Andakah Sang Guru Keabadian? - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Dirjen GTK periode lalu pernah berkata \x22 Guru Mulia Karena Karya, Mulianya guru karena Buku, dan buku merupakan bukti bahwa kita dikenang sepanjang masa. (Pak Pranata).

Bahar Sungkowo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Kamis, 25 November 2021 16:44 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Andakah Sang Guru Keabadian?

    Menulislah, dan nikmati keabadian dan semua orang akan mengenangmu serta mengagungkanmu sebagai penulis. (Bahar Sungkowo). Predikat guru keabadian adalah guru yang mampu dan sukses menorehkan tulisannya dalam bentuk buku. Pramudya Ananta Toer berkata : "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian".Jika anda seorang guru, maka bersamaku jadilah Sang Guru Keabadian karena buku kita kita akan jadi guru abadi sepanjang masa berkat buku dan ilmu yang dituliskan sebagai karya Masterpiece.

    Dibaca : 112 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    "Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh, jauh dikemudian hari,Pramudya Ananta Toer" Betapa dalam makna yang terkandung dalam perkataan Pramudya berkait kekuatan menulis dengan gagasan dan paparannya, bahkan akan bersuara mewakili penulisnya, jauh-jauh melampaui hari, bulan, tahun dan masa, menjadi abadi sepanjang masa. Torehan penulis akan terus dibaca dan diamalkan, meskipun sang penulisnya telah wafat, namun tulisannya seakan bersuara dan hidup dalam jiwa pembacanya. Bagaimana jika penulisnya adalah seorang guru?. Ya guru tersebut akan bergelar Sang Guru Keabadian. 

    Hari Guru Nasional di tahun 2021 ini, jadikan trigger untuk mendeklarasikan dalam diri dan jiwa bahwa saya adalah Sang Guru Keabadian. Sang guru yang telah bertekad untuk berkarya dengan tulisan yang menggugah, bermanfaat dan menginspirasi bagi orang lain dialah Sang Guru Keabadian. Namanya akan terus dibaca, dikenang, diingat serta dijadikan inspirasi mencapai kemaslahatan dalam kehidupan. Sang Guru Keabadian menjadi virus-virus kesuksesan bagi orang lain, menjadi kebaikan dan jariah untuk dirinya sendiri. Begitu mulianya profil guru keabadian, guru penuh bertabur amal kebaikan saat dirinya masih hidup, dan amal jariah ketika dirinya telah wafat. Apakah Sang Guru Keabadian itu anda?. atau anda ingin meningkatkan derajat namun sulit untuk mewujudkannya?. Mari, saya tunjukkan kepada anda untuk menjadi Sang Guru Keabadian.

    Jika anda seorang guru keabadian, maka sifat anda sama seperti saya. Anda dan saya memiliki sifat : bertekad menulis buku tunggal meskipun dengan susah payah dan melawan rasa malas yang menyerang. sifat selanjutnya adalah berimajinasi, berkreasi dan berinovasi melalui tulisan. saya dan anda adalah profil guru yang menyukai berimajinasi, berkreasi dan berinovasi dalam menulis. Profil yang terakhir adalah sifat ringan diri dalam berbagi, dan menginspirasi. Melalui tulisan sang guru keabadian, senang berbagi, menginspirasi dan mencerdaskan rekan guru dan orang lain. Itulah tiga sifat dari sekian banyak sifat anda dan saya sebagai Sang Guru Keabadian. 

    Jika anda belum dan ingin menjadi Sang Guru Keabadian, maka saya berikan tips dan trik menulis menuju keabadian diri, sebagai berikut :

    1. Hal pertama yang anda lakukan untuk menjadi Sang guru keabadian adalah : amati kehidupan dilingkungan sekitarnya, karena kehidupan itu adalah sumber inspirasi dalam menulis. Kemudian tetapkanlah satu topik tulisan sesuai tangkapan kehidupan di sekitar anda.

    2.  Tulis, tulis dan tulislah. Jangan tentukan judul tulisan anda atau buku anda tapi tulis, tulis dan tulislah bak mengalirnya air di sungai. Jangan berpikir bagaimana akan berakhir tapi berpikirlah bagaimana lanjutan-lanjutan aliran tulisan anda. Jika anda stagnan, maka istirahatlah dengan membaca. Dengan membaca imajinasi, gagasan, dan kreanor anda akan muncul lagi dan anda siap melanjutkan tulisan atau buku anda sampai selesai. 

    3. Alangkah baiknya, tulisan anda dipedomani oleh outline atau kerangka tulisan. Hal ini akan memandu dan memedomani tulisan anda. tentunya juga membantu anda menulis, menulis dan menulis. Saya jamin atas izinNya, Inshaa Allah anda akan selesai menulis. 

    4. Jangan malu untuk mencari Coach ataupun korektor tulisan anda, teman yang punya pengalaman menulis, rekan guru Bahasa Indonesia yang pandai jadi korektor dan pengkritisi tulisan. Jangan tersinggung jika tulisan anda dikritisi oleh Coach atau korektor anda. Anggaplan kripik pedas yang enak dan renyah yang imajinasikan nikmat dimakan. he..he...  Nah setelah diberi masukan dan kritik oleh Coach dan korektor, anda cek dan recek kembali.

    5. Terakhir sebelum anda menyerahkan tulisan anda ke penerbit, baiknya sekali lagi disunting ataupun di edit kembali. Jadilah anda swasunting yang berintegritas apalagi masalah plagiarisme. Koreksi kembali masalah sitasi dan similaritinya. Jika sudah oke semua dan dirasa yakin semua aman dan terjaga, baru silakan anda mengirimkan naskah, dan uang untuk biaya cetak ke penerbit, dan waw.. anda akan plong jika buku terbit. Oh yaa jangan lupa saya sarankan carilah penerbit yang terpercaya dan andal. Semoga terbit yaa

    Masya Allah, anda yang telah punya buku, maupun anda calon punya buku nikmatilah gelar anda sebagai Sang Guru Keabadian. Guru yang abadi dengan karya. Maka kita termasuk sang Guru keabadian dengan penghormatan khusus sebagaimana quote dari Helvi tiana Rosa "Ketika kebuah karya telah dituliskan, maka pengarang tak akan mati, ia baru saja memperpanjang usianya lagi"  satu lagi quote dari fun word "menulis mengajari anda bahwa yang terucap akan hilang, namun yang tertulis akan tetap ada dan ABADI.

    Selamat anda telah saya nobatkan menjadi Sang Guru Keabadian dan abadilah anda bersama tulisan anda, dikenang manusia yang terinspirasi sepanjang masa. Wallahu alam 

     

    Penulis adalah Guru IPS SMP Ainul Hayat Cicurug Kabupaten Sukabumi

    Guru Tua yang terus menulis sampai menutup mata. Inshaa Allah 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.