x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 28 Juni 2021 14:26 WIB

Kenapa Anak Harus Membaca Buku di Era Digital dan Saat Pandemi Covid-19?

Banyak anak keranjingan gawai atau gim online. Maka saatnya mengajak anak-anak membaca buku di rumah. Apa manfaatnya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Era digital, suka tidak suka, kian menjauhkan anak-anak dari buku bacaan. Anak-anak yang lebh senang bermain gim online. Atau asyik sendiri dengan gawai atau laptop. Tanpa kita tahu, apakah yang dilakukannya dengan perangkat digital itu positif atau negatif? Maka siapa pun, orang tua atau orang dewasa perlu menemani anak-anak saat ber-gawai, saat ber-digital.

Tapi untuk menjaga keseimbangan, cara terbaik dinamika era digital di anak-anak adalah dengan menyeimbangkan anak-anak untuk membaca buku. Selalu menyediakan waktu untuk anak membaca buku. Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang mulai menyasar kalangan anak-anak. Caranya, orang tua bisa membelikan buku bacaan. Atau bisa pula datang ke taman bacaan yang ada di dekat rumah. Tentu, menyuruh anak membaca buku tidak mudah. Butuh perjuangan, butuh kedisiplinan bahkan keteladanan.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kenapa anak-anak harus membaca buku di era digital?

Karena membaca buku memberikan banyak manfaat. Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak menyebutkan ada tujuh manfaat yang bisa diperoleh saat membaca buku. Tujuh manfaat membaca buku bagi anak-anak, antara lain: 

Pertama, memperkaya pengetahuan dan wawasan. Karena setiap buku berisikan pengetahuan atau wawasan yang dapat memperkaya khasanah keilmuan anak-anak. 

Kedua, mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Karena membaca buku mampu memacu daya imajinasi dan kreativitas yang terus bertambah akibat rasa ingin tahu yang lebih tinggi.

Ketiga, menambah rasa percaya diri. Karena membaca buku mampu menambah sikap percaya. Terbatasnya pengetahuan dan wawasan adalah sebab rendahnya sikap percaya diri.

Keempat adalah meningkatkan budaya baca. Karena membaca buku bisa menjadi budaya anak-anak, sehingga memiliki perilaku untuk memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku.

Kelima, menambah kosakata baru.  Karena dengan membaca buku, anak-anak akan memperoleh berbagai kosakata baru yang berguna untuk keterampilan komunikasi, baik lisan maupun tulisan.

Keenam, meningkatkan keterampilan komunikasi. Karena makin banyak membaca buku dan makin banyak kosakata yang dikuasai, maka makin mudah dan terampil dalam komunikasi.

Ketujuh, menyelamatkan masa depan anak-anak. Karena anak-anak yang membaca buku akan lebih mampu bersaing dan bekerja ketika dewasa, sehingga mampu mempersiapkan masa depan lebih baik.

 

Sebagai informasi saja, di TBM Lentera Pustaka, saat ini ada 168 anak-anak usia sekolah dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya) yang rutin membaca buku di taman bacaan seminggu 3 kali. Kini mereka terbiasa membaca habis 5-8 buku per minggu per anak. Padahal sebelumnya, mereka anak-anak yang tidak memiliki akses buku bacaan. Tidak ad ataman bacaan sebelumnya. Maka angka putus sekolah pun tinggi. Tingkat Pendidikan masyarakat-nya 81% sebatas SD. Karena itu, membaca buku bagi anak-anak menjadi penting.

 

Jadi, membaca buku sangat penting untuk anak-anak. Apalagi di tengah ancaman era digital yang kian masif. Maka harus ada kontrol terhadap anak-anak. Agar mau membaca buku, bukan hanya bermain gawai atau gim online.  Karena dengan membaca buk, anak-anak akhirnya mampu memahami dunia yang terus berubah, memperluas kekuatan imajinasi, dan meningkatkan pemikiran kreatif. Dan pada akhirnya, anak-anak pun menjadi lebih literat. Lebih memahami realitas kehidupan yang ada di sekitarnya. Salam literasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler