Ketika Terima Kasih Begitu Mahal - Analisis - www.indonesiana.id
x

husnul khatimah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 Oktober 2020

Sabtu, 27 November 2021 09:54 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Ketika Terima Kasih Begitu Mahal

    Tulisan ini ditorehkan untuk mengingatkan kembali esensi ucapan terima kasih dalam kehidupan sosial bermasyarakat

    Dibaca : 155 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sepintas melihat judulnya mungkin tidak ada yang spesial dari dua suku kata tersebut, semua orang mengucapkannya dalam keseharian dari muda sampai tua, apapun gender dan profesinya. Akan tetapi, benarkah kalimat sakti ini senantiasa kita ucapkan seusai meminta bantuan atau memperoleh bantuan dari orang lain?

    Menjalani profesi sebagai admin di sebuah institusi pendidikan hampir sewindu, melayani banyak kebutuhan orang, akhir-akhir ini kalimat tersebut semakin jarang terucap dari khalayak ramai. Padahal ia merupakan bagian dari adab sopan santun di negeri ini telah diajarkan oleh orang tua dan guru kita sedari kecil ketika menerima pemberian atau bantuan dari orang lain. Yah, bahkan di kampus penulis dulu diwajibkan setiap berbicara atau menghubungi dosen dan staf administrasi kampus agar memulai dengan salam, maaf dan diakhiri dengan terima kasih.

    Bisa jadi banyak yang berpikir bahwa itu sudah pekerjaannya atau akrab dengan istilah job desknya, sudah semestinya dikerjakan dan tidak perlu mengharapkan ucapan terima kasih dari orang lain. That’s right, akan tetapi menghargai bantuan orang juga bagian dari kebajikan. Bahkan ucapan terimakasih ini juga diatur dalam dienul Islam yang paripurna, sebagaimana yang tercantum dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

    لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ

    Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu beterima kasih kepada manusia”. (HR. Abu Daud No. 4811 dan Tirmidzi No. 1954, dishahihkan Syaikh Al-Albani)

    Bahkan tidak cukup sampai di situ dalam Islam juga ditekankan untuk mendoakan orang yang telah memberikan bantuannya pada kita, seperti yang diungkapkan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu

    Seandainya salah seorang dari kalian mengetahui apa yang dipersiapkan untuknya (berupa pahala yang besar) pada ucapannya terhadap saudaranya “Jazakallahu Khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)”. Niscaya pasti kalian akan saling memperbanyaknya di antara kalian satu sama lain”. (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, (5/ 322)

    Kedua dalil di atas baik dari sabda Rasulullah dan atsar sahabat menunjukkan bahwa adab mulia ini bukan sekedar budaya yang diwariskan turun temurun dari nenek moyang bangsa ini yang patut dilestarikan, namun lebih dari itu ia merupakan tuntunan dalam syariat agama kita yang agung, yang tentunya lebih patut untuk kita amalkan dan tentunya bernilai pahala.

    Nah, setelah melihat dua nash di atas masihkah kita menganggap remeh ucapan terima kasih dan lantunan sebait doa untuk saudara kita?? Semoga Allah senantiasa memudahkan kita beramal kebaikan.

    Wallahu A’lam bishshawab

    Semoga Bermanfaat.

    Sukabumi, 20 November 2021


    Sumber

    https://muslim.or.id/56877-tafsiran-hadits-berdasarkan-harakat-bacaannya.html, diakses pada 30 Oktober 2021 Pukul 09.00 WIB.


    Sumber https://rumaysho.com/3406-tidak-tahu-berterima-kasih.html, diakses pada 30 Oktober 2021 Pukul 09.05 WIB.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.