4 Tips Self-Editing untuk Penulis Pemula - Humaniora - www.indonesiana.id
x

self editing untuk penulis pemula

Tika Widya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Jumat, 7 Januari 2022 17:02 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • 4 Tips Self-Editing untuk Penulis Pemula

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penulis pemula, salah satunya teknik self-editing. Bagaimana menerapkan self-editing yang baik? Baca di sini!

    Dibaca : 546 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bagian terpenting di setiap proses penulisan adalah mengedit. Sebagai penulis pemula, penting sekali bagi Kamu untuk memeriksa kembali naskah guna memperbaiki tulisan, dan meminimalisir kesalahan sebelum dikirim ke penerbit. 

    Idealnya, memang ada tim editor profesional yang dapat membantu menangani kegiatan penyuntingan naskah.  Namun, penulis juga perlu melakukannya sendiri. 

    Apa Itu Self-Editing?

    Self-editing adalah proses menyunting naskah yang harus penulis lakukan sebelum mengirimkan ke penerbit. Kegiatan ini meliputi mengoreksi kesalahan, merevisi struktur serta mengasah diksi. 

    Ada banyak manfaat yang akan Kamu rasakan jika melakukan sunting naskah sendiri. Nah, berikut beberapa alasan penting mengapa Kamu perlu mempunyai keterampilan mengedit, antara lain :

    1. Kamu akan memperoleh hasil yang optimal, dan tentu saja lebih rapi dan menarik untuk dibaca. 
    2. Mengembangkan keterampilan bahasa 
    3. Tentu saja hal ini dapat meningkatkan kredibilitas Kamu sebagai seorang penulis pemula.

    Lantas bagaimana cara self editing yang tepat? 

    Cara Melakukan Self-Editing

    • Cek Format

    Hal pertama yang perlu Kamu lakukan adalah mengecek format. Pastikan naskah yang Kamu buat telah sesuai dengan format penerbit. Seperti tentang margin, jenis dan ukuran font. Perlu Kamu ketahui bahwa setiap penerbit mempunyai standar penulisan yang berbeda, loh. 

    Selain hal tersebut, Kamu juga perlu memastikan bahwa semua tulisan sudah sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Gunakan KBBI versi daring untuk memudahkan Kamu melakukan pengecekan ejaan dan makna kata. 

    Hal lain yang harus Kamu lakukan sebagai penulis pemula adalah memperhatikan penggunaan spasi tunggal. Tulisan berspasi tunggal mempunyai sisi keterbacaan yang jauh lebih baik daripada spasi ganda. Dengan spasi tunggal pembaca dapat membaca lebih cepat. 

    • Show, Don’t Tell

    Tunjukkan, jangan ceritakan. Kamu bisa menunjukkan apa yang sedang terjadi tanpa mendeskripsikan secara langsung bagaimana perasaan dari karakter utama. 

    Sederhananya, gunakan lebih banyak kata kerja daripada kata sifat.  Kamu bisa memilih detail yang spesifik serta signifikan atau menambahkan dialog yang membedakan masing-masing karakter. Coba fokuskan pada penggambaran indera. 

    • Print dan Baca Keras-keras

    Langkah ketiga dalam melakukan self-editing adalah mencetak naskah dan membacanya dengan suara keras. Cara ini dapat membantumu menemukan kesalahan. Tidak jarang, Kamu juga mendapatkan pandangan baru setelah membacanya. 

    Membaca dengan keras dapat memicu area otak sehingga lebih mudah menemukan hal-hal yang salah. 

    • Cek Plot Hole

    Langkah terakhir dapat proses self-editing adalah membaca kembali naskah secara keseluruhan guna memastikan struktur kalimat sudah tepat. Selain itu, dengan membaca keseluruhan naskah, penulis pemula dapat mengamati konsistensi POV, susunan kalimat serta makna yang terkandung di dalamnya.  

    Itulah mengapa Kamu perlu memeriksa naskah secara menyeluruh sebelum mengirimkan kepada penerbit. Jika perlu, buat catatan kecil dan menganalisa setiap plot, sehingga Kamu dapat menemukan masalah atau kejanggalan yang mungkin tidak tersadari sebelumnya. 

    Dan potong kalimat yang terlalu panjang. Usahakan di dalam setiap kalimat hanya mengandung unsur SPOK (Subjek, Predikat Objek dan Keterangan). Hindari menggunakan dua koma atau lebih dalam satu kalimat. 

    Kesimpulan

    Itulah beberapa cara yang dapat Kamu lakukan sebagai penulis pemula dalam self-editing. Mudah bukan melakukan sunting naskah sendiri? Dengan mengikuti tips di atas, tulisan Kamu dapat menjadi lebih rapi dan memiliki gaya bahasa yang berkarakter. Potensi penerbit melirik naskah milikmu juga jauh lebih besar. Siap mencoba?



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.