Kewajiban Orangtua kepada Anak - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Hari Anak Nasional

dudung solahudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 November 2021

Senin, 15 November 2021 05:39 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kewajiban Orangtua kepada Anak

    Anak adalah amanat Tuhan yang harus dijaga. Diantaranya adalah memberikan pelajaran keagamaan. melalui pendidikan yang diawali di keluarga diharapkan anak akan menjadi anak yag soleh dan solehah serta mampu menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

    Dibaca : 351 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kewajiban orangtua mendidik anaknya di rumah

     

    1. Pendahuluan

    Anak adalah titipan Allah Swt kepada pasangan suami isteri yang sah. Kehadirannya memberikan kepuasan dan kebahagiaan terhadap kedua orangtuanya. Tidak sedikit para orangtua yang mengangkat anak karena ditakdirkan tidak mempunyai keturunan. Berbahagialah bagi orangtua yang diberikan kepercayaan memiliki buah hati dari pernikahan yang sah.

    Orangtua akan sangat berbahagia jika memiliki anak yang soleh dan solehah. Memiliki anak yang soleh dan solehah merupakan bagian dari tujuan utama yang di dambakan semua orangtua yang suatu saat nanti menjadi ladang amal soleh yang mampu mengangkat derajat dan menyelamatkan orangtua di akherat nanti.

    Rasulullah saw bersabda :

    عَنْ اَبي هُـرَيْـرَةَ رَضِـَي اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذاَ ماَتَ ابْنُ اٰدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّمِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍصَا لِحٍ يَدْعُوْلَه. رَوَهُ مُسْلِمْ

    “Dari Abi Hurairah r.a,ia berkata,Rasulullah SAW.bersabda’apabila anak Adam (manusia) telah meningal dunia terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah ilmu yang bermanfa’at, dan anak salih yang mendo’akan kedua orang tuanya,”( HR.Muslim ).


    Faedah dari hadits di atas adalah menerangkan tentang Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

    1. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
    2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.
    3. Anak yang sholehkarena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

    Siapakah anak salih itu? Anak salih adalah anak yang taat beragama, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan suka berbuat baik terhadap sesama. Anak salih termasuk anak yang berakhlak mulia. Karena itu, anak salih yang mau mendoakan orang tuanya yang telah meninggal dicatat oleh Allah sebagai amalan yang tiada terputus pahalanya.

    1. Pembahasan

    Dalam Kitab Irsyadul Ibad Halaman 8 di tuliskan beberapa hal untuk menjadikan dan mengupayakan anak soleh dan solehah. Upaya tersebut harus diajarkan  orangtua kepada anak-anaknya agar menjadi anak soleh dan solehah, insya Allah. Ada lima hal yang harus diajarkan orangtua kepada anaknya yaitu :

    1. Memberikan pengetahuan tentang sejarah nabi Muhammad saw. Kenapa diawali dengan nabi Muhammad saw? Seperti kita tahu bahwa ni’mat yang utama adalah diutusnya nabi Muhammad saw dan kita menjadi ummatnya. Yang paling dasar tentang sejarah nabi Muhammad adalah mengajarkan tentang :
    2. kelahiran, wafat dan dimakamkan beliau,
    3. Siapa ayahanda dan ibunda beliau, dan
    4. Siapa saja putra/putri beliau.
    5. Mengajarkan bacaan dua kalimah syahadat, yaitu sahadat tauhid dan sahadat rasul.
    6. Mengajarkan ilmu tauhid. Dalam kitab zubad dikatakan bahwa yang pertama kali yang wajib harus diketahui manusia adalah mengetahui Tuhannya dengan penuh yakin.
    7. Mengajarkan kewajiban-kewajiban dalam syari’at islam. Seperti shalat lima waktu, puasa ramadhan, zakat, berbakti kepada orangtua dan sebagainya.
    8. Mengajarkan larangan-larangan yang menimbulkan dosa, seperti mencuri, berbohong, menipu dan sebagainya. Serta mengenalkan penyakit hati yang harus dijauhi dan obatnya. Seperti sombong,ujub dan takabbur harus tawadlu dan rendah hati. Pendendam harus diganti dengan pemaaf. Dan sebagainya.
    9. Penutup

    Upaya diatas adalah salah satu dari banyak upaya orangtua dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi kebanggan orangtua. Satu hal lagi yang perlu diajarkan orangtua kepada anaknya adalah dengan mengajarkan do’a anak soleh/solehah, yaitu :

    اَلّلهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا  
                         

    Artinya
    “Ya Allah! ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua menyayangiku ketika aku masih kecil”.

    Semoga Allah senantiasa memberikan kita dengan menganugerahkan kehadiran anak solehah dan solehah yang akan menjadi penyelamat kita di hari pembalasan nanti. Amin.



     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.