Si Penari - Fiksi - www.indonesiana.id
x

si penari

rakhmat_azis

Penulis indonesiana
Bergabung Sejak: 9 November 2021

Kamis, 23 Desember 2021 17:00 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Si Penari

    dia hidup dizaman ketika manusia masih memiliki budi luhur tinggi, hidup sebagai seseorang yang memiliki pengaruh di suatu daerah membuatnya hidup damai dan sejahtera, dia mampu berlatih memanah, berkuda dan membaca hal yang tidak semua orang bisa, namun setiap keadaan mampu berubah dengan tidak terduga.

    Dibaca : 812 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

         Dia hidup dizaman ketika manusia masih memiliki budi luhur tinggi, hidup sebagai seseorang yang memiliki pengaruh di suatu daerah membuatnya hidup damai dan sejahtera, dia mampu berlatih memanah, berkuda dan membaca hal yang tidak semua orang bisa, namun setiap keadaan mampu berubah dengan tidak terduga.

         Malam hari ayahnya seketika sakit parah karena penyakit yang sudah lama ia derita namun demi daerah yang dipimpinnya, sebagai raja dia harus bekerja tanpa memikirkan dirinya sendiri karena kesukaan dan kecintaannya dalam memakmurkan rakyatnya, tubuhnya tak lagi muda dan tibalah waktu bagi raja meninggalkan dan mewariskan tahtanya kepada anaknya, yaitu pangeran muda, bagi pangeran muda ayah merupakan sosok yang dia panuti dan hormati sekaligus menjadi raja yang dicinta oleh rakyatnya, dalam keadaan berkabung dia mencoba menghibur diri agar tidak selalu tenggelam dalam kesedihannya dengan lebih giat pelatihan dan membaca.

         Ketika pagi, pangeran bangun dan lekas membasuh diri untuk melanjutkan pelatihan tambahannya untuk persiapan menjadi raja, semakin hari semakin rumit karena apa yang telah diwariskan oleh ayahnya membuat pangeran muda sangat gelisah dan tetap bersedih jika mengingat ayahnya, bahkan penobatan untuknya pun dirasa berat bukan karena pelatihan namun bagaimana bisa seperti sosok raja yang dicintai dan mencintai rakyatnya.

         Kekalutan dalam pemikirannya pun membuat pangeran muda ingin keluar dari istana sementara untuk menenangkan diri dengan berjalan tanpa pengawal tanpa atribut kerajaan, dia menyamar menjadi rakyat biasa dengan melepaskan ikat kepalanya dan terurai rambut panjangnya.

         Ketika berkeliling daerah, tiba dia di suatu tempat orang berkumpul untuk berkesenian, disana dia melihat seseorang yang amat indah dan pintar menari, dia tanpa sadar termenung ketika melihat tariannya, seketika kesedihan tentang ditinggal oleh ayahnya menghilang, tergantikan oleh keindahan dan kepintaran menari seseorang. tanpa sadar sampai penari tersebut selesai pangeran tetap memandangnya, sadar akan ada orang yang melihat dari balik keramaian penari memandang orang tersebut dan membuat penari termenung juga dengan keindahan paras dan gagahnya orang yang memandangnya, ketika mata mereka bertemu membuat pangeran muda sontak kaget seketika langsung cepat meninggalkan tempat itu.

    <--more-->

         Sesampainya di istana pangeran muda bercerita dengan para tetua tentang kejadian yang baru dialaminya, hal ini membuat para tetua untuk bergerak cepat dan hati-hati untuk penentuan orang yang akan menjadi pendamping pangeran yang akan menggantikan ayahnya sebagai raja, para tetua tentu waspada akan kejadian ini dan segera mencari orang yang sesuai dengan yang diceritakan oleh pangeran dengan kesesuaian dan kepantasan yang harus dipenuhi menurut para tetua.

         Esok hari tanpa sepengetahuan pangeran muda, para tetua mendatangi orang tua penari bertamu dengan sangat baik dan sopan, dan disambut hangat oleh orang tua penari tersebut, lantas tetua itu memberitahu tujuan kedatangannya yaitu untuk melihat kepantasan dan kecocokkan agar sesuai, namun tidak dijelaskan secara pasti maksud dari kepantasan dan kecocokkan tersebut, setelah pembicaraan yang amat panjang dan hangat tetua mengakhiri pertemuan itu dan pamit ke kedua orang tua penari itu, mereka mengantarkan tetua itu sampai di depan rumahnya.

         di istana Pangeran muda memikirkàn bagaimana rupa dan tarian yang sangat indah itu setiap saat, setiap memikirkannya dia merasa bahagia seperti setitik cahaya kecil yang menghangatkan hati yang kedinginan akibat kesedihan ditinggal orang terdekatnya, sesaat dia tenggelam dalam perasaan tersebut dan terbayang bagaimana awal dia menatap dan melihat setiap detail gerakan penari tersebut.

         Para tetua itu memutuskan untuk mencari calon lain yang sangat mirip dengan keinginan paras pangeran, hal ini karena pihak kerajaan ada larangan jika calon ratu atau raja mereka tidak boleh dari golongan kesenian, karena ditakutkan jika ratu atau raja mereka dari kesenian tertentu maka kesenian lain merasa diasingkan, melihat sejarah kerajaan mereka ketika ratu atau rajanya dari kesenian tertentu maka semua warganya hanya menyukai kesenian yang raja atau ratu mereka mengakibatkan matinya tradisi kesenian lain. Karena sebab itu tetua menyuruh beberapa anggota perwakilan klan mencari sampai ketitik batas dunia dengan syarat tanpa sepengetahuan pangeran, dengan tekad para anggota klan menyanggupi permintaan tetua.

         Esok paginya ketika penobatan raja baru mereka beberapa orang dari anggota klan tersebut mencari orang dengan ciri fisik yang sesuai dengan orang yang disukai oleh pangeran. sampai akhirnya mereka membagi menjadi 3 kelompok agar lebih cepat dalam pencarian orang dengan ciri yang sudah disampaikan oleh para tetua. mereka mencari orang dengan tingkat sosial dan ekonomi yang sama, bukan dari kelompok kesenian tertentu, dan paras dan bentuk tubuh sesuai dengan kriteria pangeran,

    <--more-->

         Di istana setelah memeriahkan penobatan dan syukuran atas raja baru, sebagai raja baru pangeran muda meminta izin untuk berjalan-jalan sore kepada para tetua untuk melihat keadaan daerah yang akan dipimpinnya, ternyata jalan sorenya tanpa sengaja melihat kembali penari itu yang sedang melatih tariannya ditempat latihan tari dengan penari lainnya, meski banyak orang yang berlatih disitu pangeran muda hanya menatap satu orang penari yang pertama ia lihat dan selalu sama tidak berubah, si penari sadar orang yang kembali menatapnya sama dengan orang yang dulu berlari setelah mata mereka bertemu akhirnya secara diam-diam tanpa menatap mata pangeran, si penari menghampiri dan duduk disampingnya dengan keadaan pangeran masih menatap penari yang sudaah duduk disampingnya, lantas penari menanyakan mengapa ia hanya melihat dirinya sedangkan disana banyak penari lain yang jauh lebih baik dari tariannya, dengan canggung, terbatah-batah, dan baru sadar ternyata orang yang dia tatap berada disampingnya sekarang sedang menanyakan, pangeran menjawab bahwa hanya pangeran yang bisa melihat betapa lebih indahnya tarian si penari yang lebih dari yang lainnya, dan si penari pun menjawab hal yang sama, bahwa ia juga merasakan hal yang sama dengan banyaknya penonton yang menatapnya hanya penonton seperti pangeran yang mampu membuat si penari menjadi lebih berharga dari penari lainnya. mereka berdua saling diam yang sangat sunyi, damai dalam kehangatan, perasaan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.

         Di luar daerah kekuasaan dearah raja, para anggota klan dari kerajaan membawa setiap kandidat yang sesuai dengan ketentuan para tetua dan yang lebih utama adakah paras yang sesuai kriteria pangeran. tetua memyeleksi dan mendatangi setiap orang yang dibawa oleh anggota klan, pada kandidat pertama, tetua merasa bentuk garis muka sudah sama namun bentuk mata tidak, berlanjut ke kandidat kedua, tetua merasa bentuk muka dan semuanya sudah sama namun bentuk rambutnya tidaklah lurus, mereka berlanjut ke kandidat ketiga, dari rambut, mata dan bentuk muka sudah benar namun bentuk bibir tidak sesuai, mereka tetua sangat sulit untuk menentukan siapa yang lulus secara paras, dan berakhir mereka untuk kembali ke daerah masing-masing, secara rahasia mereka mendiskusikan pasangan yang cocok dan baik untuk pangeran muda yang nanti pasangan tersebut akan menjadi ratu sekaligus istrinya.

    <--more-->

         Ditempat latihan tari, Pangeran muda yang masih berbincang dengan si penari tanpa sadar hari sudah mulai sore mengakhiri perbincangan tersebut dan pamit untuk pulang, dengan mengucapkan selamat tinggal dan agar penari teruslah menari sampai pangeran kembali datang untuk meminang si penari, dan penari dengan rasa bahagia akan melakukan hal tersebut untuk menunggu yang dicintainya.

         Digerbang istana pangeran kini sudah menjadi raja sedikit curiga karena banyak anggota klan dan tetua berkumpul, dan menanyakan kepada para tetua seperti ada acara di istana yang tidak seperti biasanya, dan tetua menjawab bahwa tetua melakukan hal yang biasa dilakukan seperti biasanya saat-saat seminggu raja baru dilantik, tanpa curiga pangeran pun mempercayai para tetua yang dianggapnya seperti pengganti orang tuanya.

         Di dalam ruangan tetua, para tetua mendiskusikan kembali hasil penilaian mereka terhadap calon pasangan pangeran, siapa yang cocok dan baik untuk penerus dan pendamping dengan pangeran, setelah beberapa jam menjelang dini hari berdiskusi, pada akhirnya terpilihlah kandidat yang memiliki muka yang sama namun rambutnya berbeda. pada malam hari itu juga mereka mengutus anggota klan untuk memberitahu kandidat yang terpilih untuk segera mempersiapkan diri dan datang esok harinya yang akan diperkenalkan kepada raja sebagai calon pasangan.

         Besok pagi, dengan pakaian terbaiknya calon pasangan raja itu datang didampingi oleh pengawal kerajaan dan para tetua yang berjalan menyusuri halaman kerajaan, dan terlihat raja sedang berlatih memanah di samping halaman kerajaan. ketika melintas halaman kerajaan calon pasangan raja, raja melihat ke arah mereka berjalan dan betapa terkejutnya melihat orang yang seperti si penari itu datang ke kerajaan dan disambut dengan baik oleh para tetua, dan melihat bahagianya raja dengan senyuman indahnya calon pasangan raja itu pun langsung menyukai raja, melihat respon itu para tetua sangat bahagia. Mereka langsung berjalan menuju aula perjamuan untuk calon pasangan raja ini dan berbicara mengenai kecocokannya dengan raja, pada hari itu juga calon pasangan itu segera mengiyakan lamaran dari pihak kerajaan, setelah itu dimulailah persiapan untuk perayaan pernikahan sang raja.

        Besok pagi mereka mempersiapkan segala jenis kebutuhan untuk perayaan, mulai dari makanan, minuman, hiburan, tempat perayaan, pakaian, undangan, tamu yang akan diundang, oleh-oleh untuk yang datang, dan transportasi.

    <--more-->

         Sebulan persiapan untuk perayaan itu didukung juga oleh masyarakatnya yang akan mendapatkan sosok ratu barunya, dalam keadaan ramai tersebut si penari tidak peduli dan tetap berlatih dan terus menari dibelakang rumahnya walau teman, dan bapak ibunya, mengajaknya untuk ikut ke perayaan pernikahan rajanya, si penari tetap menari, ketika ditanya alasan mengapa, si penari menjawab bahwa kebahagiaan adalah inti dari perayaan. ketika si penari bahagia maka dia sudah merayakan perayaan tersebut dan si penari yakin bahwa rajanya merupakan orang yang sangat bijaksana.

         Pagi hari bangun dari tidur dia menari, setelah makan menari, setelah mandi menari, dan sebelum tidur pun yang dia lakukan adalah menari, dia lakukan hal tersebut dengan konsisten, keadaan yang tidak seperti biasanya membuat orang tua si penari cemas, maka saat makan malam bersama, ibunya menanyakan perihal konsistennya dan bahagianya dia ketika menari, sebab dia terus menari dan terlihat bahagia, lalu si penari dengan wajah bahagianya menjawab bahwa orang yang dicintanya menyuruh untuk tetap menari dan menunggu untuk dipinangnya.

         Malam hari dimeja makan dengan pernyataan yang mengejutkan diruang makan, karena hal tersebut sontak membuat kedua orang tuanya kaget dan saling bertatapan, ketika itu menyadari yang menurut kedua orang tuanya ada kemungkinan jika dulu ada tetua dari kerajaan yang datang ingin mengetahui kepantasan anaknya untuk calon pasangan raja, bapaknya dengan suara yang pelan ingin menjelaskan namun si ibu memegang pundak bapaknya dan mengatakan jangan dulu. dan si ibu bilang lanjutkanlah kegiatan yang membuatmu bahagia.

         Setelah makan malam selesai mereka berdua yaitu orang tua si penari berdiskusi dihalaman belakang rumah yang biasa mereka buat untuk bersantai, mereka menyimpulkan bisa jadi orang yang menyukai dan disukai anak kita adalah orang yang memiliki kuasa daerah yang sedang merayakan pernikahannya itu, dengan mengucapkan nada, penekanan dan perasaan yang meluap si ibu bersumpah jika anaknya tidak menikahi orang yang dicintai dan mencintainya adalah si raja, maka hidup sang raja tidak akan bahagia, dan anaknya akan tetap menari sampai yang dicintainya datang.

         Pagi hari perayaan pernikahan itu diselenggarakan si raja dengan istrinya, semua berbahagia atas pernikahan itu termasuk si penari yang tetap menari dengan bahagia tanpa mengetahui fakta bahwa yang dicinta telah bersama orang lain, dan si raja yang berbahagia telah menikahi orang yang dicinta tanpa tahu bahwa yang dinikahinya bukanlah si penari.

    <--more-->

         Acara perayaan kerajaan untuk pernikahan yang dimeriahkan berhari-hari  tidak pernah sedikit pun membuat si penari menghentikan tariannya karena telah tenggelam dalam kebahagiaan bahwa yang telah mencintainya itu akan datang untuk orang yang dicintai.

         Acara yang dilaksanakan di dalam kerajaan dan luar kerajaan itu pun telah selesai, dalam keadaan bahagia telah dipersatukan, seorang raja telah berbahagia berhari-hari untuk orang yang bukan dicintai, dan seorang perempuan yang berbahagia berhari-hari untuk orang yang tidak mencintainya.

         Pagi hari, si raja bangun dari tidurnya dalam keadaan lelah yang tidak ia mengerti, si raja hanya berasumsi bahwa lelahnya disebabkan oleh perayaan berhari-hari, namun ada rasa dihati yang membuat raja gelisah, melihat muka kegelisahan raja, sang calon ratu pun menanyakan, dan hanya dijawab oleh senyum yang menyembunyikan rasa, namun calon ratu mempercayai raja yang telah menjadi suaminya itu.

         Siang hari, kemudian kembali sore perasaannya tidak membaik dan makin ada yang tidak benar dalam dirinya sendiri, akhirnya raja memutuskan untuk menyendiri kembali dengan berjalan menyusuri daerah tanpa pengawal dan melepas ikat rambutnya agar terurai dan tidak dikenal rakyatnya, dia berjalan menuju tempat yang pertama kali ia bertemu dengan si penari tersebut, seperti biasa disana banyak sekali orang yang menonton pertunjukkan yang tidak hanya tari, namun si raja lagi-lagi datang ke tempat penari, ketika dalam keadaan terdiam karena kegelisahannya, dia terkejut dengan fenomena apa yang dilihatnya bahwa yang telah dicintainya tidak menjadi istrinya dan masih menari dalam pertunjukkan tersebut, sekali lagi mereka berdua saling menatap, namun kali ini tatapan raja yang dulunya adalah pangeran muda yang hening dan bahagia, telah berubah dengan tatapan yang memperlihatkan kesedihan yang teramat kacau, raja bersembunyi diantara keramaian dan mencari tempat duduk kemudian duduk dengan menutup muka menahan perasaan yang amat sakit paling dalam, telah mengetahui kenyataan bahwa dia telah salah dan tidak menyadari bahwa dia telah menikahi orang lain.

         Terduduk dengan menutup mukanya dalam waktu yang lama, tidak menyadari semua orang telah meninggalkan tempat pertunjukkan, si penari menghampiri orang yang dicintanya itu dan dipegangnya pundak si raja, dengan mencoba menahan rasa sakit yang kian tidak karuan karena orang yang dicintanya berada sangat dekat dengan muka tampak sangat bahagia atas kedatangannya. Si penari bertanya sebab mukanya menunjukkan rasa penyesalan, dengan diiringi angin dan guguran daun, raja mengatakan bahwa ia akan memperbaiki masalahnya dengan segera dan akan kembali padanya dengan muka lebih bahagia dan meminangnya sendiri tanpa perantara, si penari dengan bahagia akan terus memegang perkataan orang yang dicintanya itu, bahwa akan terus menari sampai dia datang kembali dan meminangnya.

    <--more-->

         Menjelang matahari terbenam raja pulang dengan matanya yang  memerah karena menahan perih kesedihannya, dia mengumpulkan seluruh tetua, calon ratu dan para ketua anggota klan malam hari itu juga, seketika para tetua dan ketua anggota klan kerajaan berdatangan, dan saling bertanya sebab raja mendadak mengumpulkan mereka, setelah semua berkumpul si calon ratu dia tugasi untuk mengatur jamuan untuk malam itu didapur.

         Malam hari diruang pertemuan itu mendadak sunyi dengan tekanan udara yang tidak nyaman oleh orang yang datang, raja terdiam sejenak mengatur ritme nafas dan emosionalnya, setelah dia mampu mengendalikan diri, raja bertanya mengenai si penari, dan mendadak para tetua berkeringat dingin dan hanya bisa terdiam karena pertanyaan sang raja, para ketua klan pun akhirnya memberanikan diri mengatakan bahwa mereka diberi tugas oleh para tetua untuk mencari calon istri untuk sang raja dengan kriteria fisik seperti si penari, para tetua makin susah untuk berbicara, dan si raja mempertanyakan kebenaran yang diucapkan para ketua klan tersebut kepada para tetua, dan para tetua hanya terdiam, dan raja mengatakan jika diam berarti dapat dikatakan bahwa yang dikatakan oleh ketua klan adalah benar, dan para tetua kembali terdiam, dan salah satu diantaranya mengatakan sebab mereka menjalankan hal tersebut karena dalam aturan yang dibuat secara bersama antar tetua bahwa raja atau ratu tidak boleh dari golongan kesenian tertentu yang dampaknya akan merusak hubungan antar rakyat, baru mendengar hal itu raja kaget dan kenapa dia tidak tahu, karena ketidaktahuannya itu raja merasa gagal melaksanakan tugas sebagai raja yang baik. Raja saat itu juga memberi keputusan bahwa dia mengundurkan diri dan akan digantikan oleh calon ratu, yang otomatis dia akan menceraikan istrinya dan menanggalkan gelar bangsawannya, dan menjadi rakyat biasa, tanpa ada yang mampu menghentikan keputusan itu membuat semua yang diruangan itu menjadi merasa bersalah.

         Esok paginya raja melakukan prosesi pengunduran diri dan mewariskan kerajaan kepada mantan istrinya yang dalam keadaan sedih karena penjelasan oleh para tetua dan para ketua klan, dengan berat hati dan penyesalan karena ketidakmampuan merasakan bahwa dirinya bukan orang yang dicinta dan harus merelakan orang yang dicintanya untuk bersama dengan orang yang dicintainya. Sesudah prosesi penyerahan tahta kerajaan, ratu menitipkan pesan dan permintaan maaf untuk orang yang telah direbut kekasihnya kepada mantan raja dan mantan suaminya itu, namun raja mengatakan bahwa si penari tidak akan pernah merasa kekasihnya direbut oleh orang lain, karena si penari telah memiliki hati kekasihnya itu, mendengar ucapan itu ratu merasa bahagia karena telah mampu merelakan orang yang dicintainya bertemu dengan kebahagiaannya.

    <--more-->

         Pangeran, raja, kemudian menjadi rakyat biasa dan keluar dari lingkungan kerajaan membuat dirinya diharuskan untuk mengasingkan diri beberapa tahun agar orang disekitar daerah tersebut tidak lagi mengenal dia sebagai raja dan agar mampu hidup mandiri diluar kerajaan, sekarang dia ingin memiliki usaha, yaitu sebagai pedagang kain yang dia buka ditempat pengasingannya, menikmati hari-hari bahagianya mengingat ada yang menunggunya, karena hidupnya dilalui dengan rasa bahagia usahanya pun semakin besar, memiliki tempat produksi kain sendiri, kemudian membangun beberapa toko hingga ke daerah lain, hingga memiliki pegawai yang banyak.

         Dirumah si penari, tetap melakukan latihan menari dan sesekali mengadakan pertunjukkan tari, dari hasil usaha dan latihannya beberapa kali diundang oleh kerajaan untuk menghibur sang ratu dan menjadi hiburan saat pernikahan ratu, dari ketekunan yang dia lakukan penari akhirnya mampu membangun tempat pelatihan tari sendiri.

         Dikerajaan sang ratu, kini memiliki suami yang mencintainya, raja ini lebih gagah dan tampan, perayaan yang berhari-hari yang dirayakan oleh seluruh rakyatnya, menandakan bahwa sang ratu benar-benar telah dicintai oleh rakyatnya, banyak hal yang membuat ratu semakin hari semakin bahagia.

         Bertahun-tahun kemudian, si penari yang kini memiliki tempat pelatihan tari membutuhkan kain untuk baju anak didik tarinya itu, dan penari menanyakan kepada beberapa temannya, tempat mana yang kainnya paling baik dengan harga terjangkau, menurut temannya mengatakan bahwa ada tempat penjualan kain yang beda dari biasanya kainnya lebih baik dan bisa memesan sesuai keinginan, mendengar pernyataan teman-temannya membuat si penari penasaran dan datang ke tempat yang direkomendasikan, ketika datang dia disambut baik oleh penjaga toko, melihat beberapa jenis kain, dan menanyakan harga. ternyata memang harganya terjangkau, bisa memesan sesuai keinginan, dan pesanannya bisa diantarkan sampai ke rumah, akhirnya dia memesan beberapa lembar kain warna kuning dengan jenis kain yang baik untuk penari, pegawai mencatat semua keinginan pesanan si penari, dan akhirnya dengan membawa bukti pembayaran, si penari pulang dengan bahagia bahwa tempat itu sangat nyaman untuk berbelanja kain sesuai dengan rekomendasi teman-temannya.

    <--more-->

         Di lain daerah, mantan raja yang kini menjadi pengusaha kain, telah menyelesaikan pengasingan jika selama ini yang mengecek setiap tokonya adalah orang kepercayaannya sekarang dia ingin mendatangi setiap toko di setiap daerah. Berhari-hari bertugas kelilling daerah lain untuk mengecek setiap toko membuat dirinya kelelahan, akhirnya dia istirahat sehari di daerah yang dulu ia pimpin.

         Pagi hari dia bangun, dan melanjutkan pekerjaannya setelah mandi dan makan, berlanjut ke tempat toko terakhirnya didaerah yang dia dulu pimpin, berjalan sambil mengingat-ingat kembali kenangan masa lalu, dan bahagianya dia bahwa ada orang yang menunggunya selama ini, ketika sampai dia mengecek setiap catatan penjualan, dan pemesanan. Disitu tertulis nama si penari dan alamatnya, dan hari ini adalah hari pengirimannya, setelah tahu bahwa itu adalah orang yang dicintainya bergegas menanyakan kepada pegawai bahwa tempat barang yang akan dikirim ke si penari, lalu pegawai menunjuk beberapa kain berwarna kuning.

         Bergegas membawa pesanan si penari ke rumahnya dengan bahagia, akhirnya dia akan menepati janjinya, setelah sampai didepan rumah penari yang kini ada tempat pelatihan tari, membuat tempat itu banyak anak-anak yang sedang belajar tari yang sedang di ajari oleh si penari, setiap gerakan diikuti oleh anak-anak dibelakangnya, dia hanya memandang sambil duduk disitu dengan membawa kain, si penari menyadari bahwa orang yang ditunggunya telah datang setelah lama menunggu, sampai akhirnya selesai pembelajaran tari, si penari menghampiri tanpa menatap mata orang yang ditunggunya itu, akhirnya dia berada disampingnya dan duduk bersama, saling bercerita, dan menanyakan kabar dan berbagai hal, dari toko sampai tempat tari, hal itu membuat mereka berdua kembali seperti dulu dengan hembusan angin yang menyejukkan.

        Sore pun datang mereka tenggelam dalam obrolan panjang sampai dimana si penari membawanya ke rumah orang tuanya dan memperkenalkan orang yang dicintainya itu, bapak si penari itu pun langsung memeluk orang yang baru diketemuinya, dan mengatakan seorang bapak tidak akan melupakan orang yang telah dicintai anaknya, sesaat itu juga ibunya mengatakan saat raja yang dicintai anaknya itu tiba-tiba menghilang mereka sangat mengkhawatirkan sampai kedua orang tua si penari hampir putus asa karena orang yang telah dicintai anaknya menghilang tanpa sepengetahuan seorangpun, si penari pun baru menyadari bahwa orang yang dicintainya dulu merupakan raja, dan sesaat langsung menyadari yang sudah dilakukan oleh rajanya itu sampai melakukan pengunduran diri dan lebih memilih menepati janji untuk bersamanya.

         Mereka berdua pada beberapa minggu kemudian mengadakan perayaan pernikahan, dan yang spesial dalam acara tersebut adalah ratu dan raja datang ketempat perayaan pernikahan si penari, mengucapkan selamat atas pernikahan yang telah lama ia tunggu, dan memohon permintaan maaf secara langsung, namun si penari menjawab bahwa tidak ada yang salah dalam ketidaktahuan, semuanya wajar dan telah diperbaiki, dan penari meyakini bahwa orang yang dicintainya pasti tetap akan mencintainya apapun kejadiannya hasilnya tetap akan sama, karena tidak akan ada orang yang telah mencintai tidak dicintai dan orang mencintai tidak dicintai, sama seperti ratu yang dulu pernah mencintai sekarang telah dicintai bahkan oleh rakyatnya. Akhirnya si penari dan muda berbahagia telah dipersatukan, ratu yang telah dicintai rajanya, dan seluruh rakyat daerah tersebut berbahagia atas perayaan yang dihadiri ratu dan rajanya.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.