Dandim 0815 Bersama Kapolres & Bupati Mojokerto Tinjau PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815 bersama Kapolres dan Bupati Mojokerto saat meninjau PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo, Bangsal Mojokerto

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 30 Juni 2021 19:54 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Dandim 0815 Bersama Kapolres & Bupati Mojokerto Tinjau PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo

    Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, S.H., bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H., dan Bupati Mojokerto dr. Hj, Ikhfina Fahmawati, M.Si., meninjau Posko PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokero, Jawa Timur.

    Dibaca : 539 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mojokerto, - Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, S.H., bersama Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H., dan Bupati Mojokerto dr. Hj, Ikhfina Fahmawati, M.Si., meninjau Posko PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokero, Jawa Timur, Senin (28/06/2021) sore.

     

    Kegiatan peninjauan Posko PPKM tersebut, dilakukan Forkopimda Kabupaten Mojokerto, usai mendampingi kegiatan peninjauan vaksinasi massal oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Alfinta, di Mapolres Mojokerto, Mojosari.

     

    Pantauan di lapangan, saat di Posko PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo, Dandim 0815 bersama Kapolres dan Bupati Mojokerto memantau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi warga setempat.  Pada kesempatan tersebut Forkopimda Kabupaten Mojokerto juga menyerahkan bantuan paket Sembako bagi warga.

     

    Dandim 0815 Bersama Kapolres & Bupati Mojokerto Tinjau PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo

     

    Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, S.H., yang juga Wakil Ketua I Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, saat di lokasi mengatakan, pemerintah dengan didukung TNI-Polri melaksanakan program vaksinasi massal dengan tujuan membentuk kekebalan komunal sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

     

    Dengan adanya lonjakan angka terkonfirmasi Covid-19 beberapa hari lalu, Forkopimda Kabupaten Mojokerto turun langsung melakukan pengawasan pelaksanaan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

     

    Dandim 0815 Bersama Kapolres & Bupati Mojokerto Tinjau PPKM Berskala Mikro Desa Mejoyo

     

    “Vaksinasi massal dan pengetatan PPKM Mikro ini sebagai salah satu upaya untuk menekan angka sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sekaligus mencegah terjadinya lonjakan susulan di wilayah Mojokerto,” ujarnya.

     

    Tampak hadir dalam kegiatan, antara lain Camat Bangsal Sugeng Nuryadi, S.I.P., MM., Pgs Danramil 0815/10 Bangsal Lettu Inf Akhmad Rifa’i, Kapolsek Bangsal AKP Suwiji, S.H., Kepala UPT Puskesmas Bangsal dr. Ulfa Kurniasari, Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Bidan Desa setempat.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.