PTM Terbatas Dengan SKB 4 Menteri - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Back to school

Helwiyah ewi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Minggu, 2 Januari 2022 05:32 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • PTM Terbatas Dengan SKB 4 Menteri

    Sekolah berbenah, Orang tua bersiap, siswa semangat, kembali ke sekolah

    Dibaca : 948 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dengan adanya keputusan bersama antara Menteri pendidikan, kebudayaan, Riset dan teknologi, Menteri Agama, Menteri kesehatan dan Menteri Dalam Negeri  Republik Indonesia  dengan Nomor  05 /KB/ 2021, Nomor 1347 tahun 2021, Nomor HK.01.08/ MENKES/ 6678/ 2021 dan Nomor 443 5847 tahun 2021  tanggal 21 Desember sebagai dasar Hukum  tentang:

    "Panduan Penyelenggaraaan Pembelajaran  di Masa Pandemi CoronaVirus  Disease ( COVID  2019)

    Maka, mulai semester Genap tahun pelajaran 2021-2022, diputuskan untuk menerapkan PTM Terbatas  dengan pengaturan  pembelajaran tatap muka Terbatas  dengan kategori A,B,C,D,E,F dan K. untuk semua jenjang pendidikan. 

    Berdasarkan status PPKM , DKI Jakarta pada saat ini berada pada  level 1 , vaksinasi  Pendidik 91,26%, Tenaga Kependidikan 89,72% ( di atas 80%)  dan vaksinasi Lansia 71,1 % ( Di atas 50%), maka DKI Jakarta pada kategori A. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan kapasitas 100%, full hari sekolah ( Senin- Jumat) dan durasi  maksimal 6 jam pelajaran. 

    Pembelajaran tatap muka terbatas  di dalam kelas dilaksanakan dengan tetap menerapkan  protokol kesehatan, meliputi :

    1. Menggunakan masker sesuai ketentuan yaitu menutup hidung, mulut dan dagu.

    2. Menerapkan jaga jarak antar rang dan /atau  antar kursi/meja paling sedikit 1 meter.

    3. Menghindari kontak fisik.

    4. Tidak saling meminjam peralatan atau perlengkapan belajar.

    5. Tidak berbagi makanan dan minuman, serta tidak makan  dan minum bersama secara berhadapan atau             berdekatan. 

    6. Menerapkan etika batuk dan bersin.

    7. Rutin membersihkan tangan.

    Satuan pendidikan  yang terbukti melanggar protokol kesehatan diberikan sanksi administratif dan dibina oleh satgas penanganan Covid 19 atau tim pembina UKS.

    Vaksinasi PTK  mempengaruhi kapasitas jumlah peserta didik  yang mengiktui PTM terbatas pada level 1,2 dan 3. PTK yang belum divaksin mengajar secara PJJ

    PTK yang menolak divaksinasi padahal vaksin tersedia dan  memenuhi syarat vaksinasi  dapat diberikan sanksi sesuai peraturan perundang undangan. 

    Walaupun bukan syarat PTM terbatas, orang tua/ wali dihimbau mendorong anaknya yang sudah memenuhi syarat  untuk divaksinasi.

    PEMBUKAAN KANTIN, PEDAGANG, KEGIATAN OLAHRAGA, DAN EKSTRA KURIKULER DI LINGKUNGAN SEKOLAH

    1. Kantin belum diperbolehkan beroperasi

    2. pedagang yang berada di luar gerbang lingkungan sekolah  diatur oleh satgas penanganan Covid 19                 wilayah setempat bekerjasama dengan satgas Covid 19 satuan pendidikan. 

    3. Kegiatan olahraga dan ekstra kurikuler  di dalam dan d luar ruangan dilaksanakan  sesuai dengan                     pengaturan  pembelajaran di ruang kelas. 

    DAFTAR PERIKSA  KESIAPAN SATUAN PENDIDIKAN

    1. Ketersediaan  sarana dan prasarana   sanitasi, kebersihan dan kesehatan.

    2. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, rumah sakit dan lainnya.

    3. Memiliki Tim satgas penanganan Covid 19 sauan pendidikan.

    4. Memasang QR code aplikasi Peduli Lindungi di area masuk dan keluar  satuan pendidikan.

    5. Melaporkan tingkat kepatuhan pelakasnakaan protokol kesehatan daRi satuan pendidikan .

     

    PENGHENTIAN PTM TERBATAS SEMENTARA

    Penghentian sementara PTM terbatas  di satuan pendidikan sekurang kurangnya 14x 24 jam jika

    1. Klaster penularan  covid 19 di satuan pendidikan tersebut.

    2. Angka positivy Rate hasil ACF di atas 5%.

    3. Warga satuan pendidikan  yang masuk notifikasi ksus hitam di atas 5%.

    Bila setelah survey ternyata satuan pendidkkan bukan klaster  atau positivy di bawah 5%, PTM terbatas  dihentikan pada kelompok belajar  terkonfirmasi   covid 19 selama 5X 24 jam.

     

    TANGGUNG JAWAB DINAS PENDIDIKAN, SUKU DINAS PENDIDIKAN DAN SATUAN PENDIDIKAN

     

    Dinas pendidikan melakukan koordinasi dengan

    Dinas Kesehatan : terkait dengan penyaiapan daftar periksa, protokol kesehatan,  melaksanakan vaksinasi Covid 19, melaksanakan Tes SWAB ., memanfaatkan aplikasi peduli lindungi  dan survey pelaksanaan PTM Terbatas. 

    Satgas   : Membina dan  memantau penerapan protokol kesehatan saat PTM terbatas.

    Dinas Perhubungan : Terkait dengan   transportasi yang aman.

    Suku Dinas Pendidikan 

    1. Menyiapkan protokol kesehatan

    2. Membantu pelaksanaan Vaksin

    3. memastikan kepala satuan pendidikan mengisi daftar periksa  pada laman DAPODIK.

    4. Memastikan kesiapan satuan pendidikan untuk pelaksanaan PTM Terbatas.

    5.   Memantau penerapan Protokol Kesehatan.

    6. Berkoordinasi dengan satgas Covid 19.

    7. Tidak mengizinkan satuan pendidikan untk PTM terbatas jika tidak mengisi daftar periksa.

    8. Memberikan peningkatan  kapasitas  pada pengawa satuan pendidikan tentang berbagai  hal pendukung.

    9.  Berbagai tindakan tindak lanjut.

    SATUAN PENDIDIKAN

    1. Menyusun struktu program pembelajaran tatap muka sesuai  jam alokasi mengajar.

    2. mengisi dan memperbaharui daftar periksa .

    3. Melakukan skrining bagi pengunjung atau tamu dan warga satuan pendidikan yang belum terdaftar di             DAPODIK saat hadir atau pulang dengan memanfaatkan aplikasi peduli lindungi

    4. memantau dan menindaklanjuti temuan kasus  konfirmasi  dan /atau kontak  erat covid 19.

    5. Melaporkan kehadiran Pendidik, tenaga kependidikan maupun  peserta didik selama PTM. 

    6. membentuk Tim satgas Covid 19.

    Pada bagian selanjutnya Surat Keputusan Bersama 4 Menteri masih mengatur  berbagai prosedur operasional  sebagai panduan pelaksanaan PTM terbatas. 

    Bukan main main pemerintah menyusun berbagai aturan dan panduan untuk pelaksanaan PTM terbatas. Hampir 2 tahun sejak Maret 2020, dunia pendidikan terdampak sangat berarti karena penyebaran dan penularan virus Covid 19.  Orang tua mendadak jadi guru di rumah setiap hari , sehingga menambah kesibukan sebagai ibu rumah tangga dengan keterbatasan fasilitas  belajar online, Siswa kurang disiplin ketika belajar di rumah, guru kurang berinteraksi dengan siswa   secara optimal karena dibatasi   lokasi belajar.

    Kini, satuan pendidikan dan warga sekolah dberi kesempatan untuk menjalan kan kegiatan pembelajaran  secara lengkap, tidak lagi sebagian  sebagian, tidak lagi sepekan sekali , namun full. Semua siswa , semua kelas  belajar di sekolah.  Senin hingga  Jumat dengan alokasi jam pelajaran maksmal 6 jam pelajaran per hari.

    Besok adalah hari terakhir libur semester ganjil. Senin, tanggal 3 Januari 2022 kegiatan belajar mengajar semester Genap sudah mulai.   Pembagian Raport yang ditunda dapat dilakukan saat hari pertama sekolah. Orang tua sudah mulai mempersiapkan seragam, buku dan alat alat tulis anak anak, persiapkan masker , handsanitizer pribadi, menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah dan bekal minum, selain terus mengingatkan menjaga protokol kesehatan. 

    Bekasi, 1 Januari 2022

    23.01

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.