x

Iklan

Trisno Yudiantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Desember 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 20:35 WIB

Gelapnya Awan Doktrin Belajar

Pemikiran seorang siswa merupakan cermin dari guru yang mengajarinya. Penerapan gaya belajar, cara berpikir, bahkan impian dari sang guru pada umumnya selalu diturunkan dan menjadi suatu kebiasan dengan harapan dapat menjadi penuntun untuk meraih kesuksesan. Walaupun begitu, terkadang hal tersebut malah menjadi awan pembatas sudut pandang para siswa, mengarahkan mereka hanya pada satu arah serta menutup kreatifitasnya. Oleh karena itu, peningkatan wawasan serta cara mengajar seorang guru adalah poin penting untuk bisa meningkatkan literasi para siswa dan menciptakan lingkungan bebas belajar agar mereka bisa bersinar

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Belajar bukan hanya sekedar kata kerja atau mungkin kata yang sering muncul pada kalimat perintah dan himbauan di lingkungan sekolah maupun keluarga melainkan suatu perubahan yang mentransformasi seseorang secara permanen pada umumnya dan diakibatkan oleh suatu stimulus atau alasan. Hal inilah yang menyebabkan seseorang selalu terus belajar, berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat, dan berubah menjadi lebih baik. Walaupun begitu, ketika hal yang diinginkannya tidak tercapai maka dia akan berusaha menurunkan impian, pengalaman, dan ilmunya kepada siswa atau anaknya.

Seperti banyaknya awan di langit yang tersebar di seluruh dunia begitu pula impian para siswa. Saya adalah seorang guru matematika yang berasal dari salah satu kampus ternama di Malang. Pada awalnya saya sangat bangga atas pencapaian saya tersebut dan meceritakannya kepada hampir semua siswa saya dengan bangga, akan tetapi setelah melihat ekspresi wajah mereka dan apa yang saya peroleh saat ini. Saya sadar begitu buruknya tindakan saya yang mengekang mereka dalam berpikir. Jelaslah kita pasti berbeda cara berpikir dan beda cara belajar, hal tersebut disebabkan berbedanya lingkungan, pekerjaan dan harapan keluarga, status sekolah, dan teman.

Berdasarkan pengalaman tersebut, belajar mendalami dunia mereka dan materi yang saya ampu adalah hal utama bagi saya. Membebaskan mereka berfikir dan memahami cara berfikir menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya, bahkan tidak jarang karena perbedaan cara berfikir tersebut saya mengajarkan cara pengerjaan suatu soal antara satu anak dengan anak yang lain itu berbeda. Hal tersebut saya lakukan agar mereka bisa tetap bebas berfikir dan dapat berkembang dengan gaya berfikir mereka. Selain itu, belajar memahami berbagai jenis pekerjaan, jurusan yang terdapat di kampus, dan mata pelajaran juga dapat mendukung kita untuk membantu para siswa agar lebih paham tentang tindakan yang akan mereka pilih. Intinya tidak memaksakan pendapat dan tunjukkan betapa luas dan indahnya dunia ini maka merekapun juga akan menunjukkan betapa besarnya keinginan mereka untuk belajar seperti halnya saya yang merupakan guru matematika tetapi malah mencetak para juara pada bidang ekonomi, mendongeng, muay thai, dsb. Hal tersebut juga pasti bisa kalian lakukan karena kita para guru bukanlah alat yang hanya menjelaskan materi pelajaran saja layaknya suatu video tetapi seorang manusia yang bisa memahami manusia lainnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ikuti tulisan menarik Trisno Yudiantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler