x

Foto ini di ambil sebelum Pandemi Covid-19, kurang lebih 3 tahun yang lalu saat pembelajaran fisika di laboratorium fisika

Iklan

Prima Cahya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 April 2024

Jumat, 26 April 2024 12:49 WIB

Transformasi Pendidikan Indonesia: Mengatasi Tantangan Ekonomi Menuju Kesetaraan Akses dan Kualitas

Rendahnya pendidikan diindonesia meliputi adanya faktor ekonomi

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tertulis: Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Ekonomi merupakan salah satu yang berpengaruh sebagai dampak dari rendahnya pendidikan di negara kita. Masih banyak anak anak bangsa yang memiliki potensi untuk mengembangkan kualitas diri tetapi terhalang oleh faktor ekonomi, karena biaya pendidikan di ndonesia cukup mahal dan ada beberapa ( oknum) yang memanfaatkan hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, contohnya dinegara kita untuk sekolah negeri yang berada pada naungan pemerintahan itu tidak boleh ada pemungutan biaya. pasal 21 ayat (3) menyebutkan dua larangan untuk memungut biaya "sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah tidak boleh :

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 a. Melakukan pemungutan / sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan ppdb maupun perpindahan peserta didik. 

 

b. Melakukan pemungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB. " 

    

dan juga pada pasal 9 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan dan Sumbangan biaya pendidikan pada satuan dasar menyatakan : satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah dan atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan Pendidikan. 

 

Kemendikbud sesuai dengan pasal 42, menegaskan sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah tidak dapat menetapkan persyaratan PPDB yang bertentangan dengan ketentuan PPDB sesuai Permendikbud yang ditetapkan Kemendikbud.

 

Dalam hukum pidana secara umum mengatur bagi pihak kepala sekolah ataupun dinas pendidikan tetap melakukan pemungutan biaya maka dapat dianggap menyalah gunakan jabatan, atas tindakan yang dilakukan melanggar pasar 423 KUHPidana dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara. dan jika dikaitkan dengan undang undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat diancam hukuman minimal 4 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah.

 

 

Tidak bisa dipungkiri dinegara kita masih banyak oknum yang memanfaatkan kekuasaan dan berdampak pada pendidikan para anak anak bangsa yang menyebabkan mereka putus sekolah, beberapa faktor penyebab rendahnya pendidikan diindonesia yaitu :

 

1. Keterbatasan sumber daya finansial 

yang dimana keluarga dengan keterbatasan ekonomi seringkali tidak mampu untuk memenuhi biaya pendidikan seperti biaya sekolah, untuk membeli peralatan sekolah, serta transportasi

2. Kesenjangan sosial dan ekonomi 

Kesenjangan ekonomi yang besar dapat menyebabkan ketimpangan dalam akses terhadap pendidikan dimana anak - anak dari latar belakang ekonomi memiliki hambatan dalam mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas

3. Pembangunan yang tidak merata

Dinegara kita masih banyak pembangunan yang tidak merata yang menyebabkan beberapa daerah - daerah terpencil belum mendapatkan akses pendidikan yang merata karna keterbatasan pengetahuan serta kualitas pendidikan yang kurang memadai. 

4. Beban kerja anak

Anak anak dari keluarga kurang mampu sering kali terpaksa bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga, sehingga waktu dan energi yang tersedia untuk pendidikan menjadi terbatas.

5. Berprioritas pada kebutuhan dasar 

Keluarga yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan tempat tinggal, dan kesehatan lebih mengutamakan hal-hal tersebut dari pada pendidikan

 

Di negara kita banyak contoh contoh kecil dari masyarakat yang tidak tercukupi ekonomi nya antara lain, ada 2 contoh kecil yang dapat dijadikan acuan kenapa rendahnya pendidikan dinegara kita diantaranya :

 

1. Pengemis

Dinegara kita masih banyak mengemis dijadikan salah satu mata pencarian untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, masih banyak anak anak yang mengemis untuk membantu keluarganya dan memutuskan tidak sekolah, banyak contohnya seperti dilampu merah, jalan jalan besar bahkan tempat wisata. 

 

sedangkan larangan mengemis di muka umum sudah diatur dalam Pasal 504 dan Pasal 505 KUHP. Pasal 504 KUHP menjelaskan bahwa barang siapa yang mengemis di muka umum diancam dengan pidana kurungan paling lama enam minggu.

 

2. Manusia silver 

Sekarang banyak oknum yang memanfaatkan anak anak untuk menjadi manusia silver yang dijadikan objek pencarian mata uang oleh anak anak yang tidak dapat pendidikan, mereka rela tubuhnya diwarnai oleh pewarna seharian demi mendapatkan sejumlah uang untuk mencukupi kebutuhannya, dan demi kebutuhan nya tercukupi mereka rela berhenti sekolah karna kurangnya biaya dan harus kerja dari pagi sampai malam, dan kebanyakan manusia silver itu ada penggerak nya. 

 

penggerak tersebut bisa dikenai UU Perlindungan Anak atau Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 76I jo Pasal 88 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan/atau denda Rp 200 juta.

 

Kemudian, penggerak manusia silver tersebut juga bisa melanggar Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ancaman hukumannya paling rendah tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

 

ada beberapa langkah yang dapat meningkatkan rendahnya pendidikan di negara kita yaitu :

 

1. Aksesibilitas pendidikan : memperluas akses pendidikan bagi semua masyarakat, termasuk di daerah daerah terpencil dengan membangun lebih banyak sekolah dan fasilitas pendidikan serta menyediakan transportasi yang memadai. 

 

2. Reformasi kebijakan : menyusun kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan inklusif, termasuk memiliki anggaran yang memadai dan transparan. 

 

3. Pembangunan yang merata

Jika pembangunan dinegara kita ini merata dan daerah terpencil dapat pendidikan yang berkualitas itu akan menjadi suatu kemajuan untuk pendidikan dinegara kita. 

 

4. Memperluas lapangan kerja

Memperluas lapangan kerja sama saja dengan meminimalisir para pengangguran. yang dimana jika kita memperluas lapangan kerja banyak masyarakat yang dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. dan bisa memperbaiki pendidikan dari anak anak yang kurang mampu karna kebutuhannya dapat tercukupi.

Ikuti tulisan menarik Prima Cahya lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu