Yuk, Ketahui Cara Sederhana Mencegah Perkaratan pada Besi - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

KOROSI MERUPAKAN SUATU PROSES PERKARATAN

Irene Monyca

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 November 2020

Minggu, 22 November 2020 12:34 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Yuk, Ketahui Cara Sederhana Mencegah Perkaratan pada Besi

    Coba teman-teman perhatikan pintu pagar rumah atau sekolahmu. Apakah kondisinya sudah berbeda seperti saat awal dicat? Nah, itulah yang sering disebut dengan perkaratan atau korosi. Sebenarnya hal ini sulit untuk dicegah, tetapi bukan berarti hal ini tidak bisa dihindari. Tentunya dengan beberapa cara, yuk kita simak bersama-sama.

    Dibaca : 1.050 kali

    Perkaratan? Adalah hal yang lumrah bagi kebanyakan orang. Bayangkan saja benda-benda berbahan logam atau besi, yang awalnya bersih dan mengkilap, seiring dengan berjalannya waktu, tiba-tiba saja benda itu berubah menjadi sesuatu yang kotor, rapuh, dan tidak layak digunakan tentu saja masalah ini sangat meresahkan.

    Coba teman-teman perhatikan pintu pagar rumah atau sekolahmu. Apakah kondisinya sudah berbeda seperti saat awal dicat? Nah, itulah yang sering disebut dengan perkaratan atau korosi. Sebenarnya hal ini sulit untuk dicegah, tetapi bukan berarti hal ini tidak bisa dihindari, ya. Tentunya dengan beberapa cara, yuk kita simak bersama-sama.

    Sebenarnya apa sih itu perkaratan (korosi)?

          Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Lebih sederhananya lagi korosi adalah rusaknya benda-benda logam yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Dalam bahasa sehari-hari, korosi lebih dikenal dengan perkaratan.

    Bagaimana sebuah besi atau bahan logam bisa berkarat?

          Karat punya nama ilmiah, yaitu oksida besi, yang hanya terjadi pada dua jenis logam, yaitu besi dan baja. Karat yang dialami oleh logam, seperti besi dan baja terjadi karena adanya reaksi kimia yang disebut proses elektrokimia atau korosi, yang menyebabkan kerusakan di permukaan besi. Karat terjadi karena adanya tiga komponen yang membuat adanya reaksi kimia yaitu zat besi, air, dan oksigen.

          Saat air mengenai besi, maka air akan tercampur dengan karbon di udara yang kemudian membentuk asam karbonat. Asam yang terbentuk ini akan membuat zat besi pada logam menjadi larut. Sedangkan sebagian air akan mulai terurai jadi dua komponen yang berbeda, yaitu hidrogen dan oksigen. Nah, hidrogen dan oksigen yang tercampur dengan atom pada besi inilah yang kemudian menyebabkan karat muncul di permukaan besi. Akibat dari proses ini, maka terbentuklah senyawa kimia baru yang membentuk oksida besi atau karat.

          Dan juga besi yang ada di luar ruangan dan sering terpapar udara dan air akan lebih mudah berkarat jika dibandingkan dengan besi yang tidak terkena air dan udara. Nah, akibat dari paparan ini, besi akan berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan, namun ada juga karat yang membuat besi berubah warna jadi kehijauan, yang biasanya terjadi pada besi yang terpapar klorida, yang biasa terlihat pada kapal karam di dasar laut.

    Mencegah korosi :

    1. Mencegah logam bersinggungan dengan oksigen di udara dan juga air. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
    2. Melakukan pengecatan, cat yang mengandung timbal dan seng akan lebih melindungi besi terhadap korosi. Pengecatan harus sempurna karena jika terdapat bagian yang tidak tertutup oleh cat, maka besi di bawah cat akan terkorosi. Pagar bangunan dan jembatan biasanya dilindungi dari korosi dengan pengecatan. Contoh yang menggunakan teknik ini adalah pada kapal, pagar bangunan, jembatan dan mobil.
    3. Memberi oli atau minyak, lapisan oli bisa mencegah kontak langsung besi dengan oksigen dan air dan harus dioleskan secara berkala. Contohnya adalah pada bagian bergerak dari mesin, seperti mesin mobil.
    4. Memberi lapisan plastic, lapisan plastik mencegah kontak langsung besi dengan oksigen dan air. Hanya jika plastik terkelupas, korosi mulai terjadi. Cara ini dapat kita gunakan pada barang-barang dapur, seperti rak pengering.
    5. Galvanisasi, galvanisasi yaitu melapisi logam dengan seng (contohnya atap seng). Lapisan seng (Zn) dapat mencegah kontak langsung logam dengan oksigen dan air. Disamping itu, Zn yang teroksidasi ,menjadi Zn(OH)2 dapat bereaksi lebih lanjut dengan CO2 di udara membentuk lapisan oksida Zn(OH)2.xZnCO3 yang sangat kuat. Apabila lapisan Zn tergores, Zn masih dapat melindungi besi karena Zn (Eo=-0,76 V) lebih mudah teroksidasi dibanding Fe (Eo=-0,44 V). Teknik ini sering pada besi penopang untuk konstruksi bangunan dan jembatan.

     

    1. Perlindungan Katodik

         Perlindungan katodik dilakukan dengan cara menghubungkan logam yang akan dilindungi dengan logam lain yang mempunyai potensial elektrode yang sangat rendah (biasanya Mg). Ketika terjadi oksidasi, logam yang dilindungi akan segera menarik elektron dari logam pelindung sehingga oksidasi akan berlangsung pada logam pelindung tersebut. Oleh karena logam pelindung teroksidasi, maka lama-kelamaan dapat habis dan harus selalu diganti dengan yang baru secara periodik.

          Begitulah cara-cara sederhana untuk mencegah adanya korosi atau perkaratan yang dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun hal ini juga menekankan bahwa perkaratan adalah suatu hal yang tidak terhindarkan. Cara pencegahan ini dilakukan hanya untuk memperpanjang masa keawetan benda (berbahan logam). Dengan begitu kita bisa lebih menjaga dan merawat barang-barang kita yang terbuat dari logam dan juga alangkah baiknya sebelum membeli barang yang berbahan logam atau besi, pilihlah dengan kualitas barang yang bagus dan terjamin.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.