x

Iklan

siva risthavania

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 10 April 2022

Senin, 11 April 2022 20:42 WIB

Meningkatkan Pembelajaran Sastra Pada Generasi Milenial Melalui Sastra Digital

Pemanfaatan sastra digital sebagai media pembelajaran sastra bagi generasi milenial sangat penting. Hal itu terjadi karena semakin berkurangnya minat mambaca karya sastra pada generasi milenial, dengan adanya media sastra digital diharapkan untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan rasa cinta terhadap karya sastra pada generasi milenial.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seiring dengan kemajuan perkembangan teknologi dan komunikasi, tidak dipungkiri masyarakat menjadi tergantung pada sistem digital seperti telepon genggam dan komputer. Perkembangan teknologi dan komunikasi telah mengubah segala aspek kehidupan yang ada di dunia ini. Teknologi digital mendorong beberapa aspek menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Di masa pandemi ini, jaringan internet menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Hampir setiap orang menggunakan perkembangan teknologi seperti media digital untuk menjalin komunikasi, mencari hiburan bahkan bekerja. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan terkendali.

Perkembangan teknologi digital seperti media sosial ternyata menyebabkan turunnya minat membaca dan menulis sastra bagi generasi milenial. Mereka lebih memilih untuk mengikuti suatu tren yang ada di media sosial dibandingkan  membaca dan menulis buku.

Media sosial merupakan sebuah sarana berinteraksi dengan orang lain baik yang jauh maupun yang dekat, dengan mudah mendapatkan informasi dengan cepat. Media sosial merupakan saluran yang dapat digunakan dengan mudah untuk berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum di dunia virtual (Nurhadi, 2017:540).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perkembangan sastra mengikuti kemajuan teknologi. Mulanya sastra dimulai dari sastra Lisan yang kemudian berkembang mengikuti perkembangan zaman sehingga Muncul sastra tulis. Seiring dengan perkembangan zaman Muncullah sastra digital yang memanfaatkan teknologi sebagai medianya (komputer, handphone, internet). Hal ini sejalan dengan pernyataan yang Diungkapkan oleh Merawati (2017:727) yang menyatakan bahwa tingkat estafet dari sastra lisan ke sastra siber juga menunjukkan bahwa keduanya memiliki Hubungan dengan sastra tulis. Hal tersebut dapat dilihat bahwa estafet tersebut terjadi, yaitu mulai dari sastra lisan kemudian ke sastra tulis (pada masa modern mulai dikenal alat-alat tulis dan mesin cetak sehingga terbit buku, majalah, jurnal, Koran) dan sampailah pada sastra siber (perkembangan teknologi) (Merawati, 2017:727).

Menurut  Belvage, 2012  Sastra digital adalah karya sastra yang media distribusinya bersifat digital, sehingga dapat dinikmati secara digital. Sastra digital sebagai media komunikasi budaya manusia melalui teks, gambar, video dan suara. Fitriani, n.d berpendapat bahwa  Sastra digital juga dapat menjadi alternatif penting bagi penulis dan aktivis sastra di Indonesia.

Jadi, sastra digital (sastra siber) sastra yang ada di media sosial dengan memanfaatkan teknologi seperti komputer, handphone, maupun internet dapat disebut dengan sastra digital. Sastra siber atau sastra digital memungkinkan para sastrawan untuk mengolah kreativitasnya secara lebih maksimal, bahkan dengan secara auditif dan visual. Meskipun ada ada kalangan yang pro dan kontra terhadap hasil karya sastra digital ini. Ada pendapat yang menyatakan bahwa karya sastra digital tidak berkualitas dibanding karya sastra cetak (koran, majalah maupun buku). Namun ada pula yang berpendapat bahwa karya sastra digital harus diperlakukan dengan adil, karena ini adalah dunia baru sebagai alternative bagi para sastrawan untuk mengungkapkan ide-ide, perasaan-perasaan, pemikiran-pemikiran, dan tanggapan-tanggapan mereka. 

Saya lihat sangat mudah seseorang untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya hanya dengan memanfaatkan teknologi seperti handphone ataupun komputer dimana saja dan kapan saja. Hal itu juga dapat dilihat dari munculnya akun-akun di media sosial yang kontennya memang bergelut dalam bidang sastra, khususnya puisi. Tentunya hal tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan kepenulisan mereka dan hasil karya mereka pun akan cepat tersebar ke pembaca sastra. Generasi milenial semakin terbuka kesempatan untuk menerbitkan tulisan fiksinya, baik puisi, cerpen, maupun novel di dunia digital. Berbeda dengan jaman dulu, sekarang ini seorang penulis bisa langsung memajang cerpen atau novelnya di situs tersebut tanpa melalui penyuntingan ketat dewan redaksi. Corak baru ini juga mengesankan adanya inklusifitas dalam dunia kesastraan yang biasanya didominasi oleh kelompok tertentu.

Sastra digital berfungsi sebagai proses pembelajaran, dan perluasan apresiasi sastra dari lebih banyak kalangan. Sastra digital bisa saja lebih bermutu dari pada sastra konvensional, atau sebaliknya. Ketika sastra diterapkan secara digital, ada sisi positif dan negatif dari budaya literasi, khususnya di Indonesia. Kini masyarakat dapat lebih mudah mengakses karya sastra untuk konsumsi atau untuk menghasilkan karya sastra. Minat baca dan menulis generasi milenial pun semakin meningkat, hanya perlu diperhatikan adalah apakah mereka membaca dan menulis karya sastra atau tidak? Hal ini tentu dapat kita lihat dalam berbagai media akses karya sastra baik itu mailing list atau milis, blog, laman, ataupun media sosial facebook dan twitter, serta group-group kepenulisan, yang ada di internet.

Jadi, Kemunculan sastra siber dalam perkembangan sastra di era digital menunjukkan bahwa teknologi dan kebudayaan berjalan beriringan. Karya sastra kemudian dapat diakses dari berbagai tempat, hanya bermodalkan handphone dan internet. Adanya sastra digital atau sastra siber diharapkan menjadi media untuk menyalurkan ide atau hobi dalam kepenulisan serta menjadi media untuk meningkatkan minat membaca dan pembelajaran sastra pada generasi milenial.

Ikuti tulisan menarik siva risthavania lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan