x

Iklan

Heidi Pah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 5 September 2020 06:03 WIB

Yuk, Jadi Pebisnis Muda! Cari Tahu Kiat Jejouw dan Ernanda di UPH Virtual Open House

Jangan tunggu nanti, kalau bisa sukses sejak sekarang! Ungkapan ini cukup relevan dengan tren saat ini. Dengan beragam kemudahan teknologi digital, semangat dan produktivitas tinggi, bisa jadi alasan bagi kamu yang ingin menjadi ‘pebisnis muda’.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Jangan tunggu nanti, kalau bisa sukses sejak sekarang! Ungkapan ini cukup relevan dengan tren saat ini. Dengan beragam kemudahan teknologi digital, semangat dan produktivitas tinggi, bisa jadi alasan bagi kamu yang ingin menjadi ‘pebisnis muda’.

Untuk memotivasi generasi muda berani melangkah, Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan para profesional muda dan kreatif dalam rangkaian Virtual Open House. Di seri pertama ini kamu bisa mengintip apa saja kiat Jejouw (Jeffry Jouw), Founder dan perintis event serta sneaker society di Indonesia Urban Sneaker Society (USS) dan Ernanda Putra, Founder dari Creative Lab berbasis media sosial, Makna Creative, untuk berhasil menjadi pebisnis di usia muda.

Bermimpi Seluas-luasnya

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tidak ada yang salah untuk bermimpi. Bahkan mimpi bisa jadi acuan untuk meraih target. Prinsip ini dipegang Jejouw dan Ernanda untuk berhasil dalam berbisnis. Bermula dari sekadar hobi mengkoleksi sepatu sneakers, Jejouw akhirnya memutuskan terjun di bisnis sneakers. Tidak berhenti di situ, bagi Jejouw mimpinya bukan sebatas berjualan sneakers, lebih dari itu ia ingin membangun komunitas dan menjadikan bisnisnya lebih bernilai.

“Bisnis itu tentang membentuk komunitas. Sangat penting untuk cultivating the culture. Saya sudah punya bisnis sneakers yang targetnya anak muda, lalu kenapa kita nggak kasih mereka info bermanfaat seputar ini? Ini yang membuat saya punya mimpi dan target lebih luas untuk membentuk komunitas pecinta sneakers di Indonesia dan merambah kanal lifestyle di media sosial melalui USSFeed,” kata Jejouw.

Senada dengan Jejouw, Ernanda juga bertekad untuk menjadikan ‘Makna Creative’ lebih dari sekadar jasa desain. Melalui Makna, Ernanda ingin mendekatkan fungsi desain kepada publik melalui beragam cara. Alasan ini mendorong Ernanda terus memperluas usahanya dengan menghadirkan ‘Makna Coffee’ dan ‘Makna Talks’, serta mampu menjadikan ‘Makna Creative’ sebagai creative lab modern.

Manfaatkan Platform Digital dan Bangun komunitas

Dengan beragam media sosial dan platform digital, membuat anak muda menjadikan ‘berkomunikasi, berbagi, dan berdiskusi’ di media sosial sebagai rutinitas menarik. Tren ini dapat dimanfaatkan pebisnis sebagai cara efektif dalam menciptakan komunikasi interaktif guna memahami pasar. Tidak salah Jejouw terus aktif membangun komunitas USS-nya melalui beragam platform yaitu website, Instagram, dan Youtube; yang ia jadikan sebagai sarana berkomunikasi sekaligus mengedukasi.

 

Hal ini juga diperkuat Ernanda yang memandang peran media sosial seperti Instagram sangat penting. Selain untuk meningkatkan exposure produk atau jasa suatu bisnis, media sosial bisa menjadi cara tepat membangun personal branding. Tentunya dengan didukung konten yang menarik, bermanfaat, dan sesuai dengan  masing-masing platform.

Berani Menjadi Kreatif

Ernanda yakin bahwa generasi muda punya keunggulan yang belum tentu dimiliki generasi di atas kita, yaitu ide kreatif.

“Generasi muda biasanya punya ide-ide ‘liar’ yang kreatif yang bisa jadi tidak dimiliki generasi di atas kita. Ini kekuatan kita. Temukan dan gali passion, komitmen, ekspresikan ide, dan selalu kembangkan diri,” tutur Ernanda.

Sukses artinya Berkontribusi

Baik Jejouw maupun Ernanda, sepakat bahwa menjadi sukses bukan hanya untuk diri sendiri, namun bagaimana mampu berkontribusi bagi bangsa. Keduanya percaya bahwa roda perkonomian Indonesia menjadi tanggung jawab generasi muda saat ini.

“Masa depan Indonesia dipegang generasi muda. Jadi sebisa mungkin melalui bisnis kita, mampu tercipta sebuah ekosistem, sehingga kita bisa mengedukasi generasi muda lainnya untuk menghadapi regenerasi ekonomi Indonesia,” ujar Jejouw.

Menjadi seorang pebisnis, pastinya dibutuhkan usaha dan juga bekal untuk siap berkompetisi. Salah satu langkah tepat yang bisa dilakukan yaitu dengan memilih program studi Manajemen, Business School UPH yang memiliki peminatan Entrepreneurship. Mahasiswa UPH akan mendapat pendidikan berkualitas sebagai fondasi membangun bisnis. Tidak hanya itu, UPH juga memiliki Business Incubation ‘UPH SPARKLABS’ sebagai tempat menyalurkan ide kreatif dalam membangun bisnis serta memperluas networking dengan para profesional industri. Khusus siswa/i kelas 12 kamu bisa bergabung di UPH dengan memanfaatkan peluang ‘Beasiswa 100 Miliar’ untuk Tahun Akademik (TA) 2021/2022. Ayo cari tahu infonya dengan menghubungi tim UPH Student Consultants 08111-63-2838.

Ikuti tulisan menarik Heidi Pah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan