Hanya di Malam Paling Gelap Bintang-bintang Tampak Bersinar Lebih Terang - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh HeonCheol LEE dari Pixabay

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Rabu, 4 Mei 2022 06:41 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Hanya di Malam Paling Gelap Bintang-bintang Tampak Bersinar Lebih Terang

    Di masa sulit akan ada pertolongan Allah. Bentuknya bisa bermacam macam. Biasanya pertolongan Allah itu melalui sesama manusia. Orang yang mampu memiliki peluang untuk menjadi bintang terang untuk sesama.

    Dibaca : 745 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

    Di siang hari memang bintang kalah terang daripada matahari.  Tapi  di malam hari kehadiran bintang apalagi rembulan sangat membantu.  Selain mengindahkan suasana meréka juga menerangi bumi.  Tapi saya yakin Ali bin Abi Thalib mengutarakan metafora dengan kalimat di atas.  

     

    Saya tafsirkan apa yang dia maksud adalah pertolongan atau bantuan dari Allah swt.  Bentuknya bisa apa saja.  Pokoknya solusi untuk masalah atau kesulitan seseorang atau bahkan masyarakat. Biasanya pertolongan Allah itu lewat sesama manusia.  Mungkin juga berupa terbukanya kesempatan baru, peluang baru atau lowongan baru. 

     

    Bisa jadi beliau menganjurkan orang yang memiliki kemampuan untuk memberi solusi.  Dalam kesulitan solusi atau bantuan akan sangat berarti meskipun kecil.  Ini adalah anjuran untuk memberi bantuan kepada yang sedang mengalami krisis.  Kesempatan emas untuk beramal dengan memberikan solusi bagi masalah masyarakat.

     

    Sekarang ini mayarakat sedang ‘berada dalam kegelapan’.  Banyak usaha bisnis surut bahkan bangkrut. Banyak karyawan di phk.  Seorang teman berbisik ada tetangganya sampai hancur rumah tangganya karena si suami tidak memiliki pekerjaan lagi.  Selain masalah ekonomi banyak juga masalah psikis.  Akibatnya tidak sedikit orang yang kalap lantas melewati jalan gelap. Jadi inilah saatnya anda jadi bintang terang. Terbuka kesempatan emas untuk beramal dengan memberikan solusi bagi masalah masyarakat.

     

    Temukan masalah komunitas.  Fokuskan satu aspek.  Alokasikan sumber sumber – pikiran, gagasan, tenaga, waktu, dana untuk cari solusi.  Apapun sumbangan Anda – dana, ilmu, tenaga, pikiran, gagasan, pencerahan dll - berikan kepada liyan yang membutuhkan. 

     

    Whatever you give to life, it will give you back kata wong londo.  Apapun yang Anda berikan kepada kehidupan, dia akan membalasnya.  Semua perbuatan akan dibalas.  Sopo nandur bakal ngunduh, kata orang Jawa. Artinya siapa yang menanam akan mengunduh.  Kalau kita menanam kebaikan maka kebaikan itu yang akan kembali kepada kita. Sebaliknya jika kita menanam keburukan maka itulah yang akan kembali.

     

    Bagaimana kalau kita tidak bisa memberi bantuan besar?  Tidak masalah. Bantuan kecil juga tidak menyalahi apapun.  Bantuan tidak selalu berujud uang.  Sekedar informasi ada lowongan kerja atau peluang bisnis atau informasi yang mengarah pada terbukanya kesempatan itu sudah merupakan bantuan yang sangat berharga.

     

    Satu hal lagi. Anda tidak perlu berharap ucapan atau sikap terimakasih dari orang yang pernah Anda bantu.  Kadang ada orang yng pernah kita bantu suatu saat justru membalas dengan kata kata atau perbuatan yang tidak pantas. Jadi Anda juga perlu menata hati agar tidak sakit hati. 

     

    Tapi orang yang baik hati biasanya tidak lupa dengan kebaikan orang yang pernah membantunya meskipun kecil saja.  Mungkin mereka membalas dengan ucapan terimakasih dan kata kata baik. Mungkin mereka membalas dengan pemberian sesuatu. Mungkin juga mereka membalas dengan memberi doa. Mereka doakan kebaikan kepada orang yang pernah menolong atau membantunya.

     

    Apapun kemungkinannya mari kita tanam kebaikan.  Mari kita jadi bintang terang, rembulan atau matahari. Suatu saat kebaikan itu akan kembali kepada kita insya Allah.

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.