Kejar Target, Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya Sasar Wilayah Pacet - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Suasana pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Kodim 0815/Mojokerto di Makoramil 0815/16 Pacet, Kabupaten Mojokerto

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 23 Juli 2021 17:00 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Kejar Target, Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya Sasar Wilayah Pacet

    Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya di wilayah Kodim 0815/Mojokerto kali ini, menyasar wilayah Kecamatan Pacet, mengerahkan Nakes dari Denkesyah 05.04.02 Mojokerto bekerjasama dengan Nakes dari UPT Puskesmas Pacet Dinkes Kabupaten Mojokerto.

    Dibaca : 335 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mojokerto, - Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., memantau langsung kegiatan Serbuan Vaksinasi Covid-19 Kodam V/Brawijaya di Makoramil 0815/16 Pacet Desa/Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (20/07 /2021) siang.

     

    Kegiatan tersebut juga dipantau langsung Ketua Tim Peninjauan PPKM Darurat Kodam V/Brawijaya Kolonel (Mar) Sugiharto beserta Tim, Bupati Mojokerto dr. Hj. Ikhfina Fatmawati, M.Si, dan Wabup Mojokerto H. Muammad Al Bara, Lc., M.Hum selaku Dewan Pimpinan ASC Foundation.

     

    Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya di wilayah Kodim 0815/Mojokerto kali ini, menyasar wilayah Kecamatan Pacet, mengerahkan Nakes dari Denkesyah 05.04.02 Mojokerto bekerjasama dengan Nakes dari UPT Puskesmas Pacet Dinkes Kabupaten Mojokerto.

     

    Kejar Target, Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya Sasar Wilayah Pacet

     

    Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., saat di lokasi kegiatan, mengatakan, Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya di wilayah Kodim 0815/Mojokerto ini, bertujuan untuk percepatan vaksinasi bagi kalangan masyarakat demi terwujudnya kekebalan kelompok atau komunal.

     

    “Vaksinasi ini dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kekebalan komunal atau kelompok (herd immunity) khususnya di wilayah Mojokerto," kata Dandim 0815.

     

    Kejar Target, Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya Sasar Wilayah Pacet

     

    Pantauan di lapangan, dari 266 masyarakat yang mendaftar pada vaksinasi tersebut, hanya 253 orang yang berhasil divaksin sementara 13 orang lainnya berhalangan atau tertunda karena kondisi kesehatan.

     

    Tampak pula Dandenkesyah Mojokerto Letkol Ckm Purwoto, S.T., Kabid P2M Dinkes Kabupaten Mojokerto dr. Langit Krisna Janitra selaku Ketua Tim Tracing Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, para Danramil jajaran dan Perwira Staf Kodim 0815.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.