Media Sosial Sebagai Wadah Publikasi Karya Sastra - - www.indonesiana.id
x

Menggunakan Media Sosial Untuk Bisnis

Rachmayanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022 08:18 WIB

  • Topik Utama
  • Media Sosial Sebagai Wadah Publikasi Karya Sastra

    Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita sehari-hari saat ini sangat erat kaitannya dengan media sosial. Di era digitalisasi ini, tentunya media sosial memiliki peran yang amat penting di berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang karya sastra. Pesatnya perkembangan media sosial mampu membagikan segala macam bentuk informasi seperti tulisan, audio, bahkan video. Dalam perkembangan sastra Indonesia modern, media sosial juga memiliki pengaruh penting dari segi pembaca maupun penulis.

    Dibaca : 500 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pengaruh positif bagi para pembaca yakni adanya kemudahan dalam mengakses karya sastra melalui media daring (online) tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli buku atau kumpulan puisi, cerpen, dan novel. Selain itu, para pembaca dapat menikmati berbagai karya sastra dengan menggunakan gadget, laptop, dan internet. Sedangkan bagi penulis atau sastrawan, penggunaan media sosial ini adalah ruang dimana mereka bisa berkarya dan berkarya lebih banyak lagi tanpa harus membayar jasa penerbit. Bahkan, beberapa karya yang diterbitkan tidak memerlukan proses seleksi yang ketat. Namun, sangat disayangkan proses seleksi yang tidak ketat ini juga memiliki pengaruh negatif yakni terdapat sebagian hasil karya sastra yang tidak berkualitas serta tidak layak untuk dibaca bisa dengan mudah dipublikasikan.


    Apa itu media sosial?

    lalu platform media sosial apa aja sih yang sering dipakai untuk publikasi karya sastra?


    Perkembangan teknologi yang cukup pesat, terutama internet seperti media-media sosial. Media sosial sendiri merupakan media daring (online) yang mendukung hubungan atau interkasi sosial bagi setiap penggunanya. Dalam dunia komunikasi, media sosial adalah cara yang mudah dan nyaman untuk membentuk suatu relasi dan hubungan. Bersifat global, media sosial bermanfaat untuk komunikasi jarak jauh. Media sosial juga memudahkan kita untuk berinteraksi dimana saja dan kapan saja. Kemudahan dalam mengakses apapun inilah yang dimanfaatkan para pengarang atau penulis untuk menyampaikan perasaannya melalui karya sastra yang dipublikasikan lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, Wattpad, Twitter, Blog, dan masih banyak lagi.


    Saat ini, kita bisa dengan mudah menemukan beberapa contoh akun media sosial yang dijadikan sebagai tempat untuk mempublikasikan hasil karya sastranya. Misalnya pada akun media sosial @fiersabesari, @kata.puan, @rintiksedu, @helobagas, dan lain sebagainya. Karya sastra yang dipublikasikan pun beragam mulai dari novel, puisi, prosa, cerpen, kalimat sajak, hingga berupa podcast.

     

    Apa aja sih contoh akun media sosial yang dijadikan tempat publikasi karya sastranya?


    Pemilik akun media sosial @rintiksedu, Nadhifa Allya Tsana atau kerap kali dikenal dengan panggilan unik “Paus” merupakan sosok dibalik novel terkenal yaitu “Geez dan Ann”. Tak hanya itu, Tsana juga memiliki beberapa karya lainnya yang berjudul “Kata” dan terdapat satu karya sastra yang merupakan buku kolaborasi antara Tsana dengan Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang”. Pada akun media sosial @rintiksedu, Tsana kerap kali update dengan kalimat-kalimat sajaknya yang sudah pasti sangat dinantikan oleh para penggemarnya dan beberapa kalangan anak muda lainnya. Merambah ke dunia penyiaran, Tsana juga membuat sebuah podcast di platform musik digital yaitu Spotify dengan tetap bernama Rintik Sedu sejak tanggal 23 Mei 2019 yang menceritakan kisah-kisah percintaan sampai patah hati.


    Beralih dari akun media sosial @rintiksedu milik Tsana, pemilik akun media sosial @kata.puan yakni Stefany Chandra yang merupakan seorang copywriter juga berhasil menghasilkan beberapa karya sastra mulai dari puisi, prosa, hingga cerpen. Penulis buku “Kamu Hanya Perlu Pulang” juga selalu update di akun media sosial @kata.puan membagikan hasil tulisannya. Selain berupa tulisan dan kata, Stefany Chandra juga beralih ke suara dengan merambah ke dunia penyiaran yaitu membuat sebuah podcast yang bernama Suara Puan. Podcast ini berisi puisi hingga prosa yang membagikan pengalaman para perempuan mulai dari penerimaan diri, kehilangan, cinta, dan sebagainya. 


    Berdasarkan dari contoh akun media sosial yang telah dipaparkan tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa media sosial mampu membagikan segala macam bentuk informasi seperti tulisan, audio, bahkan video. Sehingga media sosial dianggap memberikan kemudahan dan memiliki peran penting terhadap pengarang atau penulis untuk menyampaikan perasaannya melalui karya sastra yang dipublikasikan lewat beberapa platform media sosial.

    Ikuti tulisan menarik Rachmayanti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.