyuguhkan hiburan melalui pentas seni, justru mempertontonkan aksi bejatnya yang melukai hati para rakyat jelata melalui tindakan korupsinya.

    Kehidupan Glamor dan Mental Hedonis

    Kehidupan artis memang akrab sekali dengan dunia glamor yang menampilkan gaya hidup hedonis. Banyak dari mereka yang berlomba memamerkan tas bermerek, mobil sport mewah, dan rumah berlantai dengan ornamen ala Eropa. Glamor dan Hedonisme seolah menjadi standar bagi artis dalam menilai keberhasilan karirnya di panggung hiburan.

    Persoalan baru muncul manakala popularitas para artis itu mulai redup dan punah. Dalam kondisi ini beban mental para artis yang terbiasa dengan gaya glamornya dihadapkan pada kondisi penghasilan yang tidak lagi memadai. Pada titik ini pula para artis cenderung dihadapkan pada dilema antara melanjutkan gaya glamornya atau hidup sederhana ala kadarnya.

    Mereka yang tidak sanggup hidup dengan keterbatasan cenderung akan memilih jalan pintas dengan terlibat dalam aksi-aksi kriminal seperti terlibat dalam pengedaran dan pemakai narkoba, penipuan berkedok investasi dan juga terjerembab dalam mewahnya dana hasil korupsi. Tidak heran jika beberapa kasus korupsi di atas melibatkan banyak publik figur yang berasal dari dunia keartisan.

    Pada akhirnya fenomena keterlibatan para artis dalam kasus korupsi seolah memberikan peringatan kepada kita bahwa kasus korupsi bisa dilakukan oleh siapa saja dan dalam waktu kapan saja. Untuk itu, kewaspadaan terhadap kemungkinan hadirnya godaan korupsi mutlak kita persiapkan. Hal ini dimaksudkan agar jebakan maut korupsi tidak menjebak kita di kemudian hari.

    Ikuti tulisan menarik Muwaffiq Jufri lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.