Perkuat Digitalisasi SPBU, Pertamina Gandeng Microsoft - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Minggu, 10 Januari 2021 19:53 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Perkuat Digitalisasi SPBU, Pertamina Gandeng Microsoft

    Setelah menggandeng Telkom, Pertamina melanjutkan program transformasi digital dengan menggandeng Microsoft. Dengan kerja sama itu diharapkan keduanya dapat membangun komitmen mempercepat transformasi digital. Kerja sama juga bertujuan mewujudkan inovasi, efisiensi, serta keamanan data operasional perusahaan dari hulu hingga hilir.

    Dibaca : 1.167 kali

    Akhir-akhir ini Pertamina terus giat berbenah. Berupaya mengokohkan dirinya sebagai perusahaan yang melek teknologi dan selalu terdepan. Salah satu upaya untuk terus melangkah maju itu diwujudkan dengan meningkatkan teknologi. Pertamina memprioritaskan inovasi dan pelayanan sebagai ujung tombaknya. Salah satu bentuknya adalah digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

    Digitalisasi yang dimaksud itu adalah sebentuk sistem monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di setiap SPBU secara real-time. Hal itu dilakukan untuk peningkatan standar layanan dan operasional. Jadi sejak truk BBM mengisi tangkinya, sampai mengantarkannya ke SPBU dan mengisi tangki pendam, semua terpantau saat itu juga.

    Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan BBM, transaksi pembayaran di SPBU, serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi. Demikianlah cara yang dilakukan Pertamina agar amanat yang diberikan negara tepat sasaran. Jika ada kendaraan yang mestinya tidak mendapatkan subsidi, tapi malah mengantri di barisan BBM bersubsidi akan segera terpantau.

    Tentunya tidak hanya berhenti dalam pemantauan saja, sebab seluruh data digitalisasi tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang yang berfungsi sebagai pengawas. Pihak yang memantau itu adalah Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, serta BPH Migas.

    Jika sebelumnya Pertamina telah menggandeng Telkom untuk merealisasikan program itu, baru saja Pertamina melanjutkan program transformasi digital dengan menggandeng Microsoft. Sebagaimana diketahui, Microsoft adalah perusahaan global yang bergerak di bidang teknologi informasi. Dengan kerja sama itu diharapkan keduanya dapat membangun komitmen untuk mempercepat transformasi digital.

    Kerja sama dengan Microsoft telah dimulai sejak Pertamina dan Microsoft menandatangani nota kesepahaman untuk berkolaborasi, yang berlangsung pada tanggal 8 April 2020 lalu. Kerja sama itu sendiri dilakukan dalam rangka mewujudkan inovasi, efisiensi, serta keamanan data operasional perusahaan dari hulu hingga hilir. Kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan pokok-pokok kesepakatan atau HoA (Head of Agreement), antara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dengan President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee di Jakarta pada Jumat, 8 Januari 2021.

    “Pandemi Covid-19 telah menggeser perilaku konsumen dan semua lini bisnis. Situasi ini telah mengakselerasi proses digitalisasi untuk semua informasi dan teknologi komunikasi. Transformasi digital juga menjadi salah satu agenda strategis Pertamina di semua sektor dengan mengembangkan beberapa hal inti,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, sebagaimana dikutip Kontan, Jumat, 8 Januari 2021.

    Lebih jauh Nicke menegaskan beberapa hal yang akan dikembangkan, yang pertama, Horizontal Digital Transformation. Pada aspek ini, dibutuhkan konektivitas atau keterhubungan yang luas, serta proses integrasi di dalam perusahaan, yakni dalam Pertamina Value Chain dari Hulu hingga Hilir.

    Kedua, Solution Realtime Analytics Insight, yang bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat. Dengan cara itu suatu keputusan yang menentukan bisa dilakukan dengan segera. Sebab rantai prosesnya telah disederhanakan.

    “Contohnya solusi Predictive Maintenance di Upstream dan Refinery dapat menghitung ketidaknormalan di fase awal, sehingga pemeliharaan bisa segera dilakukan, untuk meningkatkan keandalan dan produksi,” tutur Nicke.

    Selanjutnya ada Realtime Monitoring Ship Movement yang merupakan teknologi untuk memaksimalkan waktu pengiriman. Dengan cara ini pengiriman dapat dilakukan dengan optimal, efisien dan tepat waktu. Teknologi tersebut diaplikasikan pada digitalisasi SPBU yang telah rampung. Dengan penerapan artificial intelligence dapat membantu Pertamina dalam memahami pelanggan dengan lebih baik. Kemudian dengan data-data itu Pertamina bisa berinovasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

    Ketiga, terdapat Digital Integration dalam semua level kerja yang bertujuan untuk melakukan peningkatan skill dan budaya kerja, serta untuk membentuk digital culture di semua level. Jika digital culture ini telah terbentuk, dengan sendirinya Pertamina akan semakin lincah dan efisien.

    Proses panjang transformasi Pertamina telah dilakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Dengan hadirnya Microsoft dalam gelanggang perubahan itu, jaminan kesuksesan program itu telah semakin kokoh. Profesionalisme dan akurasi Microsoft yang telah teruji waktu membuat program digitalisasi Pertamina diharapkan berjalan sesuai mestinya. Dan lebih jauh lagi, kesuksesan program itu akan semakin menguatkan Pertamina sebagai perusahaan dengan pelayanan kelas dunia.

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.