Sangat Langka, Penghargaan Pihak Swasta ke Pegiat Literasi Taman Bacaan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 16 September 2021 17:46 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Sangat Langka, Penghargaan Pihak Swasta ke Pegiat Literasi Taman Bacaan

    Penghargaan pihak swasta ke pegiat literasi atau taman bacaan bisa dibilang langka. 31 Guardian Wonderful People sebagai angin segar taman bacaan

    Dibaca : 320 kali

    Dukung penulis indonesiana

    Apresiasi dan penghargaan kepada pegiat literasi atau aktivis taman bacaan di Indonesia boleh jadi barang langka. Bahkan hamper tidak ada, selain penghargaan secara rutin yang digelar instansi pemerintah sepertii Perpusnas Ri atau Kemdikbud RI. Tapi tahun 2021 ini, angin segar pun berhembus ke taman bacaan. Alhamdulillah, ajang penghargaan "31 Guardian Wonderful People tahun 2021" dari Guardian Indonesia memilih Syarifudin Yunus, pegiat literais dan pendiri TBM Lentera Pustaka sebagai salah satu penerima dari 31 penerima Wonderful People. Selain atlet olimpiade, tenaga media,pegiat lingkungan, siswa berprestasi, animal rescuer, guru dan sebagainya. Kali ini ada kategori pegiat literasi dan pendiri taman bacaan. Sungguh patut diapresiasi.

     

    Penghargaan bertajuk “Guardian 31 Wondeful People”. Apresasi ini diberikan kepada 31 orang yang dianggap luar biasa dalam memberi inspirasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia. Setelah melalui seleksi dan otoritas penuh panitia, Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan “”Guardian 31 Wonderful People” yang akan digelar pada Selasa, 23 September 2021 di Bintaro Jakarta.

     

    Terpilihnya Syarifudin Yunus didasari pada inisiatif dan kontribusinya dalam mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu kaki Gunung Salak Bogor pada tahun 2017 untuk membangun aktivitas giat membaca anak-anak dari kalangan tidak mampu dengan tingkat putus sekolah tergolong tinggi, mencapai 81%. Sekaligus kegiatan berantas buta aksara secara rutin. Selain menjadi dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI, Syarifudin Yunus yang bertempat tinggal di Jakarta setiap hari Minggu dapat ke Bogor untuk membimbing anak-anak yang membaca dan kaum ibu buta huruf untuk belajar baca tulis. Semua dilakukannya dengan sepenuh hati untuk meningkatkan partisipasi pendidikan dan gerakan literasi masyarakat di Kabupaten Bogor.

     

    Guardian Indonesia sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan kesehatan dan kecantikan masyarakat Indonesia merasa terpanggil untuk mendukung 31 orang yang luar biasa untuk terus berkiprah dan berkontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia sesuai dengan bidangnya. Agar lebih dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia, di samping berbagi inspirasi yang positif dan bermanfaat untuk sesama.

     

    Apresiasi sebagai “31 Wonderful People” dari Guardian Indonesia ini pun kian memberi energi kepada Syarifudin Yunus untuk terus menjalankan program-program yang telah dirintis bersama TBM Lentera Pustaka. Seperti Taman BAcaan (TABA) yang kini memiliki 168 anak pembaca aktif yang terbiasa membaca 5-10 buku per minggu. Selain itu, TBM Lentera Pustaka pun menjalankan program lainnya seperti 1) Gerakan BERantas BUta aksaRA (Geberbura) dengan 9 warga belajar, 2) Kelas PRAsekolah (Kepra) dengan 21 anak, 3) YAtim BInaan (Yabi) dengan 16 anak yatim, 4) JOMpo BInaan (Jombi) dengan 8 lansia, 5) Koperasi Lentera dengan 20 anggota, 6) RAjin menaBUng (RABU), 7) DONasi BUKu, dan 8) LITerasi DIGital, dan 9) Difabel dengan 3 anak.

     

    Terpilihnya Pendiri TBM Lentera Pustaka dalam “31 Wonderful People” pun menegaskan penghargaan yang luar biasa untuk taman bacaan dan gerakan literasi di Indonesia. Karena selama ini, taman bacaan dianggap “jalan sunyi” kebaikan yang tidak banyak dilakoni banyak orang. Penghargaan ini, tentu selain pengakuan pihak ketiga terhadap gerakan literasi yang lebih berdaya juga menjadi angin segar aktivis taman bacaan.

     

    Apresiasi ini adalah bukti proses kebaikan yang dijalani tidak akan pernah mengkhianati hasil. Selagi bermanfaat untuk orang lain. Salam literasi. #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #PegiatLiterasi #KampungLiterasiSukaluyu



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.