Terkait Mekanisme PPDB, Ini Klarifikasi SMAN 2 Kabanjahe - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Moral Sitepu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Oktober 2019

Jumat, 3 Juli 2020 10:36 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Terkait Mekanisme PPDB, Ini Klarifikasi SMAN 2 Kabanjahe

    Dibaca : 206 kali

    KARO - Dengan adanya tudingan indikasi pelaksanaan Verifikasi berkas yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis PPDB 2020/2021, ratusan calon siswa dan orang tua sambangi DPRD Karo untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP).
     
    Kegiatan RDP yang dipimpin Ketua DPRD, Iriani Br Tarigan terkait PPDB yang menghadirkan para orang tua siswa, pihak Dinas Provinsi atau Cabang Dinas Kabanjahe, dan sejumlah anggota dewan di Gedung DPRD Karo, sekira jam 11.00 WIB, Selasa (01/07/2020).
     
    Persoalan itu dikupas dengan penyampaian penjelasan-penjelasan dari para pihak. Menanggapi hal, kepala SMAN 2 Kabanjahe, Bastaria Sinulingga mengklaim sistem PPDB yang mereka jalankan sudah sesuai dengan Permendikbud No. 44 2019 dan Juknis Dinas Pendidikan Provsu yang dikeluarkan Gubernur Sumatera Utara.

    "Sistem zonasi untuk PPDB provinsi Sumatera Utara, bahwa zonasi provsu yang ditetapkan gubernur adalah jarak, tidak membatasi wilayahnya baik kecamatan ataupun kelurahan. Jarak itu adalah, jarak dari alamat (kartu keluarga)  atau surat keterangan domisili," katanya.

    "Sesuai Permendikbud no. 44 2019 dan juknis Dinas Pendidikan yang dikeluarkan provsu menyatakan kartu keluarga dan surat domisili sama nilainya," ujarnya.

    Bastaria juga mempertanyakan keberadaan calon siswa yang disebutkan berlokasi sama. "Satu orang calon siswa yang dapat ini siapa? Dan satu orang yang tidak dapat ini siapa? Kita mohon data dan kita akan verifikasi," kata dia.

    "Sayangnya, tadi pagi website provinsi sumatera utara sudah tutup. Dugaan saya, dalam satu wilayah (satu kelurahan) seperti kampung dalam ada sebagian tidak masuk dalam wilayah zonasi, karena batas penghabisan zonasi kita dengan kuota 189 0rang adalah 1.244 M.

    Sementara yang berdekatan rumahnya, dugaan saya, persoalan data atau dokumennya bukan penduduk di sana, dan ketika kita buka aplikasi PPDB itu, pendaftar yang lulus tadi dimaksud adanya surat-surat domisili. Dan dengan begitu kami cocokkan posisi dia waktu mendaftar itu dengan android, dengan catatan androidnya harus menghidupkan GPS lalu kami verifikasi.

    Di SMAN 2 tidak ada satupun orang tua yang mengeluh datang bertanya terkait zonasi ini. Langsung ikut demo ke CabDis, ke dewan. Sebenarnya kalau beberapa hari yang lewat dan web kita masih buka bisa kita transparansikan dan bisa kita upayakan melihat keberadaan PPDB. Dan kalau posisinya benar-benar sama, saya sangat yakin hasilnya akan sama. 

    Dan Ketika web sudah terbuka nanti, Boleh kita memeriksa data itu, tetapi dengan membuka data itu bukan berarti memeriksa kami, saya tidak terima kalau orang tua memeriksa institusi kami, itu ada prosedur resmi. Tapi kalau arih-arih (musyawarah) silahkan," kata Sinulingga menjelaskan

    Menanggapi itu, orang tua siswa bermarga Naibaho menjawab,"Kami bukan mengkritik kinerja bapak tapi kami hanya ingin menjawab pertanyaan, karena kami orang tua, anak-anak yang membawa kami, biar anak-anak kami puas. Karena sekarang ini tingkat kebrutalan anak-anak, kalau kita orang tua terlalu memaksa agak susah dan bisa jadi bom waktu sama orang tua," kata Naibaho.

    Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berangsur usai sekitar pukul 16.00 WIB membuahkan kesepakatan bersama dengan menyurati Pemprovsu untuk memohonkan sejumlah point.

    1. Agar Pemerintah Daerah Kabupaten Karo mengajukan permohonan penambahan rombongan belajar di SMAN 1 dan SMAN 2 Kabanjahe ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
     
    2. Klarifikasi data-dàta siswa yang lulus dapat diminta langsung ke sekolah pada saat aplikasi PPDB dapat diakses.
     
    3. DPRD Kabupaten Karo akan mengawal usulan yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (Moral Sitepu)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.