Novel Baswedan Putuskan Jadi Tim Auditor Rakyat demi Menguak Kasus Bisnis PCR - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Novel Baswedan. Sumber foto: observerid.com

Aisyah Hetra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Januari 2021

Selasa, 30 November 2021 23:18 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Novel Baswedan Putuskan Jadi Tim Auditor Rakyat demi Menguak Kasus Bisnis PCR

    Novel Baswedan, mantan penyidik KPK, bergabung dengan Kaukus Masyarakat Sipil untuk Demokrasi dan Keadilan Sosial sebagai tim auditor rakyat yang akan mengusut tuntas kasus bisnis tes PCR yang libatkan nama pejabat negara.

    Dibaca : 713 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Terhadap kasus bisnis PCR yang libatkan nama Menko Luhut dan Menteri Erick Thohir, Novel Baswedan menyebut ini adalah hal yang menarik. Tak heran bila kemudian mantan penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tersebut mengumumkan dalam konferensi pers Kaukus Masyarakat Sipil untuk Demokrasi dan Keadilan Sosial di Cikini, Senin (29/11) bahwa dirinya siap dan ingin ikut sebagai auditor rakyat untuk usut bisnis tes PCR.

    Novel menyoroti bahwa praktik monopoli dalam bisnis PCR yang dilakukan penguasa, menjadi alasan harga tes Covid-19 di Indonesia melambung tinggi, "Dengan penguasaan itu di Indonesia harga PCR sangat mahal dan ini dibebankan pada negara dengan pembiayaan COVID dan juga pada kita semua," lanjutnya.

    Katanya pula, Novel mengaku telah menemui beberapa pihak yang mengetahui seluk-beluk skandal bisnis kontroversial ini. Dan dengan dirinya bergabung menjadi tim audit, Novel dan kawan kawan bisa mulai memahami lebih jelas ihwal adanya dugaan kolusi atau korupsi di bisnis PCR.

    "Kesempatan untuk bisa mengaudit ini kesempatan yang baik. Saya dengan kemampuan saya, punya pendidikan auditor juga, saya juga mantan penyidik, saya juga punya pendidikan hukum tentunya saya punya kemampuan untuk analisis dan lain-lain," ujar Novel Baswedan.

    Peran Auditor Rakyat di Bisnis Tes PCR

    Bukan tanpa alasan kasus bisnis tes PCR membutuhkan tim auditor rakyat.

    “Proses audit ini perlu dilakukan supaya masyarakat juga bisa mendapatkan kepastian dan kita juga menyampaikan kepada Pak Luhut untuk segera dalam waktu yang singkat, silakan Pak Luhut sampaikan ke kami, kapan kami bisa segera melakukan audit terhadap perusahaan Pak Luhut tersebut?" kata Ferry yang juga hadir dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Senin kemarin.

    Lalu, PT GSI selaku penyedia tes PCR yang terkait dengan Menko Luhut akan diaudit secara publik demi mengusut dan mengungkap siapa-siapa saja pihak yang terlibat didalamnya. Ujar Novel, pihak yang berlaku jahat dengan mengambil keuntungan dari bisnis PCR harus dimintakan pertanggungjawaban.

    Seperti persoalan pembuatan laboratorium yang ternyata sederhana. Harusnya laboratorium tersebut bisa dibuat lebih demi pemerataan fasilitas. Dan ternyata di balik ini ada kepentingan pribadi dari oknum penguasa.

    Sebelumnya Luhut telah menyatakan bahwa dirinya siap dibuktikan terkait benar atau tidaknya dirinya terlibat dalam bisnis tes PCR, “Kalau salah kan nanti gampang saja diaudit," ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di Polda Metro Jaya, Senin (15/11).

    Sejak terkuaknya kasus bisnis tes PCR, Novel Baswedan tidak banyak berkomentar. Namun sekalinya muncul, tak tanggung-tanggung ia ingin ikut membasmi mafia bisnis PCR lewat audit. Pengalamannya sebagi penyidik di KPK tentu menjadi angin segar untuk berjaga-jaga bila KPK yang asli tidak bisa diharapkan. Kira-kira akankah Menko Luhut menjawab tantang Novel, Ferry dan Kaukus Masyarakat Sipil? Kita tunggu saja.

    Ikuti tulisan menarik Aisyah Hetra lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.