Teknik Membaca Intensif untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi - - www.indonesiana.id
x

foto buku

Ramdhan Adi Wibowo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 April 2022

Senin, 28 November 2022 18:28 WIB

  • Topik Utama
  • Teknik Membaca Intensif untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi

    membaca intensif adalah membaca dengan cermat, teliti, dan seksama.

    Dibaca : 366 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Membaca intensif disebut juga membaca telaah isi. Bahan bacaan yang mengandung hal-hal penting akan menarik perhatian pembaca untuk mengetahui dan memperdalam isi bacaan tersebut. Ketelitian, pemahaman, berpikir kritis, dan kemampuan menangkap gagasan yang disampaikan dalam bacaan sangat diperlukan dalam menelaah bacaan. Membaca intensif juga merupakan kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama dan merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

    Membaca intensif lebih cenderung terfokus pada teks yang terbatas dan dengan pemahaman yang maksimal. Pada umumnya objek membaca intensif ini lebih menitikberatkan pada karya-karya ilmiah seperti buku pelajaran perkuliahan, makalah, esai, karya-karya analisis.

    Adapun langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam membaca intensif antara lain:

    • Melakukan survei cepat dan tepat untuk menemukan pola dan pendekatan umum dalam bahan bacaan agar dapat menemukan kerangka wacana sebagai gambaran umum;
    • Membaca secara seksama dengan membaca berulang-ulang dan menelaah isi bacaan. Membaca ulang semua paragraf untuk menemukan kalimat judul, ide pokok, dan perincian-perincian penting lainnya
    • Menemukan hubungan antarkalimat dalam paragraf, hubungan antar paragraf, serta hubungan setiap paragraf dengan keseluruhan tulisan dalam bacaan.

    Adapun strategi yang digunakan dalam membaca intensif:

    • Memprediksi isi bacaan

    yaitu memprediksi isi bacaan dilakukan berdasarkan kunci bacaan misalnya gambar, ilustrasi, subjudul, dan plot. 

    • Skimming dan scanning

    yaitu Skimming adalah teknik membaca untuk mengetahui isi sebuah bacaan, dan scanning adalah teknik membaca untuk mendapatkan informasi khusus.

    • Gambar dengan keterangan

    yaitu memahami bacaan dengan cara melihat dan menuangkan isi bacaan dalam gambar atau ilustrasi yang ditambahkan sedikit tulisan untuk mendeskripsikan gambar atau ilustrasi tersebut.

    • Kosakata

    yaitu untuk mengetahui sejauh mana telah mengetahui istilah sulit atau memahami sebuah topik bahasan atau konsep.

    • Masalah-solusi

    adalah memahami isi teks bacaan dan mengalami kejadian nyata secara langsung terkait teks tersebut, sehingga dapat memperdalam pemahaman antara keduanya.

    • Membaca dialogis

    yaitu mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk menganalisis lebih dalam sebuah teks bacaan, mendefinisikan kata-kata (terminologi) baru yang ditemukan dalam teks, menganalisis komponen-komponen yang terdapat dalam teks, dan kemudian mampu menceritakan kembali isi teks tersebut.

    • SQ3R

    SQ3R (Survey, Question, Read, Recite and Review), yang berarti menyurvei, bertanya, membaca, menceritakan kembali, dan mengulas.

    • Adik Simba

    adalah strategi yang berusaha menjabarkan pertanyaan-pertanyaan untuk mengidentifikasi informas. Adik Simba yaitu singkatan dari apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.

    • Berpikir, berpasangan, dan berbagi

    Strategi berpikir, berpasangan, dan berbagi mengajak untuk memikirkan sebuah pertanyaan atau isu penting, bekerja berpasangan dengan teman lainnya, dan membagikan hasil diskusinya. 

    Jadi itulah beberapa teknik membaca intensif yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan literasi. Teknik-teknik tersebut dapat diimplementasikan oleh tenaga pendidik maupun orang tua dalam pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah.

    Sumber:

    Aibli, Strumpen D., dan Berlitz C. Bahasa Indonesia 3. Tangerang: Yudhistira Ghalia Indonesia. 2008.

    Iswara D. Teknik Membaca Buku. Sumedang: UPI Sumedang Press. 2014.

    Muhsyanur. Membaca: Suatu Keterampilan Berbahasa Reseptif. Yogyakarta: Buginese Art. 2014.

    Rahayu W. Model Membaca Kompleks. Yogyakarta: Deepublish. 2015.

    Ikuti tulisan menarik Ramdhan Adi Wibowo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.