Meredam Rasisme di Indonesia - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

RAS DAN NASIONALISME

Juandi Manullang .

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Agustus 2019

Senin, 31 Januari 2022 19:53 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Meredam Rasisme di Indonesia

    Kasus rasisme di Indonesia bahkan di dunia masih terjadi. Hal itu sangat meresahkan dan menimbulkan kemarahan besar yang wajib untuk dihindari agar tidak menimbulkan kerusakan yang parah dan korban jiwa.

    Dibaca : 879 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kasus-kasus yang berkaitan dengan suku, agama, ras dan antargolongan masih sering terjadi di negara kita. Hal itu tentu membuat kita resah dan juga marah ketika masih saja terjadi kasus berbau SARA atau rasisme di Indonesia.

    Bukan hanya di Indonesia saja yang marah akan terjadinya kasus berbau SARA, tetapi juga masyarakat di dunia pun sama dengan hal tersebut.  Kemarahan itu dapat berupa penyerangan terhadap oknum tertentu, kerusuhan maupun perusakan fasilitas bahkan rumah ibadah. Jika kasus SARA dibiarkan tumbuh dan berkembang di Indonesia maka negeri ini akan hancur.

    Oleh sebab itu, meredam kasus SARA atau rasisme di Indonesia harus segera dilakukan. Beberapa waktu lalu juga sudah kita saksikan kemarahan masyarakat suku Sunda akibat adanya oknum yang mempermasalahkan Bahasa Sunda dipakai dalam acara-acara formal. Begitu juga masyarakat di Kalimantan juga marah akibat pernyataan seputar “Jin Buang Anak” yang dihembuskan oleh oknum tertentu.

    Dari hal tersebut kita bisa melihat bagaimana kegaduhan yang terjadi akibat ujaran-ujaran yang diduga berbau rasisme tersebut. Jika terus dipelihara kejadian itu, maka kita sendiri yang rugi. Aparat keamanan dan pemerintah akan kesulitan untuk meredam amukan massa yang terjadi.

    Maka sudah selayaknya kita melakukan pencegahan dini agar hal tersebut tidak terus terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Hal pertama yang menurut saya wajib kita lakukan adalah:

    1. Berpikir dahulu sebelum berucap

    Alangkah baiknya, kita semua sebelum berbicara atau berucap dalam forum resmi maupun tidak resmi untuk terlebih dahulu memikirkan apa yang akan kita ucapkan. Maksudnya terlebih dahulu, kita harus menyaring kata maupun kalimat yang ingin diucapkan untuk mencegah sakit hati atau ketersinggungan, ujaran kebencian, hoax dan lain sebagainya akibat ucapan kita.

    Mulai dari sekarang, sangat penting kita berhati-hati dalam berucap agar tidak mengakibatkan hal terburuk terjadi dalam diri dan kehidupan bermasyarakat saat ini. Ingatlah bahwa ada istilah “Mulutmu adalah Harimaumu”. Itu artinya apa yang keluar dari ucapan kita, hal itu bisa berakibat buruk bagi kita dan orang lain. Mari berpikir dulu sebelum berucap.

    1. Mengurangi sensitivitas terhadap suku, agama, ras dan antargolongan

    Dalam hal ini, penting untuk kita mengurangi sensitivitas terhadap suku, agama. ras dan antargolongan orang lain di Indonesia. Maksudnya adalah, seringkali dalam kehidupan kita ada oknum-oknum yang iri terhadap kesuksesan ataupun keberhasilan suku maupun golongan tertentu sehingga berakibat adanya sindiran maupun serangan secara halus terhadap suku atau ras tertentu.

    Sifat manusia saat ini masih terkandung rasa iri dan dengki terhadap orang lain, ketika orang tersebut mendapat jabatan tinggi, lebih unggul, sukses, cerdas dari dirinya sendiri. Hal inilah yang wajib kita kurangi agar tidak terjadi kasus berbau SARA.

    1. Edukasi dini mengenai keberagaman

    Hal ketiga ini yakni edukasi dini mengenai keberagaman adalah cara terakhir yang ampuh untuk meredam SARA ataupun Rasisme di Indonesia. Kepada anak-anak maupun remaja saat ini penting diedukasi oleh orangtua khususnya mengenai keberagaman. Anak-anak atau remaja perlu diajarkan maupun diberitahu bahwa Indonesia adalah negara yang beragam suku, agama, ras dan antargolongan.

    Indonesia adalah negara besar dengan beribu suku, beragam agama yang membuat Indonesia begitu berwarna karena perbedaan dapat menyatukan kita dalam bingkai NKRI. Orangtua harus bisa mengajari anak untuk tidak mempermasalahkan agama orang lain, suku, ras dan golongannya. Tetapi jadikan perbedaan itu jadi sahabat terbaik untuk berkembang dan bertumbuh.

    Anak-anak dan remaja harus diyakinkan bahwa perbedaan yang ada bukan jadi ancaman tetapi jadi lukisan indah yang membuat negeri ini semakin maju. Anak-anak harus bisa dalam setiap tindakannya menghormati dan menghargai setiap orang di sekitarnya meski dalam perbedaan.

    Ketiga hal diatas semoga jadi pelajaran, ilmu pengetahuan baru buat kita dalam meredam rasisme di Indonesia. Semoga tiga hal tersebut bisa kita terapkan dalam setiap aktivitas atau kegiatan kita sehari-hari demi terciptanya persatuan dan kesatuan di Indonesia. Kita pasti bisa hidup damai tanpa adanya kasus rasisme di Indonesia.

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Juandi Manullang . lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.