x

Iklan

Alya Nurazkia lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Juli 2020

Kamis, 9 Juli 2020 18:59 WIB

Ajaran Tasawuf untuk Membentuk Karakter Peserta Didik

Mahasiswa Universitas 45 Bekasi

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum wr.wb

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apa Itu Tasawuf ?

Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa Arab: تصوف, ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau gabungan dari beberapa tradisi[butuh rujukan]. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam; yang lain berpendapat bahwa sufisme adalah filosofi perennial yang telah ada sebelum kehadiran agama, ekspresi yang berkembang bersama agama Islam.

Tasawuf menurut Said Aqiel Siradj, pakar tasawuf alumni Universitas Ummul Qura Makkah mengatakan: Tasawuf sebagai sifat hamba kepada Tuhannya, terhadap dirinya sendiri serta terhadap alam semesta, di sini tasawuf berfungsi sebagai jalan bagi kehidupan. Oleh karena itu tasawuf Islam datang sebagai dinamisator terhadap spiritual islam.

Menurut al-Qusyairi, ungkapan tasawuf merupakan cerminan dari beberapa faktor. Mereka mengekspresikan keadaan diri, getaran spiritual, lintasan hati, bisikan nurani, rasa kerinduan yang tidak bisa ditangkap atau dipenuhi dengan gambaran kata-kata atau istilah karena gerakannya yang memang sangat cepat, atau tidak ada padanan istilah di alam riil sebagai bentuk gambaran konkrit.

Secara umum, tentu ajaran tasawuf jika dikembangkan tidak boleh bertentangan dan juga berseberangan dengan ajaran yang berasal dari Wahyu Al Quran dan Sunnah Rasulullah. Sebagai bentuk kecintaan manusia kepada Rasulullah tentunya juga harus tetap melaksanakan ibadah sebagaimana Rasul ajarkan.

Tasawuf bertujuan untuk memperoleh suatu hubungan khusus langsung dari Tuhan. Hubungan yang dimaksud mempunyai makna dengan penuh kesadaran, bahwa manusia sedang berada di hadirat Tuhan. Kesadaran tersebut akan menuju kontak komunikasi dan dialog antara ruh manusia dengan Tuhan. Hal ini melalui cara bahwa manusia perlu mengasingkan diri. Keberadaannya yang dekat dengan Tuhan akan berbentuk “Ijtihad” (bersatu) dengan Tuhan. Demikian ini menjadi inti persoalan “Sofisme” baik pada agama islam maupun di luarnya.

Dengan pemikiran di atas, dapat dipahami bahwa “tasawuf/mistisisme islam” adalah suatu ilmu yang mempelajari suatu cara, bagaimana seseorang dapat mudah berada di hadirat Allah SWT (Tuhan). Maka gerakan “kejiwaan” penuh dirasakan guna memikirkan betul suatu hakikat kontak hubung yang mampu menelaah informasi dari Tuhannya.

Apa peranan ajaran tasawuf untuk  membentuk karakter peserta didik?

Tasawuf sebagai medium bagi pembentukan kepribadian sempurna. Tidak ada ajaran yang sesolid tarekat di dalam mengajarkan pendidikan karakter. Melalui proses pembinaan secara terstruktur berbasis ajaran moralitas tarekat, maka seseorang secara terus menerus dapat mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan ajaran para guru tarekatnya.

Dapat kita ketahui dari uraian yang disampaikan Harun Nasution. Menurutnya, ketika mempelajari tasawuf ternyata pula al-Qur’an dan Hadits mementingkan akhlak. Al-Qur’an dan Hadits menekankkan nilai-nilai kejujuran, kesetiakawanan, persaudaraan, rasa kesosialan, keadilan, tolong-menolong, murah hati, dan berbagai akhlak terpuji lainnya. Nilai-nilai ini harus dimiliki oleh seorang muslim, dan dimasukkan ke dalam dirinya dari semasa ia kecil.

Hal tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti jujur dalam prilaku dan ucapan, sabar dalam mengerjakan tugas dan mentaati aturan di sekolah, keluarga dan masyarakat, ikhlas menerima segala ujian yang diberikan. Standart tersebut masih terlihat umum, tetapi perlu penjabaran yang lebih spesifik dalam kehidupan anak didik sehari-hari.

Tasawuf juga mempunyai peranan penting atau tanggung jawab yang sangat besar dalam spiritual seseorang. Di dalam ajaran tasawuf ada beberapa prinsip prinsip yang positif yang mampu mengembangkan masa depan manusia, seperti melakukan intropeksi diri, kemudian meluruskan hal hal yang kurang baik, dan selalu berdzikir kepada Allah SWT, untuk selalu mengingat Allah SWT setiap waktu.

Tasawuf mengajarkan manusia agar jadi pribadi yang berakhlak mulia dan menghilangkan segala akhlak dari perbuatan tercela , menengkan dan menentramkan hati.

Mempelajari tasawuf juga dapat selalu mengingatkan manusia kepada kematian,hal ini di maksudkan agar manusia selalu beribadah beramal saleh, dan menghindari diri dari pengaruh materi.

Melihat dari itu semua, kita dapat untuk bisa memahami betapa pentingnya mempelajari tasawuf untuk membentuk karakter diri dan membersihkan hati agar sampai kepada ma’rifat akan terhadap Allah Ta’ala sebagai ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan di akhirat dan mendapat keridhaan Allah Ta’ala dan mendapatkan kebahagiaan abadi.

Terimakasih..

Semoga bermanfaat :)

 

Ikuti tulisan menarik Alya Nurazkia lestari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu