x

Iklan

Ratna Nisrina Puspitasari

Pengajar di SMP Negeri 1 Doplang
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Minggu, 5 Desember 2021 05:58 WIB

Pandemi: Kawah Candradimuka Bagi Guru

Pandemi seolah menjadi kawah candradimuka bagi guru di Indonesia. Mereka berpacu untuk segera menyesuaikan dengan keadaan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Guru adalah profesi yang identik dengan anak-anak dan sekolah. Identik pula dengan orang yang selalu membawa buku, spidol, penggaris, busur, dan peralatan mengajar lainnya. Berkeliling dari kelas satu ke kelas lainnya. Menyampaikan materi di depan siswa bukan hal yang asing bagi seorang guru. Ibaratnya seperti makanan sehari-hari.

Semenjak pandemi pola mengajar guru mulai berubah. Tidak ada suasana ruang kelas yang riuh dengan celotehan siswa. Tidak ada pula candaan antara guru dan siswa. Pandemi mengubah segala kebiasaan yang ada. Kelas-kelas pembelajaran berubah menjadi virtual. Wajah-wajah ceria siswa hanya dapat disaksikan melalui kelas maya.

Sungguh perubahan yang begitu tiba-tiba. Siswa tidak akan pernah menyangka bahwa keseharian mereka akan berubah. Begitu pula dengan guru, tidak pernah terpikirkan harus mengajar secara daring. Sekejap, spidol dan papan tulis di kelas hanya menjadi pemanis kelas. Kebiasaan guru dan siswa mulai berubah. Penyesuaian mulai dialami keduanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Guru mulai berpikir keras mewujudkan pembelajaran yang semestinya bagi siswa. Seolah dituntut untuk selalu memutar otak, mulai muncul berbagai inovasi pembelajaran. Berbagai media pembelajaran kreatif mulai digunakan oleh guru. Ada yang menggunakan media sosial, aplikasi kelas maya, sampai dengan membuat sendiri media yang sekiranya mendukung pembelajaran daring.

Kondisi yang terjadi mengharuskan guru terus berkreasi dan berinovasi. Jika awalnya penggunaan media pembelajaran digital jarang tersentuh kini berbeda situasinya. Media pembelajaran daring menjadi salah satu andalan terselenggaranya pembelajaran daring. Istilah “gaptek” sudah bukan zamannya. Guru-guru semakin tergugah untuk terus berkreasi menggunakan media pembelajaran digital.

Guru semakin handal karena kondisi yang dialami saat ini. Tidak ada rotan, akarpun jadi. Mungkin pepatah itulah yang dapat menggambarkan kondisi guru saat ini. Tidak dapat belajar bersama siswa secara langsung bukan masalah. Guru mulai cerdas dan cermat menggunakan teknologi agar siswa tetap dapat belajar walaupun secara daring.

Kondisi di atas terus terjadi selama dua tahun. Tanpa disadari pola pikir guru mulai berubah. Pola pikir lama mulai ditinggalkan. Para guru menjadi lebih terbuka dengan teknologi. Penggunaan media dan teknologi pembelajaran yang sifatnya digital bukan hal asing. Tentu ini adalah pola pikir yang baik. Sebuah pertanda bahwa guru di Indonesia siap menjawab segala perubahan yang akan terjadi di masa medatang.

Di era keterbukaan teknologi, memang pola pikir yang terbuka sangat diperlukan. Tantangan untuk menjawa perubahan zaman adalah hal yang pasti. Begitu pula dengan guru, sama pula tantangannya. Pandemi seolah menjadi kawah candradimuka bagi guru di Indonesia. Mereka berpacu untuk segera menyesuaikan dengan keadaan. Ditantang untuk melayani pembelajaran bagi para siswa tanpa harus bertemu langsung. Pada awalnya pesimis dengan keadaan, bagaimana mungkin mengajar siswa tanpa bertemu. Saat itulah, guru diminta menjawab tantangan yang ada.

Guru mulai belajar menggunakan teknologi untuk menjawab tantangan itu. Ditempa dengan keadaan, inisiatif untuk berinovasi mulai tumbuh dalam benak guru. Mereka mulai belajar dan berlomba-lomba untuk mempelajari teknologi yang bermanfaat bagi pembelajaran. Buktinya tidak terbantahkan. Jika dulu penggunaan aplikasi kelas maya jarang ditemui berbeda dengan sekarang. Aplikasi kelas maya yang sifatnya satu arah maupun dua arah lihai digunakan oleh guru. Bukan hanya pembelajaran secara umum, proses terhadap siswapun dapat teratasi dengan bantuan teknologi. Layak jika kondisi pandemi seolah menjadi kawah candradimuka bagi para guru, sekaligus menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada.

Ikuti tulisan menarik Ratna Nisrina Puspitasari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler