x

Iklan

ABDUL HALIM

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 April 2022

Rabu, 22 Juni 2022 09:01 WIB

Sastra Indonesia Modern

sejarah sastra Indonesia Modern Merupakan salah satu kajian dasar dalam proses pembelajaran sastra indonesia.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sastra Indonesia adalah Sastra yang ditulis buat pertama kalinya dalam bahasa Indonesia, sastra yang berisi masalah-masalah yang dikemukakan di dalamnya haruslah masalah-masalah Indonesia, serta sastra yang pengarangnya haruslah bangsa Indonesia. Tiga hal tersebut dikemukakan oleh Soemawidagdo (199:62). Jadi definisi tentang sastra Indonesia itu sendiri adalah sastra yang berasal dari Indonesia.

Sastra terbagi menjadi dua jenis secara umum, yaitu sastra klasik (lama) dan sastra modern (baru). Dapat dikategorikan sastra modern adalah ketika suatu sastra lahir pada abad atau yang kerap disebut angkatan-20 yang mana hal ini dikemukakan oleh beberapa ahli sastra berdasarkan lahirnya novel "Azab dan Sengsara" karya Merari Siregar. Latar belakang alasan mengapa novel tersebut dijadikan sebuah patokan lahirnya Sastra Indonesia Modern adalah novel terkait merupakan novel yang yang pertama kali terbit dengan bahasa Indonesia juga diterbitkan di Indonesia, terlepas isinya yang nasionalisme atau bukan.

Meski telah dikemukakan bahwa sastra Indonesia dimulai dari angkatan 20, namun sastra Indonesia modern tidak terlepas dengan keberadaan beberapa periodisasi sastra Indonesia, antara lain;

  1. Balai Pustaka (1920-1933)
  • Disebut sebagai angkatan Balai Pustaka ialah sebab dari sebagian besar buku sastra yang terbit pada waktu terkait diterbitkan oleh Balai Pustaka.
  • Sebagian pengarang-pengarang sastra Indonesia yang miliki nama besar merupakan bagian dari Balai Pustaka.
  1. Angkatan Pujangga Baru (1933-1942)
  • Angkatan Pujangga Baru adalah ketika angkatan golongan sastrawan yang tersebar luas di seluruh Indonesia menerbitkan majalah dengan judul yang sama; Pujangga Baru. Maka dengan terbitnya majalah-majalah tersebut pada tahun 1933, menjadikan 1933 merupakan tahun periodesasi baru daripada sastra Indonesia modern.
  • Dari angkatan Pujangga Baru inilah sastra Indonesia lebih banyak menghasilkan puisi-puisi daripada prosa.
  1. Angkatan Empat Lima
  • Munculnya angkatan ini dilatar belakangi akibat dari pengakuan Jepang saat menjajah Indonesia yang saat itu melarang penerbitan majalah Pujangga Baru.         
Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan demikian, adanya sastra modern bukan berarti menghilangkan periodisasi sastra indonesia itu sendiri, melainkan hanya perubahan  bentuk dari masa ke masa sastra Indonesia.

 

 

Ikuti tulisan menarik ABDUL HALIM lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan