Demi Capai Tujuan Industri, Indonesia Harus Banyak Belajar - Analisa - www.indonesiana.id
x

sumber foto: liputan6.com

Sri Kandhi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2020

2 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Demi Capai Tujuan Industri, Indonesia Harus Banyak Belajar

    Ada banyak tujuan dari pembangunan industri. Namun, untuk mencapai salah satu tujuannya saja Indonesia sepertinya harus lebih banyak belajar dari para raksasa industri global. Berpindah dari negara agraris menjadi industri tidaklah mudah.

    Dibaca : 271 kali

    Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, India, Korea Selatan, dan Inggris. Ketujuh negara tersebut dijuluki publik sebagai raksasa industri. Untuk mendapatkan julukan atau predikat raksasa industri bisa dibilang tidak mudah. 

    Tiongkok salah satunya. Negeri Panda tersebut banyak membangun prasarana penunjang, mulai dari membuka industrial estate yang baik, membuka infrastruktur, hingga membagun asrama dengan fasilitas terbaik. Selain infrastruktur, Tiongkok juga memiliki peraturan yang memudahkan industri untuk berkembang, dari regulasi inilah yang Negeri Tirai Bambu tersebut mampu mengundang banyak investor. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia, Rahmat Gobel, mengatakan bahwa Tiongkok memberikan lampu hijau untuk investor asing menguasai 100 persen serta adanya kesepakatan mengenai upah karyawan tidak mengalami kenaikan selama lima tahun.

    Output dari industri manufaktur Tiongkok saja pada bulan Januari hingga Februari 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 35,1 persen. Pertumbuhan tersebut lebih cepat dari kenaikan 7,3 persen pada bulan Desember 2020 lalu. Jadi jangan heran ya bila tulisan “Made in China”  merajalela di Indonesia bahkan negara lainnya. 

    Dari data di atas kita bisa menyimpulkan bagaimana kehadiran industri dapat mengubah dunia. Industri bisa mengubah cara kerja manusia dari tradisional menjadi digitalisasi.

    Tidak hanya Rahmat Gobel, mantan wakil presiden Jusuf Kalla sempat mengatakan bahwa industri Indonesia harus belajar dari Tiongkok dan Singapura. 30 tahun lamanya waktu yang diperlukan oleh Tiongkok untuk mengubah merestorasi dari negara agraris menjadi negara industri. Indonesia mau tidak mau harus mengejar raksasa industri lainnya bila ingin lebih berkembang. 

    Belajar dari raksasa industri inilah, yang membuat pemerintah terus mendorong sektor atau kawasan industri sebagai penyelamat ekonomi negeri. Dari kawasan industri inilah kita dapat mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang bermanfaat. Sumber daya alam Indonesia melimpah, tenaga kerja juga tersedia banyak. Selain itu, peluang mendatangkan investasi dari luar negeri dalam bentuk kerjasama juga penting. Ketiga faktor ini membuktikan bahwa Indonesia seharusnya mampu mengembangkan industri yang berdikari. Tidak hanya berdiri di kaki sendiri, namun perlahan dan pasti, paradigma dari negara agraris menjadi industri terwujud.

    Negara mampu menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi warga negaranya maupun untuk luar negeri dengan harapan produk-produk lokal mampu bersaing dengan para raksasa industri global, inilah yang dimaksud dari tujuan pembangunan industri. 

    Sangat membanggakan kan, ketika generasi muda bangsa mampu memimpin industri yang berdikari dan menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas, maka siap-siap saja produk buatan Indonesia turut merajalela di dunia. Kalau menurutmu bagaimana?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.