Problematika Pembelajaran Sejarah Sastra Indonesia di Masa Pandemi - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Kegiatan siswa saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah. (Foto: Dokumentasi Penulis)

Rachmayanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Mei 2022

Minggu, 29 Mei 2022 17:57 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Problematika Pembelajaran Sejarah Sastra Indonesia di Masa Pandemi

    Dalam situasi saat ini dimana segala aktivitas, tidak terkecuali pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring (online), sehingga mengharuskan berbagai kalangan untuk beradaptasi secepatnya. Tentu pada kegiatan pembelajaran daring (online) sangat berbeda dengan kegiatan pembelajaran luring (offline).

    Dibaca : 1.150 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bertambahnya kasus Covid-19 setiap hari membuat pemerintah mengambil keputusan agar segala bentuk aktivitas, termasuk kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk daring (online). Diharuskan untuk beradaptasi secepatnya, merupakan sebuah tantangan bagi para pendidik hingga pelajar. Akan tetapi, tentunya peralihan kegiatan pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring akibat kasus Covid-19 ini terdapat beberapa permasalahan atau problematika dalam pembelajaran, terutama pembelajaran sejarah sastra.

    Apa itu pembelajaran daring?

    Pembelajaran daring (online) merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan tanpa tatap muka secara langsung antara pendidik dengan pelajar, tetapi dilaksanakan melalui koneksi internet menggunakan beberapa platform pembelajaran dan jejaring sosial yang membantu proses kegiatan pembelajaran. 

    Problematika apa saja yang terjadi pada pembelajaran sejarah sastra?

    Di masa pandemi, membuat kegiatan pembelajaran dilakukan dalam bentuk daring (online). Terdapat pro dan kontra terhadap kegiatan pembelajaran daring ini, adanya kegiatan pembelajaran jarak jauh secara daring membantu pendidik serta pelajar agar tetap mengikuti aktivitas belajar mengajar di masa pandemi. Para pendidik serta pelajar juga mendapat kemudahan dalam mengakses segala informasi mengenai materi setiap pembelajaran. Disamping itu, berlangsungnya kegiatan pembelajaran juga memiliki beberapa kendala atau permasalahan serta kekurangan, terutama pembelajaran sejarah sastra.

    Kurangnya efektivitas pada pembelajaran yang dilaksanakan secara daring menyebabkan timbulnya beberapa problematika pada pembelajaran sejarah sastra diantaranya seperti kendala sinyal, karena sebagian pendidik bahkan pelajar di rumah kesulitan mendapat akses internet. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan secara daring membuat para pelajar kesulitan dalam memahami materi yang dibahas serta sulitnya berkonsentrasi dalam belajar. Sehingga membuat sebagian pelajar tidak tertarik dalam pembelajaran sejarah sastra dan memilih untuk tidur, serta mengabaikan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.

    Problematika-problematika yang terjadi pada pembelajaran daring sejarah sastra seperti kendala sinyal hingga kurangnya pemahaman materi pembahasan, membuat para pendidik melakukan perubahan pada metode pembelajaran. Tak hanya berlatih soal yang dapat membuat kegiatan pembelajaran menjadi bosan dan tidak menarik, akan tetapi pembelajaran akan jauh lebih menarik dengan diadakannya sebuah permainan atau kuis. Hal ini, akan membangkitkan semangat para pelajar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran daring sejarah sastra.

    Berdasarkan dari problematika-problematika yang telah dipaparkan tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pada masa pandemi terdapat peralihan sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran daring (online), yang tentunya terdapat beberapa problematika pembelajaran sejarah sastra seperti seperti kendala sinyal hingga kurangnya pemahaman materi pembahasan. Sehingga diperlukannya perubahan metode pembelajaran agar lebih menarik semangat belajar para pelajar, salah satunya dengan diadakannya sebuah permainan dan kuis.

    Ikuti tulisan menarik Rachmayanti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.