x

Iklan

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Rabu, 20 Oktober 2021 17:34 WIB

Bukan Sekedar Bisnis dan Cari Cuan, Inilah Kisah Srikandi Zero Waste

“Jangan pandang enteng”, kalimat ini sering dilontarkan orang tua ketika kita menganggap remeh sesuatu, karena yang dianggap kecil malahan berdampak sangat besar. Salah satunya sampah plastik, benda yang dianggap tak berguna tersebut ternyata akan sangat bermanfaat jika diolah dengan kreatifitas dan keberanian.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seperti yang dilakukan Siti Aisyah, selama bertahun – tahun wanita asal Mataram NTB ini, seakan tak mengenal lelah bergelut dengan sampah plastik. Dengan cekatan, tangannya menyisihkan plastik bekas yang terkumpul di bank sampah, lalu dengan kreatif diolah menjadi kerajinan tangan menarik seperti tas, taplak meja, gantungan kunci, tempat tisu, tikar, bahkan keranjang sampah.

Memang terlihat sederhana, namun ide kreatif tersebut mampu menembus pasar lokal maupun internasional. Harga jual satu produknya pun cukup menggiurkan, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Dasar pemikiran wanita berkulit exotis ini juga patut diacungi jempol, menurut dia sampah adalah nol. Jika dilihat sebagai sampah, dia tetap akan menjadi nol. Maka, diperlukan ide untuk menjadikan angka di atas nol. Misalnya, botol dapat dilukis warna –warni agar ia menjadi botol unik untuk pot atau hiasan.

Uniknya, Aisyah ternyata tidak hanya memikirkan masalah keuntungan namun juga memiliki semangat yaitu  kegiatan lingkungan, bisnis, dan sosial. Dalam merekrut tim, Aisyah memberikan prioritas pada perempuan dan disabilitas. Hampir setiap pekan dia memberikan pelatihan pengolahan sampah untuk berbagai komunitas. Pembiayaan pelatihan juga dilakukan secara mandiri, tanpa memikirkan untung rugi, yang terpenting dalam benaknya zero waste harus terwujud secara nyata.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hebatnya lagi, melalui jaringan yang digalang secara apik Aisyah mampu membangun sekolah alam di desa – desa sekitar NTB. Sekolah rintisan itu, didukung oleh para sahabat Aisyah. Mereka kebanyakan saling kenal melalui berbagai kegiatan sosial, dengan latar belakang dan visi misi sama yaitu mengubah cara pandang masyarakat, untuk menjaga lingkungan dengan maksimal.

Tentunya, perjalanan kesuksesan Siti Aisyah tidak hanya berbicara soal keuntungan dari pengembangan kreatifitas semata. Tetapi, semangat yang tidak pernah padam memikirkan orang – orang di sekeliling, dan keinginan besar untuk terus menjaga lingkungan menjadi suri tauladan dalam pembangunan revolusi mental generasi muda saat ini.

Ikuti tulisan menarik sangpemikir lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu