Aloma, Permainan Petak Umpet di Tapanuli Selatan dan Beragam Kisahnya - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Clem Cou dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Senin, 21 Maret 2022 19:46 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Aloma, Permainan Petak Umpet di Tapanuli Selatan dan Beragam Kisahnya

    Aloma atau di Indonesia dikenal sebagai permainan petak umpet adalah versi daerah Tapanuli Selatan. Permainan itu sangat marak terjadi sebelum bocil-bocil dengan teknologi di tangannya masing-masing menyerang. Permainan ini memiliki beragam kisah di dalamnya.

    Dibaca : 1.694 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

              Aloma adalah bahasa Batak, sebutan untuk permainan petak umpet. Permainan ini adalah permainan di mana satu orang menjadi penjaganya dan sisanya menjadi orang yang bersembunyi. Cara memenangkan permainan ini adalah memukul tanganmu sekeras mungkin dengan suara selantangnya di tempat penjaga menutup matanya sambil menyebutkan “Prencis !!!!”, atau “Kena!!!” dan masih banyak sebutan lainnya. Permainan ini bisa menjadi menyenangkan dan bisa juga menjadi bahaya jika terjadi kejadian-kejadian tertentu. Apa sajakah itu? Kuy mari baca.

     

    1. Disembunyikan Setan

              Siapa yang tidak tahu risiko permainan petak umpet ini? “Jangan jauh-jauh sembunyinya, nanti disembunyikan setan.” Itulah peringatan yang paling mengerikan yang datang dari orang tua. Aku tidak tahu apakah hal ini memang pernah terjadi? Tetapi peringatan ini memang bisa membuat kita berpikir 1,5 kali untuk bermain aloma atau petak umpet. “Ayo main aloma atau petak umpet!!” Teriakan terdengar dari depan rumah. Jika anda menolak, anda tidak akan diajak bermain selama satu hari. Jika anda pergi setelah mendapat larangan itu, satu saran, berhati-hatilah. Peringatan ini akan berlaku jika kalian pergi bersembunyi ke hutan-hutan atau ke rumah-rumah kosong.

     

    2. Disembunyikan Orang

              Hal ini juga tidak kalah menyeramkan dengan disembunyikan setan. Literally, diculik oleh orang tak dikenal. Berhati-hatilah jika ada yang menawarkan tempat persembunyian kepada kalian. Janganlah mau. Janganlah berbuat curang. Biarlah kita berpikir kreatif di mana tempat kita akan bersembunyi. Apalagi tempat yang ditawarkan adalah sebuah mobil. Sekali lagi, jangan mau!!! Kau masih bisa bersembunyi di kandang ayam.

     

    3. Bersiap Sedia di Belakang Penjaga

              Siapa yang memiliki teman dengan pikiran bejat seperti ini? Saya adalah teman tersebut. Saat penjaga menghitung sampai 10, kita sudah bersiap sedia di belakangnya untuk memukul tempat penjaga menutup matanya sambil teriak “Prencisss!!” atau teriakan apa pun itu. Walaupun berbeda, intinya adalah kita bersenang-senang.

              Jangan lakukan taktik bejat ini jika teman kalian yang menjaga memiliki hati selembut sutra. Setelah itu, kalian tidak akan berteman selama dua hari. Kecuali kau mengalah dan menjadi penjaganya. Air matanya akan langsung berhenti.

     

    4. Bersembunyi di Rumah Sendiri

              Taktik ini juga tidak kalah bejatnya dari taktik sebelumnya. Siapa teman kita yang berani memasuki rumah kita sendiri saat bermain di luar? Jika ibumu atau ayahmu dapat diajak bekerja sama, 100% kau akan menang. Kau bahkan bisa makan Orong-orong dulu sebelum memenangkan pertandingan. Fyi, penjaga bisa saja menyerah saat dia sudah kelelahan mencari di mana pun.

              Permainan ini memang cukup berbahaya apalagi jika tempat tinggal kalian dekat dengan kuburan, hutan, atau jalan raya. Lakukanlah di komplek perumahan yang damai dan jauh dari jalan raya. Janganlah percaya kepada siapa pun yang menawarkan tempat persembunyian. Pembuat curang pasti akan dapat asamnya. Ayolah, bermain curang di permainan aloma atau petak umpet, memalukan sekali. Kau bahkan bisa bersembunyi di paret atau naik ke atas pohon. Semakin kreatif anda, rasio kemenangan juga akan semakin besar. Kecuali jika kau melihat kemenangan di depan mata, namun emak sudah berdiri dengan spatulanya. Di situlah anda pasrah dan berharap tidak dikurung di kamar.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.