Mahasiswa UMM Memberikan Penyuluhan Dampak Negatif Pernikahan Dini - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

pmm\xd

Tarisa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 Oktober 2021

Senin, 18 Oktober 2021 12:39 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Mahasiswa UMM Memberikan Penyuluhan Dampak Negatif Pernikahan Dini

    Malang : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Memberikan Penyuluhan terkait dampak negative prnikahan usia dini kepada siswa dan siswi Madrasah Aliyah Al-Hidayah , Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kelompok 42 Melakukan penyuluhan tersebut bertujuan agar meminimalisir terjadinya pernikahan usia dini di Indonesia mengingat pada masa pandemi covid-19 ini tingat pernikahan usia dini semakin meningkat.

    Dibaca : 460 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dalam upaya untuk mengurangi pernikahan usia dini di Indonesia salah satu cara kami sebagai Mahasiswa untuk  memberikan edukasi kepada seluruh siswa dan siswi khususnya siswa dan siswi madrasah Aliyah Al-Hidayah. Kelompok 42 memberikan penyuluhan pernikahan usia dini memberikan apa saja dampak jika melakukan pernikahan  usia dini dimana tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi masih banyak dampak yang akan terjadi jika mereka melakuka pernikahan usia dini yaitu mental health, ekonomi dan juga rendahnya pendidikan.

    Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat membantu siswa dan siswi memahami dan mengetahui dampak negative dari pernikan usia dini tersebut. Dengan siswa dan siswi mengetahuai apa saja dampak pernikahan usia dini. Seperti kita ketahui bahwa banyak dampak buruk dari seks bebas dan bersifat negatif seperti halnya pergaulan bebas yang memicu terjadinya seks bebas yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Seks bebas dapat terjadi karena pengaruh dari lingkungan luar dan salah pilihnya seseorang terhadap lingkungan tempatnya bergaul.

    Hal ini lah membuat kami kelompok 42 melakukan  kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) di Madrasah Aliyah mengingat kalangan anak sekolah sangat rentan terjerat pergaulan bebas di lingkungan di luar sekolah. Kegiatan penyuluhan tersebut kami lakukan di halam sekolah Madrasah Aliyah Al-Hidayah agar bisa memberikan penyuluhan secara langsung kepada siswa dan siswi Madrasah Aliyah Al-Hidayah.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa  (PMM) yang diadakan oleh Dikrektorat Penelitian dan Pengabdian  (DPPM) kelompok 42 anggotanya antara lain Tarisa, Octavia Widianti, Yuninda Imadya Zahra, Rizqi Afif Sya’bani dan Arviansyah Nizammiyanto. Dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.078 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.