Profesor Drs Ahmad MPd PhD Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Matematika UMP

Kamis, 2 Juni 2022 19:35 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Prof Drs Ahmad,Mpd,PhD Dikukuhkan sebagai Guru Besar Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto,Kamis (02/06) dalam orasi ilmiahnya Prof Ahmad mengangkat soal blended learning berbasis smart classroom dalam pembelajaran matematika.

Prof.Drs Ahmad MPd,PhD secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dalam rapat senat terbuka yang digelar di Auditorium Ukuwah Islamiyah, Banyumas, Kamis (02/06). Pengukuhan tersebut dilakukan oleh  Rektor UMP Dr Jebul Suroso bersama  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Bhimo Widyo Andoko SH MH.
 
Prof Ahmad dikukuhkan sebagai guru besar pendidikan matematika pada Program Studi Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP.  Saat ini ia tercatat sebagai guru besar ke-8 yang masih aktif.
 
Rektor UMP Dr Jebul Suroso mengatakan dari 11 guru besar saat ini yang masih aktif mengajar ada lima orang. Lima lainnya sudah meninggal dunia. Dengan dilantiknya Prof Ahmad, maka guru besar yang aktif kini bertambah satu lagi.
 
"Kita masih punya 40 dosen calon profesor lagi ke depan, dan tiga masih dalam proses menunggu untuk turun (SK).  Kita berharap akan memunculkan profesor-profesor baru. Tidak hanya di bidang pendidikan saja, tapi juga dari peretanian, perikanan, ekonomi bisnis dan kesehatan," katanya usai pengukuhan.
 
Ia berharap dengan dilantiknya Prof Ahmad sebagai guru besar bisa menjadi teladan akademik dan keteladanan lainnya sehingga  berbermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara. Mengingat tingginya marwah perguruan tinggi adalah saat keilmuan itu digali sedemikan dalam, tetapi manfaat untuk masyarakat juga harus semakin kuat.
 
"Prof Ahmad ini menemukan role model pembelajaran perpaduan online learning yang sudah diterapkan dengan pembelajaran konvesnional model sesuai perkembangan zaman. Ini rangka transpormasi pembelajaran di perguruan tinggi UMP maupun masyarakat," katanya.
 
Prof Ahmad dalam orasi ilmiahnya mengakat soal blanded learning berbasis smart classroom dalam pembelajaran matematika. Model itu merupakan perpaduan pembelajaran antara online dengan offline. Namun untuk bisa menerapkan model ini secara efektif, kata dia, masih membutuhkan pendukung peralatan yang sangat canggih, seperti mengunakan layar laptop ukuran besar.
 
"Kalau peralatannya lengkap, ini lebih efektif. Karena saat mengajar saya bisa lebih enjoy, juga terjadi interaktif antara  dengan mahasiswa maupun antarmahasiswa. Sekali mengajar bisa di-link-an ke beberapa perguruan tinggi lainnya yang saya juga mengajar," tuturnya.
 
Model perpaduan ini, kata dia, justru membuat kalangan mahasiswa atau peserta didik lebih tertarik, mengingat sampai saat ini pelajaran matematika, masih menjadi momok di sebagian pelajar-mahasiswa.
 
"Model ini sudah dikembangkan di UPI Bandung, UI dan ITB. Di UMP kita terapkan bertahap, karena salah satu alat laptop layar lebar minimal seharga sekitar Rp 241 juta, ada juga yang Rp 576 juta," kata pakar bidang pembelajaran  dan kurikulum yang ditetapkan Kemendikbud Ristek ini.
 
Dari banyak model pembelajaran, supaya bisa diterima dan disenangi pesereta didik, kata Prof Ahmad,  kuncinya ada dua, yakni model efektif manakala cocok dengan materi yang akan dijarkan. Kedua, model itu bisa digunakan dan efektif manakala cocok dengan karakter murid atau peserta didik.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler