Kisah Inspiratif Davina, Santri Klinik Tahsin dan Tahfidz Malang - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Davina

PPPA Daarul Quran

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Agustus 2020

Sabtu, 22 Januari 2022 08:00 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Kisah Inspiratif Davina, Santri Klinik Tahsin dan Tahfidz Malang

    Davina Clarissa Ellano (14) adalah santri layanan Klinik Tahsin dan Tahfidz (KTT) di Kantor PPPA Daarul Quran Malang. Davina, panggilan akrabnya, sebelumnya telah menghafal Al-Qur’an di pondok pesantren hingga hafal 16 Juz, Namun ia sempat berhenti menghafal Al-Qur’an karena sakit.

    Dibaca : 735 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Davina Clarissa Ellano (14) adalah santri layanan Klinik Tahsin dan Tahfidz (KTT) di Kantor PPPA Daarul Quran Malang. Davina, panggilan akrabnya, sebelumnya telah menghafal Al-Qur’an di pondok pesantren hingga hafal 16 Juz, Namun ia sempat berhenti menghafal Al-Qur’an karena sakit.

    Kisah Davina sangat menginspirasi, keluarga Davina sempat tinggal di Palembang sebelum pindah ke Malang. Di kota kelahirannya, Davina sering mengikuti lomba, seperti MTQ, MHQ, hingga lomba sholawat. Davina pun pernah menjadi juara 1 lomba MHQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu ia juga berhasil memenangkan juara II lomba shalawat di tingkat provinsi.

    Di tengah ujian menghafal Al-Qur’an, orang tua Davina tak pernah menyerah memberikan motivasinya agar kembali semangat menghafal Al-Qur’an. Yeni, ibunya, juga memberikan teladan kepada Davina menghafal Al-Qur’an. 

    “Saya sedih ketika Davina sakit, saya berdoa kepada Allah semoga Allah mudahkan Davina untuk kembali menghafal Al-Qur’an. Awalnya kami pergi mencari banyak tempat agar Davina bisa melanjutkan hafalannya, alhamdulillah kami bertemu Daarul Qur’an, dan Davina mau setoran hafalan Al-Qur’an lagi,” tutur Yeni tampak berkaca-kaca mengenang perjuangan bersama anaknya.  

    Selama belajar di KTT, Davina dibimbing oleh Ustadz Ahmad Nazili Al-Hafidz yang merupakan asatidz Daarul Qur’an. Davina mulai menghafal dan setoran juz 14, hingga saat ini ia sudah hafal 30 juz hanya dalam waktu tiga bulan. Tak jarang Ustadz Nazili memberikan nasihat kepada Davina agar tetap istiqomah menghafal Al-Qur’an. 

    “Pesan Ustadz Nazili yang saya ingat supaya menghafal Al-Qur’an pelan-pelan, banyak berdoa, dan berbakti kepada orang tua,” ucap Davina tersenyum.

    Lebih jauh Davina bercerita perjuangannya menghafal Al-Qur’an. “Davina memang suka menghafal Al-Qur’an, mau dapat ridho Allah dan bisa banggain orang tua. Waktu yang paling enak menghafal Al-Qur’an habis Tahajjud dan setelah Subuh, sebelum setoran ke ustadz. Davina akan tetap mengaji di Daarul Qur’an sampai mutqin hafalan 30 juz,” ungkap Davina.

    Alhamdulillah, layanan Klinik Tahsin dan Tahfidz PPPA Daarul Qur’an Malang bermanfaat dan melahirkan santri penghafal Al-Qur’an seperti Davina. Ketika ditanya cita-cita, pertama kali ia menjadi ingin menjadi hafidzah. Davina juga mengungkapkan cita-citanya ingin menjadi dokter agar bisa membantu banyak orang. []

    Ikuti tulisan menarik PPPA Daarul Quran lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.