Menemukan Makna Kehidupan di Air Terjun Dolo Besuki Kediri - Travel - www.indonesiana.id
x

Ketenangan salah satu relaksi yang bisa didapatkan saat berada di destinasi Air Terjun Dolo Besuki Kediri

elvano leo yordanes

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Desember 2019

Selasa, 1 Juni 2021 12:37 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Menemukan Makna Kehidupan di Air Terjun Dolo Besuki Kediri

    Destinasi Air Terjun Dolo Besuki Kediri merupakan salah satu destinasi yang bisa digunakan menjadi sarana relaksasi bagi wisatawan yang datang, artikel ini akan membahas mengenai sekelompok pemuda dan pemudi yang rindu dengan perjalan wisata karena kesibukan mereka, dan pada akrinya mereka bisa menemukan relaksasi di Destinasi Air Terjun Dolo Besuki.

    Dibaca : 381 kali

    Berangkat dengan beban kehidupan membuat kami merasa tak gentar untuk menemukan objek pemandangan yang cocok untuk mengatasi ini semua. Bermula dari perbincangan singkat setelah acara ibadah di Gereja Kristen Jawi Wetan Jemaat Padangan, dengan salah satu provokator utama yaitu bernama Kristin, celetuknya tanpa ragu “ ayok pergi ke alam, aku merasa penat dikarenakan tugas sekolah dan beberapa proker anggota sekolahku, yang membuat beberapa minggu belakangan ini selalu menghadap laptop hampir 12 jam sehari”, mendengar celotehan itu ternyata beberapa dari kami juga merasakan hal yang sama.

    Beberapa objek dan destinasi mulai diutarakan satu per satu agar didapatkan mufakat mengenai tujuan perjalanan kami, dengan aspek perbandingan berupa : harga, jangkauan transportasi keamanan dan kebutuhan objek yang kita butuhkan. Tak berselang lama kami sudah sepakat untuk melakukan perjalanan ke sebuah destinasi yang berada di wilayah Kediri dengan posisi lokasi lumayan memakan waktu perjalan, dikarenakan juga medan yang membuatkan kami harus “ngoyo” untuk bisa mencapai destinasi itu, kesepakatan ini didapatkan karena salah satu dari kami juga pernah mendatangi destinasi tersebut, oleh sebab itu pemaparannya membuat kami merasa yakin bahwa destinasi tersebut tepat untuk mengobati rasa penat dan sesak kami.

    Berhubung kami masih berusia sekitar 20 tahunan membuat rasa penasaran akan destinasi ini terus bergejolak dan kami terkesan terburu-buru untuk melakukan perjalanan tersebut, oleh sebab itu mengakibatkan kami kurang mempersiapkan secara matang, hanya dengan bermodalkan beberapa puluh rupiah dari setiap kantong kami. Tak berselang waktu panjang kami mulai berkumpul di salah satu rumah teman kami yaitu bernama Elvano, memang saat itu masih pada pukul 10:00 menjelang siang, akan kami perkirakan sampai di lokasi pada pukul 12:00 siang, waktu dua jam yang lumayan Panjang ketika berkunjung ke sebuah lokasi yang juga sama lokasinya dengan kota tempat kami tinggal, dikarenakan memang posisi lokasi destinasi tersebut tepat pada ujung bagian dari wilayah Kediri.

    Kami berenam sudah siap memulai perjalanan ini, tak lupa doa kami panjatkan agar kami selalu dilindungi oleh Tuhan agar selamat sampai tujuan dan pulang dengan selamat juga, sebelum berangkat tak lupa kami juga menyalakan ketiga motor kami agar mesin pun siap dengan medan yang akan kami lalui.

    Sinar terik matahari mulai kami rasakan, tetapi kami lawan dengan jiwa muda kami yang suka dengan tantangan, tak berselang lama kami mulai untuk naik motor dengan formasi satu motor dua orang, saat itu saya dengan partner saya bernama cantik, sosok lucu dan tidak bisa diam ketika diatas motor, memang benar satu jam berjalan di atas motor tidak terasa penat, karena celotehan kami berdua.

    Jalan kota Kediri saat itu sangat ramai sekali, karena mengingat hari itu ketika kami melakukan perjalanan adalah bertepatan dengan hari raya umat Muslim atau hari lebaran, setelah jalanan kota kami susuri, tak berselang lama kami mulai melewati kawasan hijau dan sejauh mata kami memandang adalah hamparan sawah dengan tanaman mayoritas adalah padi dan jagung, dengan itu maka kami sudah berada pada posisi Desa Selopanggung, yaitu kawasan dataran tinggi di wilayah Kabupaten Kediri.

    Jalanan hijau dan tanjakan penuh tantangan

    Posisi tanjakan dan tikungan tajam mulai kami rasakan, dengan posisi kendaraan yang kami tumpangi saat itu adalah berjenis kendaraan roda dua "matic", bisa dibayangkan betapa susahnya kendaraan kami menyusuri tanjakan dan tikungan pada saat perjalan ke destinasi tersebut, salah satu dari kami sempat beberapa kami mendinginkan mesin terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan kondisi yang prima dari kendaraan untuk dapat melanjutkan perjalanan,

    Permasalahan tidak hanya pada kondisi kendaraan kami yang bekerja keras, tetapi kami sendiri juga harus ekstra kerja keras dalam mengendarai roda dua kami, salah satu dari kami memberikan trik jitu agar roda dua kami bisa stabil dalam proses menyusuri medan ini, yaitu dengan cara membelak-belokan kendaraan, saya sendiri tidak mengerti kenapa alasannya, tetapi ketika dicoba memang kendaraan akan lebih mudang maju dan ringan ketimbang pada saat sebelum di belak-belokkan.

    Sampai pada ketinggian lebih dari 11 km kami mulai merasakan keanehan dengan pendengaran kami, secara pribadi aku merasakan ada yang menutupi telinga atau merasa tuli sejenak, ya seperti waktu naik pesawat saat di ketinggian gitu deh, cletuk si Cantik "Itu wajar saayy aku juga merasakan hal yang sama, btw lihat itu " Sambil berkata dan menunjukan jarinya ke arah samping, ternyata posisi kami saat itu sudah bisa melihat Kota dan Kabupaten Kediri dari ketinggian, sangat indah dan mempesona, terlihat jalanan dan rumah bangunan yang begitu sangat mungil.

    Rasa dingin dan sejuk mulai kami rasakan, sejenak batinku tersentuh, dikarenakan rindu menyatu dengan alam sudah lama sekali tidak aku alami, tetapi saat itu sejauh mata memandang hanyalah hamparan bukit hijau nan asri, aku sendiri cukup terpesona dengan ciptaan Tuhan ini. Ku harap semoga lahan hijau ini tetapi terjaga dengan baik.

    Tak berselang sekitar 2 jam lebih kami sampai pada puncak perbukitan yang ada di wilayah Kediri tersebut, dituliskan pada gapura "Selamat Memasuki Area Air Terjun Besuki", dengan hanya membayar Rp 6000 rupiah setiap orang dan Rp 2000 rupiah untuk parkir kendaraan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan maka kami dilakukan pengecekan suhu badan, bersyukur kami semua dapat masuk kawasan tersebut dengan baik dan aman.

    tangga perjuangan

    Kami pun bergegas turun dari motor dan melakukan pendinginan untuk tubuh kami, karena otot dan tulang cukup lelah karena perjalanan yang cukup panjang itu, setelah itu kami mencuci tangan sesuai proses dan langsung memasuki Destinasi Air Terjun Dolo Besuki. Tetapi perjalanan kami pun juga masih panjang, karena anak tangga yang cukup panjang akan kami lalui bersama.

    Ternyata benar-benar melelahkan dan cukup memakan banyak tenaga, sekitar lebih dari 2000 anak tangga harus kami susuri, sejenak kami berhenti dan istirahat untuk melemaskan kaki kami yang mulai bergetar karena kelelahan, saat itu kami benar-benar dalam kondisi yang cukup lemas, karena waktu sudah menunjukkan makan siang, rasa lapar dan haus menjadi tantangan kami.

    Air Terjun dengan suasana dinginnya

    Gemercik air yang mulai terdengar telinga kami membuat rasa semangat kami terpompa kembali, dengan sambutan suara hewan jangkrik dan sesekali terdengar kicauan burung jalak juga membuat kami merasa sangat nyaman, bahkan meskipun mata kami fokus pada anak tangga yang cukup licin, tetapi sesekali kami menikmati pemandangan bukit yang berada tepat di depan mata kami, hal-hal tersebut membuat kami juga merasa semangat kembali untuk berjalan dan menaiki anak tangga ini.

    Rasa penat, rasa lemas dan rasa lapar kami sudah dibayar lunas dengan pemandangan luar biasa yang ditampilkan oleh Air Terjun Dolo Besuki, pertama kali yang kami rasakan adalah rasa sejuk dengan terpaan angin membawa air yang mengenai wajah kami, rasa segar dan relaksasi kami rasakan, sejenak kami saat itu terdiam dan tanpa tutur kata sedikit pun. saat itu kami merasa sangat bersyukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan kesempatan yang indah ini kepada kami.

    Aktivitas kami saat itu adalah sejenak berdiam diri untuk melakukan relaksasi diri, secara pribadi saya memejamkan mata, menghirup oksigen yang sangat melimpah dan melakukan pengulangan menarik dan membuang nafas, saat itu saya merasa sangat lega, karena semua keringat kami sudah terbayar lunas. Banyak pelajaran yang saat itu yang saya dapatkan, yaitu bagaimana kita selalu yakin dan percaya bahwa dibalik perjuangan dan teriakan rasa sakit pasti Tuhan sudah menyiapkan hal yang terlampau indah untuk kita nikmati.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.