x

foto ahmadun yosi herfanda

Iklan

Ramdhan Adi Wibowo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 April 2022

Jumat, 17 Juni 2022 09:24 WIB

Mengenal Sastrawan Indonesia Pada Masa Reformasi: Ahmadun Yosi Herfanda

Ahmadun Yosi Herfanda adalah sastrawan pada masa reformasi. Ahmadun Yosi Herfanda adalah seorang jurnalis dan juga sastrawan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Peralihan kekuasaan politik dari tangan Soeharto dan B.J. Habibie, muncul wacana tentang sastrawan angkatan reformasi. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya penggunaan karya sastra, puisi, cerpen, dan novel bertema sosial politik, terutama yang berkaitan dengan reformasi. Berbagai tahapan pembacaan puisi dan penerbitan puisi juga didominasi oleh puisi bertema sosial politik.

Para penulis Angkatan Reformasi melihat kembali situasi sosial dan politik yang muncul dengan runtuhnya orde baru di akhir 1990-an. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 melatarbelakangi munculnya karya-karya sastra, puisi, cerpen, dan novel pada masa itu.

Pada tujuan penulisan artikel ini adalah mengetahui siapa Ahmadun Yosi Herfanda tersebut beserta karya-karyanya. Manfaat penulisan ini adalah supaya mengetahui dan menambah wawasan tentang siapa sastrawan angkatan reformasi yang bernama Ahmadun Yosi Herfanda beserta karyanya

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ahmadun Yosi Herfanda

Adalah seorang penulis jurnalis dan sastrawan berkebangsaan Indonesia. Dia menulis esai sastra, cerpen, dan sajak sufistik sosial religius. Sementara, cerpen-cerpennya bergaya karikatural dengan tema-tema kritik sosial. Ia juga banyak menulis esai sastra. Ahmadun merupakan salah satu pendiri Komunitas Sastra Indonesia bersama Medy Loekito, Diah Hadaning, dan lain-lain.

Karya-karya Ahmadun Yosi Herfanda:

  1. Ladang Hijau (Eska Publishing, 1980),
  2. Sang Matahari (kumpulan puisi, bersama Ragil Suwarna Pragolapati, Nusa Indah, Ende, 1984),
  3. Syair Istirah (bersama Emha Ainun Nadjib dan Suminto A. Sayuti, Masyarakat Poetika Indonesia, 1986),
  4. Sajak Penari (kumpulan puisi, Masyarakat Poetika Indonesia, 1990)
  5. Sebelum Tertawa Dilarang (kumpulan cerpen, Balai Pustaka, 1997),
  6. Fragmen-fragmen Kekalahan (kumpulan sajak, Forum Sastra Bandung, 1997),
  7. Sembahyang Rumputan (kumpulan puisi, Bentang Budaya, 1997).

Kesimpulannya adalah Ahmadun Yosi Herfanda merupakan seorang jurnalis dan juga sastrawan. Beliau menulis esai sastra, cerpen, puisi, dan juga sajak sufistik sosial religius. Ahmadun merupakan salah satu pendiri Komunitas Sastra Indonesia.

Ikuti tulisan menarik Ramdhan Adi Wibowo lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler