Gaspol Eliminasi Stunting, KKN MBKM Unej Sinergi Dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember

Rabu, 18 Mei 2022 06:08 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Melalui beberapa arahan dari dinas ini nantinya anggota KKN dari Kelompok 7 akan mendiskusikan kembali terkait beberapa program yang dapat diselaraskan sesuai dari arahan yang diberikan sehingga terwujud suatu program yang bermanfaat dalam jangka panjang.

Kegiatan kelompok 7 kali ini mengadakan kunjungan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember di bawah arahan dosen pembimbing yaitu Dr Yudha Nurdian, M.Kes. yang di wakili oleh Vio Febiyanti, muhammad hafiz azzhaqi, Arfian Alwi Firmansyah dan Dwi Indrawati yang telah berencana melakukan kunjungan ke dinas. Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan menyeleraskan program yang akan digalakan terutama mengenai eliminasi terhadap kasus stunting yang ada di Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Dari kunjungan ini didapatkan saran dan ide kepada anggota KKN dari kelompok 7 dari dinas yang bekaitan pada program eliminasi stunting sehingga dapat berjalan dengan maksimal nantinya.

Sebelum melakukan kunjungan, mahasiswa KKN Kelompok 7 melakukan konsultasi dengan DPL terkait beberapa hal yang perlu untuk dikonsultasikan ke dinas terutama mengenai pemenuhan gizi dan perkawinan dini yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting khususnya di Desa Sukojember. Pada saat di kantor dinas, mahasiswa KKN kelompok 7 menemui Bapak Setijo. Beliau memberikan gambaran terkait program yang digalakan oleh dinas dan memberikan beberapa arahan atau saran kepada mahasiswa kelompok 7. Beliau menjelaskan bahwa tingkat stunting di Jember masih tergolong tinggi. Hal ini ternyata didasari oleh tingginya angka pernikahan dini dan kurangnya pemenuhan gizi bagi anak. Usia perkawinan yang terbilang masih muda sangat rentan terjadi pertengkaran karena di usia remaja kebanyakan dari mereka masih berada dalam fase labil, tetapi tidak hanya itu yang menjadi faktor utamanya adapun beberapa faktor pendukung lain seperti ekonomi, budaya, kesehatan, sosial juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya pertengkaran di dalam keluarga.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut penuturan Bapak Setijo dari Dinas Pemberdayaan, saat ini dinas memiliki suatu program yang digalakan dalam membantu menurunkan tingkat stunting, salah satu program yang beliau jelaskan adalah mengenai ELSIMIL (Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil) tujuan aplikasi ini dibuat salah satunya untuk melakukan eliminasi masalah stunting. ELSIMIL ini merupakan suatu aplikasi pendeteksi dimana dapat mengukur apakah seseorang sudah layak atau tidak memasuki jenjang pernikahan sehingga dapat melihat bagaimana potensi bayi yang akan dilahirkan oleh calon pengantin. Aplikasi ini disasarkan kepada para Catin atau yang kerap dikenal dengan sebutan Calon Pengantin.

Menurut beliau pengedukasian dan pemberian aktivitas sangat diperlukan mengingat rata – rata masyarakat desa setelah lulus kuliah kebanyakan bekerja dan mata pencaharian di desa tidak sama dengan di kota. Dimana rata – rata profesi yang dimiliki oleh masyarakat desa adalah petani sedangkan di kota memiliki beragam profesi. Hal tersebutlah yang harus diberdayakan. Beberapa hal yang bisa diberdayakan adalah dengan mengajarkan mereka edukasi yang bisa dilakukan melalui sosialisasi, pembentukan kelas yang menggali kreativitas seperti mengajarkan kewirausahaan terutama pada remaja perempuan, mengajarkan digitalisasi sehingga wawasan yang mereka dapatkan lebih luas. Melalui beberapa arahan dari dinas ini nantinya anggota KKN dari Kelompok 7 akan mendiskusikan kembali terkait beberapa program yang dapat diselaraskan sesuai dari arahan yang diberikan sehingga terwujud suatu program yang bermanfaat dalam jangka panjang.

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler