x

cerpen DILARANG MENCINTAI BUNGA-BUNGA karya KUNTOWIJOYO

Iklan

Ramdhan Adi Wibowo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 April 2022

Jumat, 8 April 2022 13:26 WIB

Sosiologi Sastra Dilarang Mencintai Bunga-Bunga Karya Kuntowijoyo

artikel ini dibuat untuk mengetahui sosiologi sastra pada cerpen "Dilarang Mencintai Bunga-Bunga" karya Kuntowijoyo

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Apa yang dimaksud dengan sosiologi?  Sosiologi merupakan ilmu yang membahas tentang berbagai aspek dalam masyarakat serta pengaruhnya bagi kehidupan manusia.

Sosiologi sastra merupakan pendekatan sastra berupa studi objektif dan ilmiah tentang manusia dalam masyarakat, studi lembaga-lembaga, dan proses-proses sosial. Sosiologi sastra menurut istilah yakni cabang sosiologi yang memanfaatkan metode dan teknik sosial yang diterapkan dalam sastra.

Cerita Dilarang Mencintai Bunga-Bunga”, mengungkapkan masalah yang dihadapi seorang anak saat harus memilih antara bunga dan bengkel.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tokoh dalam cerpen ini adalah seorang anak laki-laki yang bersama orang tuanya baru saja pindah ke kota. Ayahnya merupakan seorang pekerja bengkel, gagah, berotot, dan tidak kenal lelah.

Di kota si anak bekenalan dengan seorang kakek. Awal mula diselubungi serba rahasia, apalagi kalau bukan takhayul, yang memilih bunga sebagai lambang kehidupan. Anak itu berada dalam tegangan antara kakek dan ayah, bunga dan mesin, ketenangan jiwa dan kegemuruhan kerja, surga dan neraka.

Di rumah kakek, si anak belajar mencintai bunga, mencari ketenangan jiwa, dan kehidupan sempurna. Ayahnya menjadikan rumahnya sebuah bengkel yang bising oleh suara pukulan kayu. Ayah memang berkuasa atas anak, memaksanya melupakan “bunga” dan melumurinya dengan kerja. Ibu memihak ayah, memberikan tambahan yakni masjid.

Akhir cerita, si anak memilih kedua orang tuanya, yakni bengkel dan masjid, kerja dan mengaji. Bukan ketenangan jiwa dan bunga.

Oleh karena itu, di dalam cerpen Dilarang Mencintai Bunga-Bunga ada 3 kemungkinan tema, yaitu seorang anak yang berbaktu kepada orang tuanya, seorang anak yang peduli terhadap lingkungan karena mungkin dia lebih terpengaruh terhadap lingkungannya, seorang anak yang cerdik yang selalu termotivasi oleh kedua orang tuanya.

Ikuti tulisan menarik Ramdhan Adi Wibowo lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Senin, 10 Juni 2024 12:33 WIB