x

Sebuah foto pemanfaatan android/game dalam belajar, sumber kendari post

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Kamis, 7 April 2022 06:26 WIB

Peran Penting Pemandu Kehidupan

Dalam perjalanan fisik kita membutuhkan pemandu atau tour leader klau ke manca negara. Demikian juga dalam perjalanan hidup ini. Kita juga membutuhkan pemandu kehidupan. Siapakah mereka? Silahkan baca terus.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

When setting out on a journey, do not seek advice from those who have never left home  (Maulana Jalaludin Rumi)

Ketika akan memulai perjalanan jangan minta nasehat kepada orang yang belum pernah keluar rumah.  Apa yang muncul dalam pikiran anda membaca kalimat mutiara Rumi yang indah dan sarat makna di atas?  Mungkin Anda membatin dia seperti biasanya menulis metafora.  Bukan perjalanan fisik tapi perjalanan hidup.  Saya yakin Anda benar.  Dia memberikan metafora perjalanan hidup manusia.  Meskipun demikian kalimat itu bisa juga ditafsirkan untuk perjalanan fisik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika anda akan pergi ke suatu tempat yang masih asing maka anda harus mencari keterangan dulu rinciannya.  Sekarang internet sudah menyediakan banyak kemudahan.  Information is just a click away, kata wong Londo.  Meskipun demikian anda masih membutuhkan keterangan yang tidak ada di internet, yaitu dari orang yang sudah pernah pergi ke tempat itu.   Bagaimana kalau ingin pergi ke manca negara?  Siapa orang yang layak anda tanyai?

 Tour leader

Tidak semua orang Indonesia paham tentang profesi ini.  Seorang tour leader atau bisa disingkat tl, adalah seseorang yang sudah dididik, dilatih untuk menyelenggarakan perjalanan wisata ke manca negara.  Dia mengawali karirnya sebagai pramuwisata atau pemandu wisata.  Ada tiga jenjang dalam profesi ini. Pertama pramuwisata muda, yang kewenangannya masih di sebuah kota atau kabupaten saja.  Setelah berpengalaman minimum dua tahun dengan baik di posisi ini dia sudah boleh ikut seleksi dan pelatihan untuk menjadi pramuwisata madya. Kewenangannya sudah boleh memandu wisata antar propinsi.  Kalau sudah berpengalaman minimum dua tahun di posisi madya, dia sudah boleh ikut seleksi dan pelatihan menjadi tour leader atau tour director atau pengatur perjalanan wisata.  Dia sudah boleh memandu wisata ke manca negara.   Dia memiliki lisensi dan sertifikat kompetensi. Jadi dia sudah mampu memberi anda saran untuk berwisata ke manca negara agar anda mendapat kelancaran, kenyamanan dan manfaat maksimal dari perjalanan manca negara.

Kembali ke metafora Rumi,  apa kira kira maksudnya?  Saya percaya dia sedang mengatakan bahwa seorang yang akan melakukan perjalanan spiritual, atau mendalami ilmu keagamaan perlu mencari seorang guru yang mumpuni, seorang ulama yang benar benar sudah tinggi ilmunya.  Hanya ulama sejati yang akan mampu membimbing anda menuju pencerahan spiritual.  Jangan berguru pada seseorang yang belum mencapai tataran tinggi secara spiritual.   

Bagaimana cara mengetahui kedalaman ilmu seseorang?  Kalau dalam pandangan saya ada dua cara. Pertama, hadiri pengajiannya.  Simak dengan cermat paparannya.  Setelah itu renungkan, pikirkan, analisis.  Cara kedua adalah dengan membaca buku karyanya.  Kalau belum punya karya maka dia belum sampai pada tahapan yang tinggi.  Kemampuan tertinggi akan dicapai tatkala seseorang sudah mampu menuliskan ilmunya.  Itulah sebabnya di perguruan tinggi mahasiswa diwajibkan menulis skripsi, thesis, disertasi.  Inilah tolok ukur yang paling sahih mengukur kemampuan seorang ulama.  Semua ulama besar pasti memiliki karya tulis, bahkan tidak hanya satu dua judul.  Pasti banyak.

Kalimat itu bisa juga diterapkan untuk melukiskan kegiatan mempelajari ilmu selain agama.  Saat ini di Indonesia orang mulai memperhatikan ilmu membangun keluarga.  Selesai kuliah pada umumnya anak muda mencari kerja atau memulai usaha bisnis sendiri lalu menikah.  Tapi di sekolah mereka tidak pernah belajar tentang pembangunan keluarga.  Lantas kepada siapa mereka harus belajar?  Ke orang tua masing-masing, jelaslah.  Itu rujukan utama. Meskipun demikian jangan lupakan pemikiran dan pengalaman orang lain yang sudah dituangkan dalam bentuk buku. 

Sudah ada  karya anak bangsa berupa buku parenting.  Kebanyakan membahas pola asuh anak bayi dan anak kecil.  Belum banyak yang membahas parenting anak remaja,  sedangkan kita menjadi orang tua itu selamanya, tidak sementara ketika anak anak masih kecil saja.  Artinya kiatnya pastilah berbeda memperlakukan anak kecil dengan anak remaja.  Di sinilah buku parenting anak remaja berperan besar.

Jadi siapkan diri untuk menjadi orang tua yang baik dengan banyak membaca buku parenting.  Kemudian ikuti acara dialog atau zoominar parenting.  Aktiflah dialog dengan penulis atau praktisi parenting yang sudah berpengalaman.

Demikian juga dengan semua ilmu lain.  Banyak baca, banyak diskusi adalah kunci.  Usahakan memiliki hubungan baik dengan para cendekiawan. Mereka bisa dikatakan sebagai pemandu kehidupan. Tujuannya agar anda bisa berguru dengan total sehingga mendapat hasil baik.

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan