Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs guna Menyejajarkan Indonesia dengan Negara-negara Maju di Dunia - Analisis - www.indonesiana.id
x

26_Putri Kirana Agrita Utami

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Kamis, 7 Oktober 2021 11:38 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs guna Menyejajarkan Indonesia dengan Negara-negara Maju di Dunia

    Suistanable Development Goals berisi tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh Indonesia. Namun, untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut diperlukan dukungan dan partisipasi oleh seluruh komponen masyarakat, termasuk mahasiswa. Bagaimana peran mahasiswa dalam membantu pelaksanaan SDGs di Indonesia?

    Dibaca : 281 kali

    Saat ini Indonesia sedang gencar berjuang untuk memanifestasikan suatu target dari aksi pembangunan yang berkelanjutan atau dapat disebut dengan Suistainable Development Goals (SDGs). SDGs sendiri merupakan suatu rancangan pembangunan global yang telah dibuat, disetujui, dan disahkan oleh kurang lebih 193 perwakilan negara yang hadir pada Agenda di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 2015. SDGs dibuat dengan tujuan untuk mengatasi segala masalah dan krisis yang ada di negara.

    Selain untuk mengatasi segala bentuk masalah dan krisis yang terjadi, penyongsongan SDGs juga dilakukan guna menyepadankan Indonesia dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan lain sebagainya.  Untuk mendukung dan mencapai target SDGs tersebut tentu saja tidak terlepas dari fungsi atau peran serta seluruh komponen masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa. Mahasiswa sebagai penerus bangsa, agen perubahan, dan pengontrol sosial bertugas untuk menggerakkan masyarakat dan membawa negara ini ke masa depan yang lebih baik. Sehingga sangat diharapkan mahasiswa dapat menunjukkan perannya dalam menyongsong SDGs di Indonesia.

     

    Tujuan Suistainable Development Goals (SDGs)

    Tentu saja menjadi sebuah pertanyaan mengapa kesepakatan pembangunan global tersebut dibuat dan apa yang menjadi dasar tujuannya. Tujuan utama dibentuknya SDGs ini adalah untuk mengatasi, mengurangi, dan menghapus krisis-krisis yang terjadi di seluruh negara secara universal, seperti krisis sosial, krisis ekonomi, krisis lingkungan, krisis di bidang kesehatan dan sumber daya, dan lain-lain. Millenium Development Goals (MDGs) merupakan rencana pembangunan sebelumnya, dan SDGs berbeda atau berlainan dengan rancangan MDGs tersebut. MDGs telah berakhir pengimplementasiannya pada akhir 2015 dan sasarannya adalah negara-negara berkembang saja, sedangkan SDGs memiliki sasaran yang lebih luas dan universal. SDGs juga disebut sebagai wujud pengganti dan penyempurnaan dari MDGs yang dalam pelaksanaannya akan melanjutkan beberapa agenda MDGs yang belum tercapai.

    SDGs yang telah menjadi kesepakatan pembangunan global mulai tahun 2015 tersebut memiliki 17 tujuan dan 169 target untuk 15 tahun selanjutnya hingga tahun 2030.  Tujuan dan target yang telah ditetapkan tersebut digunakan setiap negara sebagai pacuan untuk merealisasikan pembangunan yang berkelanjutan, begitu pula dengan Indonesia yang juga bekerja keras untuk turut berkontribusi penuh mewujudkan SDGs di negaranya. Adapun 17 tujuan dari SDGs tersebut meliputi; (1) Pengakhiran kemiskinan; (2) Penyelesaian masalah kelaparan sehingga mencapai ketahanan pagan serta nutrisi dengan mendukung pertanian yang berkelanjutan; (3) Pembangunan kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera; (4) Penyediaan pendidikan yang inklusif dan berkualitas; (5) Penyetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; (6) Pemastian ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi seluruh masyarakat; (7) Penyediaan energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat; (8) Penyediaan pekerjaan yang layak demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi; (9) Pembangunan infrastruktur dan industrialisasi inklusif, serta pengembangan inovasi; (10) Pengurangan ketimpangan di dalam negara maupun antar negara; (11) Pembangunan kota dan komunitasnya yang terjaga, kukuh, dan berkesinambungan; (12) Pemastian terjadinya pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan; (13) Penanganan perubahan iklim dan dampaknya; (14) Pengontrolan beserta penjagaan terhadap ekosistem laut dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkesinambungan; (15) Perlindungan dan penggunaan ekosistem darat secara berkelanjutan; (16) Penyediaan akses terhadap keadilan dan pembangunan lembaga-lembaga yang efektif demi mewujudkan perdamaian di tengah masyarakat; (17) Peneguhan kemitraan global untuk mencapai matlamat pembangunan yang kontinu.

     

    Masalah-masalah dalam Mewujudkan SDGs

    Dari tujuan-tujuan SDGs tersebut, masih begitu banyak tujuan yang belum dapat direalisasikan. Ditambah lagi karena masa pandemi yang belum berakhir, maka semakin susah tujuan SDGs untuk diwujudkan dan semakin banyak pula upaya dan usaha yang diperlukan. Pada tahun 2020, Indonesia mendapatkan indeks total sebesar 65,3 dan berhasil menempati peringkat ke-101 dari 166 negara dalam pemeringkatan SDGs. Namun, peringkat tersebut dinilai masih kurang dan tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya (Amin, 2020).

    Salah satu masalah yang masih menghambat kemajuan pelaksanaan SDGs di Indonesia adalah adanya ketimpangan atau kesenjangan yang terjadi di Indonesia, baik di dalam negara maupun antar negara. Bank Dunia mencatat jika pertumbuhan ekonomi Indonesia pada jangka waktu 2005-2015 dianggap hanya menguntungkan bagi 20% warga terkaya, dan 80% warga sisanya masih tertinggal. Selain itu, permasalahan kemiskinan yang masih sangat mengkhawatirkan juga belum bisa sepenuhnya dicari titik terang untuk mengatasinya. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kemiskinan di Indonesia pada Juli 2021 yang besarnya mencapai 10,14% atau sebanyak 27,54 juta penduduk Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2021), angka tingkat kemiskinan di Indonesia pada bulan Juli 2021 tersebut telah meningkat dibandingkan dengan tingkat kemiskinan di Indonesia pada bulan September 2019 yang sebesar 9,22% atau sebanyak 24,8 juta penduduk.

    Selain masalah-masalah yang telah dipaparkan di atas, sebenarnya masih banyak lagi masalah dan krisis yang dialami oleh Indonesia. Penanganan masalah-masalah yang terjadi pun belum maksimal dan banyak pula masalah di negara ini yang belum dapat diatasi dan ditemukan jalan keluarnya. Perkara dan situasi itulah yang membuat Indonesia sulit untuk disejajarkan dengan negara-negara maju yang memiliki solusi dan cepat tanggap dalam mengatasi masalah dan krisis di negaranya

     

    Peran Mahasiswa dalam Melaksanakan dan Mencapai Tujuan SDGs

    Maka dari itulah, pelaksanaan SDGs harus didorong lebih keras lagi. Diperlukan pula dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia agar tujuan dan target SDGs dapat tercapai. Untuk membuat masyarakat luas mau ikut melaksanakan SDGs, maka diperlukan peran dari mahasiswa. Mahasiswa disini dapat berperan sebagai media perantara pemerintah dan masyarakat yang lebih luas, pelopor dan penggerak masyarakat untuk turut ikut andil dalam melaksanakan SDGs, pencipta inovasi-inovasi baru yang dapat mempermudah kegiatan dan mengatasi masalah, serta dapat juga berperan sebagai pelaksana dalam mewujudkan SDGs itu sendiri.

    Salah satu contoh bentuk peran yang dapat dilakukan mahasiswa adalah dengan memberikan pemahaman serta menyalurkan informasi dan edukasi lebih dalam lagi mengenai SDGs kepada masyarakat yang lebih luas. Hal ini dapat dilakukan mahasiswa dengan melakukan kampanye, penyuluhan, ataupun webinar yang temanya berkaitan dengan SDGs. Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut, maka pemahaman dan informasi yang berkenaan dengan pengertian SDGs dan kebijakan serta usaha pemerintah mengenai SDGs dapat disampaikan dan diketahui lebih dalam lagi oleh masyarakat sehingga dapat menyadarkan dan membuat masyarakat lebih aktif berpatisipasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia. Dengan begitu pula, mahasiswa dapat menjalankan perannya sebagai penggerak masyarakat dan sebagai media perantara antara pemerintah dan masyarakat luas.

    Contoh lain dari peran mahasiswa dalam menyongsong SDGs adalah dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat sehingga mahasiswa dapat melakukan pemberdayaan masyarakat serta menolong masyarakat di lingkup tertentu denga memberi bantuan dalam menangani permasalahan yang terjadi, misalnya masalah yang terjadi di suatu desa.  Sebut saja jika di suatu desa terjadi masalah kekurangan air bersih, maka mahasiswa dapat membantu masyarakat dengan membuat bak penampung air hujan dan membuat alat filter air. Mahasiswa juga dapat memberi edukasi dan mengajak masyarakat desa agar melaksanakan aksi penghematan penggunaan air bersih. Selanjutnya, mahasiswa juga dapat melakukan pengabdian masyarakat dengan secara sukarela mengajar anak-anak yang tidak bisa sekolah karena keadaan. Dengan kegiatan dan usaha yang dilakukan mahasiswa tersebut, maka mahasiswa telah membantu untuk mengatasi masalah penyediaan air bersih dan masalah Pendidikan yang terjadi di Indonesia.

    Peran mahasiswa selanjutnya adalah dengan turut menciptakan, mengutarakan, dan mengembangkan inovasi-inovasi yang dimilikinya demi mewujudkan usaha SDGs yang lebih efektif. Contohnya adalah mahasiswa dapat menciptakan suatu ide atau inovasi berupa alat atau metode agar proses pertanian dapat dilakukan dengan lebih efesien sehingga ketahanan pangan di Indonesia dapat tercapai. Mahasiswa juga mampu berperan untuk mengembangkan inovasinya agar dapat menghasilkan suatu produk dan mendirikan bisnis sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat. Dengan begitu, mahasiswa secara tidak langsung dapat perlahan-lahan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan banyaknya kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

    Mahasiswa juga dapat menunjukkan perannya dalam menyonsong SDGs dengan belajar pengetahuan-pengetahuan baru dan melaksanakan SDGs tersebut mulai dari dirinya sendiri. Mahasiswa harus aktif berpartisipasi dalam mendukung dan melaksanakan program SDGs ini. Mahasiswa juga harus dengan cakap mengamati dan menanggapi isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat serta mengutarakan pendapatnya dan memberikan saran jika dirasa kebijakan pemerintah ada yang tidak sesuai dan kurang baik jika diterapkan bagi masyarakat.

     

    Jadi dapat disimpulkan jika SDGs dibuat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan mengatasi segala masalah serta krisis yang terjadi di suatu negara. Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak ditemukan masalah-masalah yang dapat menghalangi tercapainya tujuan SDGs tersebut sehingga sulit untuk menyejajarkan Indonesia dengan negara-negara lainnya. Maka dari itulah, peran dari seluruh komponen masyarakat Indonesia diperlukan, termasuk mahasiswa. Mahasiswa tidak boleh diam saja melihat masalah yang terjadi di negara ini, mahasiswa sebagai penerus bangsa , agen perubahan, dan pengontrol sosial harus bisa menunjukkan perannya dalam pencapaian tujuan SDGs. Peran mahasiswa dapat berperan sebagai media perantara antara pemerintah dan masyarakat yang lebih luas, penggerak masyarakat untuk turut ikut andil dalam pelaksanaan SDGs, penemu dan pengembang terobosan dan inovasi baru, serta dapat juga berfungsi sebagai pelaku dalam memanifestasikan SDGs itu sendiri.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.