Mengatasi Demam Panggung - Analisis - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Selasa, 17 Mei 2022 07:44 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mengatasi Demam Panggung

    Berbicara di depan sebuah audience tidak mudah. Selain harus menyiapkan materi, kita harus mampu mengatasi demam panggung. Bagaimana caranya? Silahan baca terus sampai selesai.

    Dibaca : 877 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh Bambang Udoyono

     

    Kalau Anda diminta maju ke depan sebuah audience untuk melakukan presentasi apakah Anda mengalami demam panggung?  Banyak orang yang mengalaminya.  Inilah pengalaman saya mengatasi demam panggung alias stage fright dalam bahasa kerennya.

     

    Dulu saya pernah mengalami demam panggung.  Saat itu saya sedang menjalankan tugas sebagai seorang pramuwisata di Yogyakarta.  Suatu malam ada acara makan malam di hotel disertai dengan pertunjukan tarian dengan cerita Ramayana.  Nah sebelum pertunjukan dimulai saya harus memberi pengantar dulu agar mereka paham apa yang akan mereka tonton.  Beberapa hari sebelum acara itu saya sudah merancang dan melatih apa yang akan saya paparkan.  Latihan berjalan mulus.  Apalagi cerita Ramayana sudah saya hafal sejak kecil.

     

    Ketika tiba saatnya presentasi saya penuh percaya diri karena saya merasa sudah siap.  Boss saya lalu meminta saya maju ketika saatnya tiba.  Audiencenya adalah serombongan wisman dari Amerika.  Mereka dosen dan mahasiswa dari sebuah universitas top di sana.  Awalnya paparan saya mantap.  Tapi di tengah mendadak kepercayaan diri saya melorot.  Mungkin merasa sedikit minder lantaran ditatap para pakar terkemuka.   Cerita yang sudah saya hafal sejak kecil itu mendadak hilang.  Saya lupa kelanjutan ceritanya.  Saya berusaha keras mengingat cerita yang sudah saya hafal sejak kecil tapi tetap saja cerita itu tidak muncul dalam pikiran saya.  Beberapa saat saya agak panik.

     

    Saya lalu jeda sejenak sembari menarik napas panjang dan membaca basmalah dan doa singkat.   Untunglah seketika saya mendapat gagasan.  Sekilas gagasan muncul dalam pikiran untuk tidak menyampaikan detil cerita sampai akhir kisah.  Saya menyampaikan pokok utamanya saja. Lalu tentang akhir kisah saya hanya mengatakan “Who will be the winner? Let’s watch the  performance”.  Kemudian saya heran sendiri ketika mereka memberi tepuk tangan meriah. Boss saya memuji. Itu pengantar yang bagus katanya.

     

    Si tour leader berjalan mendekati saya lalu memberi selamat. Dia mengatakan pada saya bahwa dia awalya sudah kuatir saya mengatakan semua rincian cerita karena akan membosankan.  Tapi kalau akhir cerita dibikin pertanyaan maka mereka akan penasaran. 

     

    Ternyata di balik kesulitan ada kemudahan. Dalam pengalaman saya tadi kuncinya ada pada jeda dan doa.  Jeda sebentar, tarik napas panjang dan dalam. Tenangkan pikiran. Fokuskan pada doa.  Insya Allah akan ada jalan keluar mengatasi demam panggung.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.