x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 27 Desember 2021 08:49 WIB

Hibur Anak-anak Taman Bacaan, Komunitas Gardot UNJ Bahas Buku Magic di TBM Lentera Pustaka

Komunitas Gardot UNJ bahas buku "Magic" ilmu sulap berbasis trik dan entertain. Aksi sosial Gardot UNJ hibur anak-anak pembaca TBM Lentera Pustaka

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di tengah libur nataru dan menerapkan protocol Kesehatan, Komunitas Gardot UNJ lakukan aksi kepedulian dan menghibur anak-anak pembaca aktif Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor (26/12/2021). Dikomandoi Adi Keong, Anton Chekove, Andre Donas, Budoyo Pracahyo, gaya khas Komunitas Gardot UNJ  mampu menghipnotis 70-an anak taman bacaan dan para orang tua yang hadir. Kata Gardot, 4 dibagi 2 sama dengan 6. Itu bisa terjadi akibat hipnotis. Ikut hadir pula Gardoters Iip Sariful Hanan, Uyung Yuliasman, Niel Efriza, Ayie S. Rahadian, Goezrax, Adi Musik, Ratna, Tuning, dan Dyah.

 

Terinspirasi dari buku “Magic” karya Richard Jones, Adi Keong menyajikan contoh-contoh ilmu sulap berbasis trik dan entertain. Sebagai cara untuk menghibur dan tidak boleh terbuai dengan “hipnotis” kehidupan dunia. Momen tahun baru 2022 harus bisa dimanfaatkan untuk menjadi lebih baik, termasuk rajin membaca buku. Sajian Komunitas Gardot UNJ pun mengundang tawa anak-anak TBM Lentera Pustaka yang hadir. Dalam kesempatan ini, anak-anak TBM Lentera Pustaka pun menyajikan nyanyian “Gemar Membaca” dan angklungan taman bacaan yang nantinya di tahun 2022 dijadikan “wisata belajar angklung”.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Aksi sosial Komunitas Gardot UNJ ke TBM Lentera Pustaka pun jadi bukti dukungan terhadap aktivitas membaca buku anak-anak di tengah gempuran era digital. TBM Lentera Pustaka sendiri didirikan oleh Syarif Yunus, salah satu Gardot dari Bahasa Indonesia FBS UNJ (IKIP Jakarta) Angkatan 89. Sekaligus memberi contoh pergaulan di kampus semasa kuliah di UNJ puluhan tahun lalu.

 

“Gue suka ke TBM Lentera Pustaka, kok masih banyak anak-anak mau baca buku di zaman begini. Selain programnya bagus, taman bacaan ini patut didukung untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang literat. Ini contoh bahwa membaca bukan soal minat. Tapi soal tersediannya akses bacaan ke anak-anak dan masyarakat” ujar Adi Keong seusai memotivasi anak-anak taman bacaan.

 

Untuk diketahui, Komunitas Gardot UNJ merupakan kumpulan informal alumni UNJ yang semasa kuliah dibesarkan dalam pergaulan rileks dan penuh canda tawa tapi tidak kehilangan kesadaran kritis secara moral dan intelektual. Komunitas yang mengedepankan tradisi berpikir besar dan kritis dalam melihat realitas.  Sekalipun tidak diketahui persis berapa jumlah anggotanya, Komunitas Gardot selalu mengedepankan dialektika universal dalam pemikiran, sikap, dan perilaku. Di samping candaan yang cerdas dan mencerahkan. Gardoters adalah mantan mahasiswa UNJ dari berbagai fakultas, dari berbagai program studi yang dibesarkan dalam pergaulan yang rileks di kampus.

 

Ada pesan moral di Komunitas Gardot. Untuk selalu punya kesadaran kritis dalam berbagai keadaan yang ada di masyarakat. Sukses, kaya, atau pangkat tidak boleh meruntuhkan kreativitas dan pemikiran kritis. Sehingga apapun yang terjadi, tidak boleh kehilangan “jati diri” ke-gardot-an, jati diri kesadaran kritis.

 

Dalam suasana yang hangat, aksi sosial Komunitas Gardot UNJ pun jadi ajang silaturahim pertemanan di kampus UNJ. Ngbrol bareng, guyon bersama hingga ramah tamah di Kafe Flora Curug Nangka Gn. Salak hingga malam hari. Sambil menikmati cuaca dan pemandangan indah sebagai wujud syukur atas karunia dan kebesaran Allah SWT.

 

Syarif Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka yang sekaligus bagian dari Gardot  sanat mengapresiasi dan berterima kasih atas aksi sosial Komunitas Gardot UNJ ke taman bacaan. Sebagai bukti kepedulian terhadap gerakan literasi dan aktivitas taman bacaan di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi momentum penting komunitas informal alumni kampun UNJ untuk tetap peduli secara sosial, di samping memelihara pertemanan agar tidak lekang oleh waktu.

 

"Selain bangga, saya pun bersyukur punya teman-teman di Komunitas Gardot semasa kuliah di UNJ,, dulu IKIP Jakarta. Aksi sosial ini patut jadi contoh konkret bagi komunitas alumni kampus di manapun. Untuk terjun langsung ke realitas masyarakat, di samping ikut mendukung gerakan literasi di taman bacaan. Semoga teman-teman Gardoters sehat selalu dan diberkahi Allah SWT" kata Syarif Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka di sela acara. Salam literasi. #KomunitasGardotUNJ #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler