Si Kemeja Hitam - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Si kemeja Hitam.

rakhmat_azis

Penulis indonesiana
Bergabung Sejak: 9 November 2021

Jumat, 7 Januari 2022 17:07 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Si Kemeja Hitam

    Dia yang telah masuk kedalam ruangan yang mengharuskan untuk tidak peduli dan si kemeja hitam yang datang untuk membawa dia pergi menjauhi tempat seperti itu.

    Dibaca : 978 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

         Waktu itu, pagi hari dengan sinar matahari yang hangat, menemani seorang pemuda yang mengayuhkan sepeda untuk beranjak dari rumah ke tempat orang berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan, namun sepeda yang dipakai semakin dia kayuh sepeda itu semakin berat, dirasa sepeda ini rusak, ia titipkan sepeda itu kepada orang yang biasa dan mampu memperbaiki sepedanya.

         Waktu mulai menjelang siang, waktu menunggu sepedanya diangggap lama kemudian dia melihat ke arah kanan dari tempat perbaikan sepeda itu dan terlihatnya tempat perkumpulan itu, dia memutuskan untuk meninggalkan sepedanya yang sedang diperbaiki dan akan mengambil kembali ketika akan pulang, akhirnya dia berjalan kaki ke tempat berkumpul, dia berjalan menyusuri halaman yang terdapat pepohonan dan sedikit tanaman liar dibawahnya kemudian nampak bangunan dengan bentuk yang sangat sederhana seperti bangunan-bangunan di iklim tropis.

         Ketika masuk kedalam bangunan itu dia melihat beberapa orang yang sedang berbincang sambil duduk dan ada yang berdiri, dia bergegas mencari tempat untuk duduk, dan dia dapati tempat yang masih kosong namun disebelahnya terdapat orang yang menoleh dengan muka yang tidak enak dilihat, dia berakhir mengacuhkan pandangan tersebut dan dimulailah pemaparan oleh seseorang yang bertugas sebagai pembicara saat itu, dengan seksama dia memperhatikan hal itu.

         Pembicaraan, diskusi, dan obrolan yang terjadi di ruangan itu membuat dirinya bahagia sekaligus menenangkan, karena menurutnya hal yang berarti adalah membagikan yang dia ketahui dan miliki, tidak hanya terbatas yang berwujud dan nampak, informasi, berita, pengalaman sampai cerita khayalan menurutnya perlu untuk dibagikan, dan ini dilakukan bukan untuk orang lain, tapi untuk kebahagiaan dirinya sendiri.

         Ketika terjadi diskusi dan saling tanya terjadi, mulai bertanya mengenai makna kata dalam kalimat yang dibicarakan, hubungan antara yang dibicarakan dengan kegiatan sehari-hari, dan kekurangan dan kelebihan yang sedang dibicarakan tersebut jika dipakai dalam kehidupan.

       Di dalam ruangan itu orang saling menambah dan menukar pengetahuan mereka tentang tema pembicaraan, tidak ada yang peduli dengan keadaan sekitar mereka, mereka lupa jika terbatas waktu, sebab mereka lupa adalah terlalu menyenangkan pembicaraan tersebut, karena tidak ada yang paling mendominasi dalam pembicaraan tersebut semua orang setara dalam pembicaraan di ruang itu, mulai dari pertanyaan yang khusus hingga pertanyaan yang umum, dari yang menjawab secara detail hingga menjawab secara umum, dalam ruangan itu semua orang saling menghormati atas pengetahuan yang diberi dan ditukar.

         Ketika pemaparan tiba-tiba dari depan pintu, orang dengan berpakaian serba hitam menggunakan celana panjang hitam dengan kemeja hitam menghampiri dia, dia yang sedang fokus terhadap diskusi tidak memperdulikan orang berpakaian hitam itu, karena kehadirannya tidak disadari, orang berpakaian hitam itu datang dan memegang pundaknya, dan berkata yang tidak si dia mengerti dengan wajah sedikit bingung namun secara bersamaan si dia menampakkan wajah yang merasakan maksud arah pembicaraan tersebut, orang berpakaian hitam itu menyadari jika si dia merasakannya namun si dia tidak terlalu peduli perkataan yang si kemeja hitam katakan,

         Keadaan yang sedang diacuhkan membuat si kemeja hitam melakukan tindakan yang sebenarnya dapat merusak hubungan mereka berdua, karena si kemeja hitam tahu bahwa si dia sangat menyukai tempat diskusi seperti itu, keraguan si kemeja hitam makin menjadi namun karena keyakinan yang dirasakan oleh si kemeja hitam merupakan perasaan yang sama seperti si dia maka ditariknya si dia yang sedang fokus itu, namun bukannya marah si dia yang menyukai tempat itu tidaklah marah, maka menurut si kemeja hitam dapat dinyatakan si dia menyetujui tindakan si kemeja hitam itu bahwa ada hal penting tentang mereka berdua.

         Di siang hari itu saat cahaya matahari masih bersinar terang dengan hembusan angin yang mengenai setiap dedaunan mengiringi setiap langkah si kemeja hitam dengan menggenggam tangan si dia yang melangkah menjauh dari tempat yang tidak memperdulikan sekitarnya itu, menuju tempat yang penuh dengan pepohonan yang rindang yang dibawahnya terdapat tanaman yang berbunga, mereka berdua berada ditengah taman.

       Berada di tengah pepohonan dan tanaman yang berbunga, membuat si dia menyadari bahwa di balik tanaman yang dia anggap liar itu ternyata mampu berbunga, setelah sadar si dia memandang si kemeja hitam, si kemeja hitam yang masih menggenggam tangan kanannya itu kemudian mengulurkan tangan kirinya dan mengambil tangan kiri si dia, lantas di taruh kedua tangan si dia ke kemeja hitam itu, namun si dia tidak mengerti maksud si kemeja hitam, dengan sabar dan sedikit penekanan si kemeja hitam mengisyaratkan agar si dia untuk membuka kemeja hitamnya, sekali lagi tangan si dia tidak mampu untuk membuka kemeja hitam itu, si kemeja hitam itu sedih karena ketidakmampuan si dia untuk membuka kemeja hitamnya, si kemeja hitam itu mencoba untuk menyiramkan air ke tubuhnya agar kemeja hitamnya itu dapat berubah warna atau bentuk, dan si dia agar memiliki inisiatif lebih lagi untuk membukanya lebih keras lagi namun si dia tidak mampu melepas kemeja hitam itu dari si kemeja hitam, pada akhirnya si kemeja hitam memutuskan mencoba melepasnya sendiri, namun tidak bisa bahkan sampai ia tarik kemeja hitamnya dengan sekuat tenaga yang dimilikinya tidak mampu untuk melepas kemeja hitam yang tidak ia sukai yang kini sudah basah.

       Melihat kondisi si kemeja hitam yang basah dan sedih itu membuat si dia juga sedih, dan membawa kemudian menarik tangan si kemeja hitam yang masih menunduk sedih dan memasuki ruangan yang penuh dengan lemari dan si dia mengambil kunci dari kantong celana dan membuka lemarinya mengambil handuk untuk mengelap badan si kemeja hitam saat mengelap badan kemeja hitam yang basah, si kemeja hitam tiba-tiba meneteskan air matanya, kemudian tangan si dia langsung berpindah mengelap kepala si kemeja hitam, si dia mengatakan bahwa hidup itu harus dijalani apa adanya dan apapun harus diterima kalau hidup dihabiskan untuk menolak kapan si kemeja hitam akan memikirkan kebahagiaan dan menemukan keindahan didalamnya, dan muka mereka saling bertatapan dan si dia mengelap muka yang meneteskan air mata itu dengan sangat lembut, dan si dia menyatakan agar si kemeja hitam terus meluapkan perasaannya, saat itu kemeja hitam menangis dengan bersandar di bahu si dia yang mengelus kepala si kemeja hitam agar dapat tenang,

        Si dia menggapai kedua tangan si kemeja hitam dan menyatakan bahwa untuk menerima kemeja hitam itu tanpa perlu berusaha untuk melepasnya karena menurutnya yang berada disekitarnya itu merupakan bagian dari dirinya termasuk pakaian yang ia pakai walau berwarna hitam si dia akan tetap berada disampingnya kapanpun, dimana pun, melihat ketulusan ucapan si dia, si kemeja hitam seketika memeluknya dengan kemeja hitamnya yang sudah sedikit basah namun terdapat kehangatan dari keduanya.

        Hari mulai sore dan si dia menoleh kearah bangunan yang digunakan untuk berkumpul itu sudah terlihat mulai sepi, mereka berdua berakhir untuk pulang bersama, ketika sampai didepan gerbang keluar si dia baru ingat sepedanya dan mengatakan ke si kemeja hitam bahwa si dia akan mengambil sepedanya itu dan menawarkan si kemeja hitam untuk pulang duluan namun si kemeja hitam ingin pulang bersama sampai di jalur yang memisahkan mereka berdua.

       Ketika menunggu sore itu, si kemeja hitam melihat matahari yang kian tenggelam yang berwarna jingga menyorot kearah kemeja hitamnya dan menyadari bahwa kemejanya itu sangat indah ketika tersorot oleh warna matahari tenggelam warnanya tersusun dari terang menuju gelap, melihat hal itu membuat si kemeja hitam tersenyum, ternyata memang benar keindahan akan muncul ketika manusia mampu menerima dirinya sendiri, dalam keadaan bahagia itu datang si dia yang membawa sepedanya menghampiri si kemeja hitam, mereka berdua berjalan bersama dengan si dia yang menuntun sepedanya, mereka berdua bercerita mengenai kejadian yang telah terjadi, si kemeja hitam yang menceritakan keindahan bajunya yang tersinari matahari tenggelam, dan dia yang membawa sepeda menceritakan mengenai diskusi dan sepedanya yang sempat rusak itu.

        Pada akhirnya mereka sampai dipersimpangan yang menandakan akan berbeda jalan pulang, kemudian si kemeja hitam melihat wajah si dia yang menyimpan kegelisahan, dan wajahnya semakin mendekat ke muka si dia, si dia langsung terkejut seketika memegang muka si kemeja hitam, melihat tingkahnya membuat si kemeja hitam tersenyum ternyata orang yang menenangkannya itu memiliki kegelisahan ketika akan berpisah, kemudian si kemeja hitam menggenggam tangan si dia yang memegang mukanya itu, dengan keadaan yang berdekatan itu si kemeja hitam mencium pipi si dia, dan melihat reaksi si dia dengan muka yang sangat menjelaskan hatinya itu membuat si kemeja hitam berpikir bahwa orang ini telah memiliki dan dimiliki hatinya karena itu si kemeja hitam berjanji untuk bertemu kembali dan selalu berada disampingnya, melihat tindakan, ucapan dan ekspresi si kemeja hitam itu membuat si dia merasa tenang, akhirnya dengan melepas tangannya si kemeja hitam pulang dan akan bertemu kembali untuk menepati janjinya.

    Ikuti tulisan menarik rakhmat_azis lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.