Perbedaan Bukan Penghalang untuk Menjadi Baik - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Pasangan Bertengkar. Afif Kusuma dari Pixabay

Hilda Safira Dwi Lestari Mahasiswa uinkhasjember

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 18:50 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Perbedaan Bukan Penghalang untuk Menjadi Baik

    Redam amarah sebelum bertindak jika tak ingin menyesal dikemudian hari.

    Dibaca : 544 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Banyaknya perbedaan bukan untuk di halangi dan dikucilkan tapi untuk di satupadukan agar bisa menjadi suatu hal yang lebih baik kedepannya. 

    Terlalu banyak perselisihan dan tidak keterbukaan satu sama lain adalah hal sangat mudah mempengaruhi pola pikir seseorang. Seperti halnya anak remaja era sekarang yang banyak sekali salah dalam pengertian. 

    Terutama dengan anak antar sekolah lainya. Bagi mereka tawuran adalah hal yang wajar saja. Akan tetapi, dibalik tawuran itu mengandung banyak kerugian baik dari diri sendiri Atau orang lain.

    Dan dari kebanyakan orang tua juga sangat mewanti-wanti anaknya agar tidak terjerumus ke dalam salah pergaulan. Bukan tidak membolehkan anaknya untuk bergaul terhadap sesama anak sekolah, tetapi lebih ke 'jauhi yang gak seharusnya kamu dekati'.

    Padahal niat dari orangtuanya itu sangat baik yaitu untuk menjaga keselamatan anaknya dan agar tidak merugikan orang disekitarnya. Tapi, banyak yang salah dalam mengartikan ini. Mereka akan menganggap bahwa ibunya melarang anaknya untuk berteman, padahal ibunya hanya menjaga keselamatan anaknya dan itu adalah salah satu bukti bahwa orang tua mempunyai kepedulian ynag sangat besar terhadap anak nya.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Suyatna, S.Pd

    1 hari lalu

    Surat dari Ibu

    Dibaca : 27 kali












    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.079 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.