Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya di Mojokerto Gunakan Vaksin Merah Putih - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Serbuan Vaksin Kodam V/Brawijaya di Ponpes Fatchul Ulum, Pacet Kabupaten Mojokerto dipantau langsung Dandim 0815/Mojokerto dan Bupati Mojokerto

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 1 September 2021 10:31 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya di Mojokerto Gunakan Vaksin Merah Putih

    Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., saat ditemui awak media di lokasi kegiatan, mengatakan, Serbuan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kodim 0815/Mojokerto ini merupakan program Pemerintah melalui Panglima TNI dan didistribusikan ke Kodam V/Brawijaya untuk selanjutnya dilakukan serbuan vaksin ke pondok pesantren di Jawa Timur, termasuk wilayah Mojokerto

    Dibaca : 261 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mojokerto, - Serbuan Vaksin Kodam V/Brawijaya bagi kalangan santri di wilayah Kodim 0815/Mojokerto hingga kini masih berlangsung. Kali ini, serbuan vaksin digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Fatchul Ulum, Desa Pacet, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Selasa (31/08/2021).

     

    Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Beni Asman, S.Sos., M.H., saat ditemui awak media di lokasi kegiatan, mengatakan, Serbuan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kodim 0815/Mojokerto ini merupakan program Pemerintah melalui Panglima TNI dan didistribusikan ke Kodam V/Brawijaya untuk selanjutnya dilakukan serbuan vaksin ke pondok pesantren di Jawa Timur, termasuk wilayah Mojokerto.

     

    Ditegaskannya, Kodim 0815/Mojokerto mendapat alokasi vaksin untuk para santri sejumlah 9.678 dosis. “Untuk vaksinasi para santri dan keluarga besar pondok pesantren menggunakan vaksin merah putih," katanya.

     

    Vaksinasi Covid-19 di lingkungan Ponpes dengan tujuan meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh para santri dan keluarga besar Ponpes, dan dalam jangka panjang dimaksudkan untuk mempercepat terwujudnya kekebalan komunal atau herd immunity.   

     

    Pada kesempatan tersebut, Dandim memberikan motivasi kepada para santri Ponpes Fatchul Ulum untuk tetap semangat dalam belajar dan menuntut ilmu sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud. “Teruslah belajar dan berjuang demi masa depan,” ujarnya menyemangati para santri.

     

    Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya Di Wilayah Kodim 0815/Mojokerto Gunakan Vaksin Merah Putih

     

    Sementara itu, Pimpinan Ponpes Salafiyah Safi’iyah Fatchul Ulum, Pacet, KH. Muslich Abbas, S.H., mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0815/Mojokerto yang telah menggelar serbuan vaksin bagi para santri Ponpes Fatchul Ulum. “Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi amal saleh dan mendapat ridlo-Nya serta menjadi petunjuk menuju jalan Allah SWT”, ujarnya.

     

    Pantauan di lapangan, kegiatan vaksinasi di Ponpes Fatchul Ulum ini, juga ditinjau Bupati Mojokerto, dr. Hj. Ikhfina Fahmawati, M.Si. Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan, saat ini virus Covid-19 belum ada obatnya, maka untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran terhadap Virus Covid-19 kita harus divaksinasi agar tubuh kita membentuk antibodi terhadap Virus Covid-19 tersebut.

     

    Harapan pemerintah, lanjut Bupati, semua warga negara Indonesia termasuk para santri Ponpes harus divaksinasi sehingga memiliki antibodi kekebalan tubuh terhadap penyebaran covid-19 sehingga tidak ada lagi yang sakit maupun terpapar akibat Virus Covid-19.

     

    Masih pantauan di lapangan, kegiatan vaksinasi dosis pertama di Ponpes Fatchul Ulum yang mencapai 288 dosis ini, disaksikan Forpimka dan Kepala UPT Puskesmas Pacet. Sementara vaksinator berasal dari DKT Denkesyah Mojokerto dan UPT Puskesmas Pacet serta Tim Pendukung dari Kodim 0815/Mojokerto dan Korem 082/CPYJ.

     

    Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya Di Wilayah Kodim 0815/Mojokerto Gunakan Vaksin Merah Putih

     

    Masih di wilayah Kodim 0815/Mojokerto, kegiatan Serbuan Vaksinasi Kodam V/Brawijaya juga berlangsung di Makoramil 0815/08 Dawarblandong dengan menggandeng UPT Puskesmas Dawarblandong sebagai vaksinator. Vaksinasi diberikan kepada para Santri Ponpes Hidayatul Mubtadin, Desa Bangeran dan santri dari Ponpes lainnya. Capaian vaksin bagi santri di wilayah utara Sungai Brantas siang tadi mencapai 100 dosis.

     

    Ditambahkan Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Herman Hidayat, serbuan vaksin Kodam V/Brawijaya di wilayah Kodim 0815/Mojokerto hingga hari ini sudah mencapai 5.596 dosis dari 9.678 dosis yang dialokasikan.

     

    Sebelumnya, lanjutnya, Senin (30/08) serbuan vaksin juga menyasar santri Ponpes Salafiyah Safiiyah Desa Klinterejo, Sooko, sebanyak 588 dosis dan pada Ahad (29/08) serbuan vaksin juga menyasar santri Ponpes Darul Hikam Desa Tambakagung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, dengan capaian 284 dosis. 

     

    “Dari sisa target yang ada, akan dilaksanakan serbuan vaksin ke sejumlah pondok lainnya setiap hari sampai dengan alokasi vaksin habis terpakai. Sasaran berikutnya sejumlah Ponpes di wlayah Mojosari, Jatirejo, Pacet, Puri dan Sooko,, tuturnya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.