x

Iklan

Johanes Sutanto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 27 April 2022 05:46 WIB

5 Tip Budgeting Duit Biar Nggak Paceklik Usai Lebaran

Lebaran hampir tiba. Hiruk-pikuknya mulai terasa. Kebanyakan gaji dan THR pun diterima. Siapa pun lantas merasa aman dan kondisi keuangan menjadi sehat. Namun, Lebaran bisa menjadi momok kesehatan keuangan jika tidak diatur dengan bijak. Bukan rahasia lagi, tidak sedikit orang yang habis Lebaran mengalami paceklik keuangan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Lebaran hampir tiba. Hiruk-pikuknya mulai terasa. Kebanyakan gaji dan THR pun diterima. Siapa pun lantas merasa aman dan kondisi keuangan menjadi sehat.

Namun, Lebaran bisa menjadi momok kesehatan keuangan jika tidak diatur dengan bijak. Bukan rahasia lagi, tidak sedikit orang yang habis Lebaran mengalami paceklik keuangan.

Keuangan kering-keronta begitu kembali mudik Lebaran. Nah, biar tak tersandera masalah keuangan usai Lebaran, berikut ini 5 tip budgeting duit yang sebaiknya dilakukan:

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

1. Tunda Keinginan

Menunda keinginan bukan pekerjaan gampang. Namun demi terbebas paceklik keuangan setelah Lebaran, ada baiknya menunda keinginan yang tidak terlalu penting. Menunda keingingan sama artinya melawan godaan untuk tergiur diskon besar-besaran, promo, dan potongan harga di pusat perbelanjaan. Kunci suksesnya yakni jangan gampang tergoda dan tergiur diskon-diskon yang marak jelang Lebaran.

2. Cek Kembali Kebutuhan

Berhubung THR dan gaji bulanan sudah ada di tangan, ada baiknya mereview kembali setiap kebutuhan berdasarkan skala prioritas dengan mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan. List setiap kebutuhan yang musti dipenuhi mulai kue, makanan, transportasi mudik, baju baru, reunian, bersedekah, mengunjungi tempat wisata alam, wisata kuliner, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Setelah itu sisir kembali satu persatau berdasarkan prioritas.

3. Tabungan atau Investasi

Tabungan atau investasi kerap diabaikan saat menerima gaji bulanan plus THR, padahal pos ini sangat penting karena tabungan dan investasi yang nominalnya 30-40 persen bisa menjadi dana cadangan setelah Lebaran. Toh tabungan hingga investasi saat ini juga sudah likuid dan gampang dinikmati dengan smartphone di genggaman tangan, semisal untuk investasi reksa dana. Nabung atau investasi reksa dana dengan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding tabungan konvensional sudah sangat mudah, semisal melalui supermarket reksa dan online terbesar di Indonesia bernama IPOTFund. Di platform investasi reksa dana milik Indo Premier Sekuritas dan sudah resmi terintegrasi di aplikasi IPOT ini jajakan 276 reksa dana dari 43 Manajer Investasi.

4. Buat Rincian Anggaran

Setelah daftar kebutuhan di-review dengan mencantumkan semua kebutuhan mulai dari Lebaran hingga gaji pertama setelah Lebaran, saatnya membuat rincian anggarannya. Prinsip dalam penganggaran ini adalah tekan pengeluaran seminimal mungkin dan tahan diri untuk mengeluarkan uang pada pos-pos yang berada di prioritas terakhir. 

5. Hindari Utang

Untuk memenuhi setiap kebutuhan disarankan tidak mencari tambahan uang dengan utang. Utang di sini tak semata utang uang cash, tetapi termasuk juga pemanfaatan kartu kredit tanpa batas. Bagaimanapun, yang namanya kartu kredit itu bukan tambahan penghasilan, melainkan utang. Utang adalah kewajiban yang harus dibayar. Selain akan memperburuk kondisi finansial, pemakaian kartu kredit yang tak beraturan akan "menyakitkan", karena ada kewajiban untuk membayar utang itu ada di bulan mendatang.

Ikuti tulisan menarik Johanes Sutanto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu