Anak Demam, Apa yang Harus Dilakukan? - Urban - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Anak Demam. Saidsupport.org

Bintang Sebayang

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Maret 2022

Kamis, 31 Maret 2022 12:43 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Anak Demam, Apa yang Harus Dilakukan?

    artikel ini bertujuan memberikan saran kepada orang tua jika menghadapi anak yang sedang demam. diberikan beberapa tindakan yang bisa orang tua lakukan, dan memberi tahukan gejala tanda bahaya sehingga anak harus segera di bawa ke pelayanan kesehatan.

    Dibaca : 1.357 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Demam adalah keluhan yang paling sering membuat orang tua datang membawa anak mereka ke klinik ataupun pelayanan kesehatan. Jika anak demam tinggi orang tua takut akan terjadinya kejang yang bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga membuat orang tua sangat panik jika anak demam.

    Perlu di ketahui anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya diatas 38℃. Inilah perlunya menyiapkan alat kesehatan sederhana seperti thermometer yang bisa dibeli secara bebas di apotek terdekat. Thermometer banyak macamnya, ada yang menggunakan air raksa, digital, dan terbaru ini yang hits semenjak pandemi ini adalah termogun yang menggunakan system infra red yang menawarkan penggunaan yang lebih mudah sehingga pengecekan suhu tetap bisa dilakukan walaupun anak sedang rewel.  Tidak dianjurkan untuk mengecek anak demam atau tidak hanya menggunakan telapak tangan saja tetapi tetap harus dilakukan pengecekan suhu dengan thermometer.

    Demam merupakan kompensasi fisiologis untuk meningkatkan suhu tubuh diakibatkan oleh banyak hal antara lain infeksi, kejadian pasca imunisasi, dehidrasi, ataupun non infeksi. Hal-hal penting yang orang tua harus tahu pada saat anak demam diantaranya bagaimana pola demamnya karena pola demam bisa memberikan petunjuk penyebab yang mendasari.

    Pola demam diantaranya demam terus menerus sepanjang hari, demam yang hilang pada pagi hari dan mulai tinggi Kembali pada saat petang, atau demam yang turun setelah diberikan obat tetapi kemudian naik Kembali. Ini merupakan informasi penting yang bisa orang tua sampaikan ke dokter.

    Kemudian yang tak kalah penting adalah gejala lain yang menyertai misalnya menggigil, menggigil bisa mengawali sebelum terjadinya demam tinggi kemudian kejang nah ini gejala yang sangat membuat panik orang tua, kejang pada anak demam sering terjadi pada anak diatas 6 bulan hingga usia 5 tahun. Kejang ini dikenal dengan kejang demam.

    Jika anak kejang orang tua harus tetap tenang dan berikan sendok yang sudah dilapisi kain untuk diletakkan di atas lidah ini bertujuan untuk mengurangi trauma pada daerah bibir dan mulut. Jangan berikan anak minum apapun pada saat anak kejang. Segera bawa ke pelayanan Kesehatan terdekat.

    Hal pertama yang harus orang tua lakukan  jika anak demam adalah jangan memakaikan anak baju yang berlapis lapis ataupun membuka baju anak tersebut, pakaikan baju anak seperti biasa dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan longgar karena ini akan membantu pengeluaran keringat lebih mudah sehingga dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak.

    Pemakaian baju yang terlalu tebal akan menggangu pengeluaran keringat yang akan menghambat penurunan suhu tubuh anak. Berikan anak minum yang banyak atau tetap berikan Asi pada bayi. Kompres anak dengan menggunakan air hangat kuku. Kompres dapat dilakukan di dahi, ketiak, dan selangkangan.

    Kemudian langkah selanjutnya jika tindakan sebelumnya belum berhasil menurunkan suhu tubuh anak. Orang tua dapat memberikan antipiretik atau obat penurun panas. Saat ini sudah banyak merk obat penurunan panas yang tersedia diapotek, dengan berbagai macam rasa yang membuat anak tidak susah untuk meminum obatnya.

    Kandungan yang paling banyak direkomendasikan adalah paracetamol ataupum Ibuprofen. Dianjurkan orangtua untuk selalu menyediakan obat tersebut di rumah. Sehingga jika anak demam tiba-tiba dan terutama pada anak-anak yang memiliki riwayat kejang sebelumnya tindakan awal yang bisa dilakukan bisa diberikan dahulu paracetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan sesuai dengan sendok takar yang sudah disediakan. Jangan menggunakan sendok makan ataupun sendok teh yang ada di rumah.

    Obat penurun panas ini mulai bekerja 1-3 jam setelah pemberian jika demam belum turun juga jangan langsung memberikan dosis kedua, berikan dosis selanjutnya sesuai dengan petunjuk. Obat penurun panas ini bertujuan untuk membuat rasa nyaman pada anak sehingga anak bisa tidur lebih nyenyak ataupun anak tidak menjadi rewel. Harus diingat obat penurun panas bukan untuk mengobati penyebab dari demamnya dan harus diingat obat penurun panas ini tidak akan langsung menurunkan demam anak ke suhu normal, tetapi menurunkan demam ke suhu yang lebih rendah dari sebelumnya secara perlahan.

     Jangan memberikan antibiotik pada anak tanpa anjuran dari dokter, kejadian ini sudah banyak terjadi anak demam hari pertama anak sudah diberikan antibiotik kemudian anak tidak demam lagi antibiotik dihentikan begitu saja. Ini seharusnya tidak terjadi, pemberian antibiotik harus diberikan atas anjuran dokter yang memeriksa anak tersebut, harus jelas sumber infeksinya sehingga pengobatan menjadi tepat sasaran, dan mengurangi terjadinya resisten terhadap antibiotik.

    Kapan anak saya bisa dibawa ke dokter? Jika demam tidak membaik dalam 48 jam walaupun anak sudah diberikan obat penurun panas segera bawa anak ke Pelayanan Kesehatan terdekat. Awasi beberapa gejala yang muncul pada anak dan harus segera ditangani seperti kejang, anak semakin lemah, tangan dan kaki dingin, sulit bernafas atau anak bernafas lebih cepat, anak tampak pucat, tidak mau makan dan minum, nyeri pada perut, mimisan ataupun gusi berdarah.

     

    dr. Bintang Cahayahati Sebayang



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.