Ringankan Beban Masyarakat Di Masa PPKM Darurat, TNI-Polri Di Mojokerto Gelontorkan Bansos - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., bersama Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H., saat menyerahkan Bansos secara simbolis kepada perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 17 Juli 2021 06:41 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Ringankan Beban Masyarakat Di Masa PPKM Darurat, TNI-Polri Di Mojokerto Gelontorkan Bansos

    TNI-Polri di Mojokerto menggelar Apel Gabungan dalam rangka pendistribusian bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak situasi PPKM Darurat. Apel tersebut berlangsung di Mapolres Mojokerto Jalan Gajah Mada Nomor 99, Mojosari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur

    Dibaca : 415 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mojokerto, - TNI-Polri di Mojokerto menggelar Apel Gabungan dalam rangka pendistribusian bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak situasi PPKM Darurat. Apel tersebut berlangsung di Mapolres Mojokerto Jalan Gajah Mada Nomor 99, Mojosari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jum’at (16/07/2021) sore.

     

    Apel gabungan dipimpin Kapolres Mojokerto AKPB Dony Alexander, S.I.K., M.H., dan Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., serta diikuti Wakapolres Mojokerto Kompol Ridho Tri Putranto, S.H., S.I.K., M.Si, beserta para PJU Polres Mojokerto dan PJU Kodim 0815/Mojokerto. Tampak pula para Danramil dan Kapolsek jajaran serta para Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

     

    “Hari ini kami dari Polres Mojokerto bersama Kodim 0815/Mojokerto melaksanakan apel gabungan dalam rangka membagikan Bansos PPKM Darurat yang dikhususkan bagi masyarakat yang terdampak dalam situasi pandemi ini,” kata Kapolres Mojokerto AKPB Dony Alexander, S.I.K., M.H., saat diwawancarai media usai apel gabungan.

     

    Ringankan Beban Masyarakat Di Masa PPKM Darurat, TNI-Polri Di Mojokerto Gelontorkan Bansos

     

    Masih kata Kapolres, untuk jumlah Bansos yang akan digelontorkan sebanyak 53 ton beras, ada juga sebagian obat-obatan dan vitamin. Kegiatan ini dipelopori Panglima TNI dan Kapolri bersama Pangdam dan Kapolda. Untuk kami dari Polri dan TNI yang ada di Kabupaten Mojokerto, yakni Polres dan Kodim bersinergi dalam rangka membagikan Bansos tepat guna tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak dalam situasi Pandemi khususnya dalam kegiatan PPKM Darurat ini.

     

    Masih lanjutnya, warga masyarakat yang terdampak dan berkebutuhan nantinya akan kita sasar dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas dan rekan-rekan Babinsa, bersinergi untuk nantinya masuk ke pelosok-pelosok desa dan juga di wilayah-wilayah kecamatan.  Sehingga para Kapolsek dan para Danramil juga hadir di sini untuk bersinergi agar nantinya sedikit bisa mengurangi beban masyarakat terkait dengan situasi pandemi ini.   

     

    Ringankan Beban Masyarakat Di Masa PPKM Darurat, TNI-Polri Di Mojokerto Gelontorkan Bansos

     

    Ketika ditanya mekanismenya, Kapolres menjelaskan, data sudah dikantongi para Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kami juga nanti selaku pribadi Kapolres dan Pak Dandim akan turun memantau kegiatan per kegiatan,  nanti juga Danrem juga akan memantau dan juga mengawasi kami semuanya, semua ini dilakukan agar bantuan ini tepat sasaran, setidak-tidaknya bisa mengurangi beban masyarakat dalam situasi PPKM Darurat ini. Karena bagaimanapun juga masyarakat harus kita jaga, kondisi kesehatannya kita jaga agar nantinya tidak berkesusahan dalam situasi pandemi sesuai dengan arahan Bapak Presiden.

     

    Sementara itu, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., menambahkan, pemberian Bansos ini diharapkan bisa sampai kepada masyarakat yang sangat sangat membutuhkan, yang terkena dampak langsung dari kegiatan PPKM Darurat. “Bansos ini manfaatnya sangat besar, bisa mengatasi kesulitan rakyat dan masyarakat kita yang ada di sekitar kita khususnya di wilayah Mojokerto”, ujarnya.

     

    Ringankan Beban Masyarakat Di Masa PPKM Darurat, TNI-Polri Di Mojokerto Gelontorkan Bansos

     

    Dandim berharap, para Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bekerja langsung dalam pemberian Bansos ini, betul-betul bisa memberikan tepat sasaran, tepat guna sehingga bisa dirasakan masyarakat di wilayah Mojokerto.  “Kerja sama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini sangat diperlukan, karena kita di sini bukan mencari siapa yang menang, siapa yang banyak, siapa yang dapat, tetapi kita bersatu, bersama untuk mensukseskan kegiatan yang dicanangkan negara, yang dipelopori Panglima TNI dan Kapolri sehingga bisa bermanfaat betul dan berdampak yang sangat-sangat dirasakan bagi masyarakat di wilayah Mojokerto,” tuturnya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.