From Applikasi Jodoh Goes To  Pelaminan - Fiksi - www.indonesiana.id
x

RADITYA FEDA RIFANDHANA Akademisi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Maret 2021

Kamis, 2 Desember 2021 17:26 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • From Applikasi Jodoh Goes To  Pelaminan

    artikel ini adalah artikel cerpen yang bercerita tentang seorang pria yang hidupnya telah mapan, akan tetapi mencari calon istri, serta dengan adanya iktiar dari pria tersebut, akhirnya mendapatkan calon istri lewat applikasi jodoh.

    Dibaca : 347 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    From Applikasi Jodoh Goes To  Pelaminan

     

     

    Pada jumat malam, tepatnya di coffe shop kota jogjakarta, terdapat seorang   pria yang sibuk mengetik di laptopnya untuk mengerjakan berkas-berkas kantor yang belum sempat dia kerjakan dikantor, rifan namanya, bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota jogjakarta, rifan sosok pria yang sederhana, tumbuh dari keluarga tentara yang memiliki disiplin tinggi, kedua orang tuanya adalah tentara dengan mendidik rifan dengan disiplin,  serta rifan selalu tidak melupakan waktu untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga rifan di dalam karirnya menduduki jabatan sebagai direktur pengembangan produksi di bidang makanan import, akan tetapi rifan dengan jabatan yang sangat tinggi, dia merupakan pria single, dengan umurnya, adalah 29 tahun, dengan umurnya rifan tersebut sudah waktu yang matang  untuk menikah,

     

    Pada hari sabtu sore rifan dan temannya faris, nongkrong di coffe shop dengan berbincang hangat nostalgia jaman-jaman kuliah, rifan dan faris  adalah sahabat di masa kuliah,  faris bayaqub nama lengkap faris,  yang selalu  memberi semangat untuk segera menikah, dia berkata “rifan, awakmu iki  wes  matang usiamu, ndang.o rabi”, faris berpesan kepada rifan, “awakmu kan duwe hp canggih coba.o download nang playstore hpmu, applikasi jodoh, siapa tahu awakmu menemukan calon istrimu disitu, jeneng.e applikasinya “ bee your love”, lalu rifan berkata, “ onok-onok wae awakmu ris, faris, iyo sih yo saiki canggih, golek jodoh iso nang applikasi barang yo ris, faris berkata, “ iyo bener banget, aku nikah ambek bojoku, ketemunya di applikasi iku”. sahabatnya rifan, faris sudah menikah setelah lulus kuliah, serta seorang wirausaha, membuka toko tekstil di kota jogjakarta. 

     

    Pada suatu sore di hari minggu rifan serta ibunya yang bernama Nara, duduk diteras rumah  sambil menikmati teh hangat dan pisang goreng diatas meja, nara adalah sosok ibu  yang selalu memberikan rifan nasehat terkait siraman rohani, saat mereka duduk berdua diteras rumah, ibunya menasehati rifan” anakku lanang, le, coba memohon kepada gusti ALLAH SWT, dengan sholat tahajud, dengan kamu tahajud dibuka semua jodoh dan rejekimu yang lain le” , serta bapaknya yang bernama pak bambang merupakan bapak rifan, beliau merupakan sosok ayah yang penuh tanggung jawab serta disiplin, ayah rifan pun saat sore itu juga menghampiri rifan dan ibunya di teras rumah, yang telah selesai sholat, ayahnya pun berkata “iyo le bener jarene ibu mu, njaluk marang gusti ALLAH SWT, rejeki jodohmu le, “injih ibu , injih ayah” saut dengan sopan oleh rifan.

     

     

    Pada saat itu waktu sebelum masuk subuh, rifan bangun dari tidur menyempatkan untuk sholat tahajud, dia bermunajat kepada ALLAH SWT untuk jodohnya, rifan berkata” ya ALLAH, Maha Pengasih, Maha Penyanyang, Engkau adalah penguasa langit dan bumi, Engkau adalah Maha Pemurah Rejeki, Murahkanlah rejeki-Mu, untuk jodohku ya ALLAH, aamiin”, selepas sholat tahajud, rifan membaca quran sembari menunggu sholat subuh. Saat kumandang adzan subuh tiba, rifan membangunkan kedua orang tuanya untuk sholat subuh berjamaah di musholla rumahnya. Setelah sholat subuh berjamaah, rifan beserta kedua orang tuanya bersiap-siap untu berangkat kerja.

     

    Pagi pun tiba, rifan berangkat kerja  dan berpamitan kedua orang tuanya “bu, ayah, kulo berangkat kerja dulu, Assallammualaikum”, saut ayah dan ibu rifan”walaikumsalam le, hati-hati dijalan, barokah rejekimu lee. Rifan berangkat kerja menggunakan motor matic menuju kantornya.  Sesampainya dikantor, rifan pun membuka, menyalakan laptopnya, serta menanda tangani berkas yang harus dia tanda tangani untuk keperluan perusahaan yang dia pimpin.

     

    Pada waktu makan siang tiba rifan menyempatkan sholat dhuhur di musholla kantor beserta karyawan lainnya, setelah sholat dhuhur, tibalah makan siang, rifan makan siang bersama di kantin kantor dengan karyawan lainnya. Saat makan siang di kantin kantor terdapat karyawan  bernama arina dan ardilla yang hobinya bergibah atau bergosip, arina berkata ke ardilla “ hey dilla, pak rifan kui direktur tapi kok yo nggak isin mangan nang kantin kantor iki, hebat pak rifan kui” ardilla pun ikut menanggapi” awakmu kok selalu kepo wae yo, jangan-jangan awakmu naksir yo ambek pak rifan”, lalu arina pun membalas” ngawur wae koe iki dil, dil, aku iku kagum ambek pak rifan, beliau  seorang direktur tapi nggak isin blas makan nang kantin, berarti pak rifan sosok yang sederhana”.  Dimata karyawan lainnya dikantor tersebut, walaupun rifan seorang direktur,  rifan tidak gengsi untuk makan siang di kantin kantor.  

     

    Pulang kantor pun tiba, tapi rifan masih tetap mengerjakan tugas-tugas kantornya, tinggal beberapa berkas yang dia kerjakan, sambil dia mengerjakan tugas kantor, dia merenung dengan ucapan ibu, ayah serta sahabatnya, “apakah harus segera mencari jodoh” ucap dari rifan, rifan mencoba mendownload applikasi “bee your love” yang tempo hari di ceritakan oleh sahabatnya, yaitu faris. Tanpa terasa malam pun tiba, rifan bergegas pulang kerumahnya.

     

    Sesampainya dirumah, dia beristirahat, setelah seharian bekerja dikantor, sambil beristirahat, rifan mencoba bermain applikasi pencarian jodoh tersebut, dengan mengscrool layar hpnya mencari jodoh, berharap jodohnya datang dari applikasi tersebut, pada waktu bermain applikasi tersebut, applikasi tersebut memiliki sistem yang match dengan kriteria, seperti kecocokan bulan lahir, rifan match dengan wanita yang sama-sama bermain applikasi tersebut,  kecocokan tersebut sama yaitu rifan dan wanita tersebut sama-sama lahir dibulan oktober. Dari applikasi tersebut, mereka berdua saling membalas chat, wanita tersebut adalah lia dwi sukmawati, wanita yang sederhana, wajahnya yang manis,umurnya adalah 24 tahun,  akan tetapi memiliki karakter yang tegas serta keras kepala, wanita tersebut bekerja sebagai direktur quality di perusahaan tekstil di daerah semarang,  rifan dan lia pun saling perhatian melalui chat di applikasi tersebut, sehingga mereka berdua saling bertukar nomor handphone, dan berjanji ingin melakukan ketemuan atau PDKT pada hari sabtu di candi borobudur .

     

    Hari demi hari pun di lewati dengan bekerja, tiba waktunya hari sabtu pun tiba, rifan dan lia, sama-sama mengunjungi candi borobudur untuk pdkt, mereka disana bercanda, foto-foto, serta  makan-makan di sekitar daerah borobudur tersebut. Setelahnya berkunjung ke candi borobudur, dalam  rifan berkata ke lia “ awakmu melok aku dilut ae yo, nang omahku, onok barang sing arep tak jupuk” , lia pun berkata, “lah kendaraan ku piye, mas” , “wes titipno kene wae, kan onok tukang parkir.e” ucap rifan ke lia, mereka berdua berboncengan kerumah rifan, maksud hati rifan ingin mengenalkan lia kepada ibunya serta sekaligus meminta restu untuk calon istri rifan, sesampainya dirumah rifan, mengucapkan salam “assallammualaikum bu, ibu”, ucap rifan, walaikumsalam, lee..” ucap ibunya rifan , ibunya berkata dan terkejut” lah dalah, iki sopo lee... cah, ayu iki....”, ucap ibu rifan, “ ibu kenalkan ini lia ibu”ucap rifan, lalu lia mencium tangan ibu rifan, dan berkata, “ injih ibu, saya lia”, mereka berdua sekaligus ibu rifan, masuk ke dalam rumah untuk berbincang-bincang. Dari mereka berbincang-bincang, ibunya rifan sangat suka dengan karakter lia yang sopan, wajahnya cantik, sosok wanita tegas, sehingga cocok untuk dibawa ke pernikahan, terlihat dari raut wajah ibu rifan yang  mengeluarkan restu untuk rifan dan lia untuk segera melakukan tunangan. Ibu rifan berkata “ iya wes, aku restui kalian berdua, ndang tunangan serta menikah, ibu, ndang kepengen momong cucu” . rifan dan lia pun terkejut mendengar ucapan yang keluar dari ibunya rifan, mereka berdua berkata” injih ibu, insyAllah, kami berdua akan segera tunangan, dan Alhamdulillah sama ibu di restui.  Rifan dan lia kembali untuk mengambil kendaraan lia yang ditinggal di parkiran candi borobudur.

     

    Pada hari minggu pagi, rifan  mencoba silahturahmi kerumah orang tua lia yang tepatnya di kota jogjakarta, tujuan silahturahmi ke rumah orang tua lia, adalah meminta restu untuk melangsungkan tunangan dalam waktu dekat.  Sesampainya dirumah lia, rifan mengenalkan diri ke kedua orang tua lia,  bapak, “perkenalkan nama saya rifan, sambil mencium tangan bapaknya lia”, iya nak, monggo masuk kerumah” ucap dari kedua orang tua lia yang merupakan pejabat daerah di kota jogjakarta, orang tua lia pun cocok dengan karakter rifan yang memiliki kesederhanaan, sehingga orang tua lia pun merestui mereka berdua untuk tunangan dan menikah dalam waktu dekat.

     

    Beberapa hari, setelah rifan dan lia mengunjungi rumah masing-masing untuk silahturahmi dan meminta restu, tiba waktunya mereka berdua bertunangan dengan di hadiri keluarga dekat mereka berdua, serta bertukar cincin. Hari demi hari dilewati setelah tunangan, rifan dan lia diterpa dengan  masalah yang datang bertubi-tubi dengan keras kepala lia, akan tetapi rifan selalu tetap sabar dan mengarahkan lia serta memberi gambaran akan sifat keras kepala, masalah demi masalah berangsur membaik dan mereda. 

     

    Setelah peristiwa tunangan pun dilewati dengan indah dan penuh kesabaran, maka rifan dan lia, melangsungkan ijab qobul dan resepsi dirumah lia dengan dihadiri sahabat-sahabat lia dan rifan. Faris pun datang dengan berucap” weh, weh, akhir.e dulurku iki rabi tenan rek, wes melepaskan masa single mu yo bro, hahahaha, selamat, semoga samawa”, rifan pun membalas” lah, lah biasalah bro, jenenge wong ganteng, pasti rabi bro, hahahaha, tapi suwun sing akeh bro”  amiin ya ALLAH, semua saran teko awakmu, applikasine joss, iki jenenge from applikasi jodoh goes to pelaminan”. Akhirnya rifan dan lia hidup berbahagia dengan perjalanan rumah tangga baru.

     

      

     

    Ikuti tulisan menarik RADITYA FEDA RIFANDHANA Akademisi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Arif Munandar Prayitno

    12 jam lalu

    Senja

    Dibaca : 83 kali


    Oleh: Farhanaang__

    12 jam lalu

    Cikepuh

    Dibaca : 134 kali