x

sumber pixabay.com

Iklan

maulida arifatul munawaroh

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Februari 2021

Sabtu, 24 April 2021 06:29 WIB

Joki Berkedok Tutor?

Kondisi pada masa pandemi membuat para siswa kesulitan mempelajari berbagai mata pelajaran. Maka mencari guru les atau tempat Bimbingan Belajar (Bimbel) merupakan salah satu cara untuk mengurangi beban mereka. Namun, semakin berkembangnya zaman dan kemudahan yang didapat malah membuat mereka terlena dan memilih membayar lebih kepada tutor agar bisa mendapat nilai bagus dengan praktis dibanding harus belajar susah payah untuk memahami suatu ilmu.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mencari guru les atau tempat kursus adalah salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan pendidikan di masa pandemi. Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan kurang maksimalnya pembelajaran di masa pandemi. Permasalahan yang paling sering terjadi adalah pada cara guru dalam memberikan materi. Banyak yang belum mampu menyesuaikan diri dengan teknologi, terutama para guru yang sudah lanjut atau akan pensiun. Keluhan-keluhan yang sering dikatakan oleh siswa-siswi adalah banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan padahal mereka belum terlalu paham pada materi itu. 

Maka peran tutor dan bimbingan belajar sangat penting untuk beberapa orang tua dan siswa. Tutor bisa memberikan pemahaman lebih lanjut bahkan mampu meringankan beban tugas-tugas yang menumpuk tersebut dengan penjelasan yang bisa lebih dipahami siswa. 

Namun, kenyataan di lapangan sering berkata lain. Ternyata cukup banyak tutor nakal yang kurang memperhatikan pemahaman siswa, jadi mereka hanya membantu siswa-siswi mengerjakan soal-soal yang ada tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tidak hanya itu, pada beberapa kesempatan ditemukan pula joki berkedok tutor. Mirisnya lagi yang order tidak hanya siswanya, tetapi orang tua siswa-siswi juga. Alasannya bermacam-macam mulai dari sibuk, tidak begitu memahami materi, waktu yang diberikan terlalu singkat, dan lain-lain. 

Kecanggihan teknologi seharusnya mampu membantu siswa-siswi mengerjakan soal-soal dan tugas dengan lebih mudah. Namun, sayangnya sebagian dari mereka lebih memilih untuk menggunakannya pada hal-hal yang menurut mereka menyenangkan saja. 

Kesalahan tidak bisa dilimpahkan kepada siswa dan orang tua saja, tetapi para tutor dan pemilik tempat bimbingan belajar dan tempat kursus lain juga berperan dalam hal ini. Contoh kecil yang hampir sering terjadi setidaknya tiga tahun terakhir adalah maraknya tutor menjual jasanya untuk mengerjakan soal-soal latihan ujian untuk siswa kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA. Tentu secara finansial sangat menguntungkan bagi mereka. Tapi secara mental, para siswa terdidik menjadi pribadi yang kurang bertanggung jawab. 

Baru-baru ini di daerah Klaten mengadakan Ujian Akhir Semester atau Penilaian Akhir Semester untuk SMP kelas 9. Namun karena kondisi belum terlalu stabil, maka ujian dilakukan dengan sistem take home atau dikerjakan di rumah. Sudah sampai di penilaian akhir pun masih banyak siswa-siswi yang lebih memilih membayar tutor atau joki untuk mengerjakannya dibanding berusaha mengerjakan secara jujur dengan usaha sendiri. 

Padahal jika ditelaah kembali, sekolah didirikan untuk wadah mencari ilmu atau menambah ilmu. Nilai adalah sebuah acuan untuk mengetahui seberapa banyak ilmu yang telah diterima. Akan tetapi, semakin berkembangnya zaman semakin bergeser pula makna sekolah baik di mata siswa, orang tua, bahkan guru. Seolah semua hanya fokus pada hasil akhir yaitu nilai. Sehingga yang diuntungkan hanyalah tutor, joki, dan pemilik bimbel yang mana mereka adalah pihak luar dari dunia sekolah ini. 

Tutor tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena tujuan awal pasti adalah uang. Hal ini didukung oleh keadaan seperti pandemi. Selain itu, mereka juga hanya mengambil kesempatan yang lebih mudah di dapat dengan cara yang lebih praktis juga. 

Memang miris, tetapi itulah yang terjadi di masa ini. Pendidikan menjadi ladang bisnis. Ilmu menjadi tak sesakral dulu. Nilai bisa dibeli dengan mudah dan murah. 

Ikuti tulisan menarik maulida arifatul munawaroh lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler